Kamis, 23 April 2026

Citizen Reporter

Kisah Sungai yang Jadi Nadi Kehidupan di Kuala Lumpur

Kondisi yang sama juga terbaca pada morfologi Kota Banda Aceh dengan Krueng Aceh-nya

Editor: mufti
IST
Dr. SYLVIA AGUSTINA, S.T., M.U.P.,  anggota Tim Persiapan Prodi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Syiah Kuala (MPWK-USK), melaporkan dari Kuala Lumpur, Malaysia 

Kritik lain menyasar proses relokasi komunitas informal di sepanjang sungai yang dinilai kurang partisipatif. Beberapa pihak juga menilai bahwa manfaat proyek masih berpusat di kawasan inti kota dan belum menjangkau komunitas di hulu dan hilir secara adil. Selain itu, ada kekhawatiran bahwa pemeliharaan dan keberlanjutan proyek ini akan menjadi tantangan besar di masa depan.

Meski begitu, proyek ‘River of Life’ tetap dianggap sebagai model penting revitalisasi sungai perkotaan di kawasan Asia Tenggara, yang memberikan pelajaran tentang pentingnya sinergi antara perencanaan fisik, pelibatan komunitas, dan pengelolaan lingkungan secara terpadu.

‘The River of Life’ di KL memberikan sejumlah pembelajaran penting yang relevan bagi upaya revitalisasi Sungai Krueng Aceh di Banda Aceh. Pertama, sungai harus diposisikan kembali sebagai ruang publik strategis, bukan sekadar saluran drainase, dengan penataan bertahap tepi sungai menjadi kawasan pedestrian, ruang terbuka hijau, dan zona budaya.

Kedua, peningkatan kualitas air harus menjadi prioritas melalui pengelolaan limbah dan relokasi sumber pencemar.

 Ketiga, revitalisasi perlu mengangkat nilai sejarah dan budaya lokal, seperti narasi tsunami dan warisan Islam, untuk memperkuat identitas kota.

Keempat, partisipasi masyarakat penting dalam menjaga keberlanjutan, melalui edukasi, kegiatan komunitas, dan pemberdayaan UMKM.

Kelima, diperlukan manajemen terpadu antarinstansi agar penataan sungai berjalan konsisten dan efektif. Terakhir, fungsi ekonomi sungai dapat diperkuat dengan menjadikan Krueng Aceh sebagai destinasi wisata air dan budaya yang memberdayakan ekonomi lokal.

Dengan menerapkan pembelajaran ini, Banda Aceh dapat membangun hubungan baru yang harmonis dengan sungainya sebagai sumber kehidupan dan identitas kota yang berkelanjutan.

Pembelajaran penting lain yang dapat diterapkan di Banda Aceh adalah pentingnya edukasi publik dan sistem penanda interpretatif dalam membangun hubungan antara warga dan sungai. Di Kuala Lumpur, keberhasilan proyek ini didukung oleh penyediaan ‘signage ‘informatif, mural edukatif, dan panel interpretatif di sepanjang koridor sungai, yang menjelaskan sejarah, fungsi ekologis, serta budaya sekitar sungai. Elemen-elemen ini menjadi alat pembelajaran visual yang efektif bagi pengunjung dan masyarakat lokal.

Untuk Krueng Aceh, pendekatan serupa dapat dilakukan dengan menghadirkan penanda naratif tentang sejarah tsunami, peran sungai dalam kehidupan masyarakat Aceh, dan pentingnya menjaga ekosistem air. Penanda ini dapat dipadukan dengan aktivitas komunitas, seperti sekolah sungai atau tur edukatif, guna memperkuat literasi lingkungan dan keterlibatan warga dalam menjaga sungai.

Dalam ‘River of Life’, profesi perencana kota memegang peran sentral sebagai penghubung antara visi tata ruang, kebutuhan masyarakat, dan kelestarian lingkungan. Perencana  terlibat sejak tahap perencanaan awal, mulai dari penataan koridor sungai, desain kawasan tepi air, hingga integrasi fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi dalam satu kesatuan ruang publik yang inklusif. Mereka juga bertanggung jawab merancang zonasi tematik, mengatur konektivitas antarruang kota, serta memastikan bahwa desain kawasan mencerminkan identitas budaya dan warisan sejarah.

Selain itu, perencana berperan dalam mendorong partisipasi masyarakat dan menyusun sistem interpretasi ruang melalui ‘signage’, jalur edukatif, dan peta interaktif. Di Banda Aceh, peran ini menjadi krusial untuk mentransformasi Krueng Aceh sebagai sumbu ekologis dan kultural kota, dengan perencana kota berperan sebagai pengarah transformasi fisik sekaligus fasilitator perubahan sosial menuju kota yang berkelanjutan dan tangguh.

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved