Minggu, 3 Mei 2026

Konflik Palestina vs Israel

PBB: 1.760 Warga Palestina Tewas Saat Antre Bantuan, Mayoritas Dibunuh Israel

 “Sejak 27 Mei hingga 13 Agustus, kami mencatat sedikitnya 1.760 warga Palestina tewas saat mencari bantuan

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Tangkapan layar YouTube ABS-CBN News
WARGA GAZA KELAPARAN - Tangkapan layar YouTube ABS-CBN News diambil pada Rabu (6/8/2025) memperlihatkan warga Palestina di Khan Yunis sedang berdesakan untuk mendapatkan bantuan makanan pada 4 Agustus 2025. Pada 6 Agustus 2025, pemerintah Palestina melaporkan bahwa 20 warga Palestina tewas tertimpa truk bantuan yang terguling setelah tentara Israel memaksa truk tersebut unutk melewati rute yang berbahaya di Gaza. 

SERAMBINEWS.COM, GAZA — Kantor Hak Asasi Manusia (HAM) PBB mencatat, sedikitnya 1.760 warga Palestina tewas saat mengantre bantuan kemanusiaan di Gaza sejak 27 Mei 2025.

Angka ini melonjak beberapa ratus jiwa dibandingkan data sebelumnya pada awal Agustus.

 “Sejak 27 Mei hingga 13 Agustus, kami mencatat sedikitnya 1.760 warga Palestina tewas saat mencari bantuan; 994 di sekitar lokasi GHF (Gaza Humanitarian Foundation), dan 766 lainnya tewas di sepanjang rute konvoi pasokan,” demikian pernyataan kantor PBB untuk wilayah Palestina, Jumat (15/8/2025).

“Sebagian besar pembunuhan ini dilakukan oleh militer Israel,” lanjut pernyataan tersebut, dikutip dari kantor berita AFP.

Pada 1 Agustus lalu, jumlah korban tewas yang dicatat oleh badan tersebut masih 1.373 orang.

Sementara itu, pada Jumat (15/8/2025), badan pertahanan sipil Gaza melaporkan sedikitnya 38 orang tewas akibat tembakan Israel, termasuk 12 orang yang sedang menunggu distribusi bantuan kemanusiaan.

Baca juga: VIDEO - Media Asing Sorot Tajam Rencana Pemerintah Indonesia yang Akui Siap Tampung 2.000 Warga Gaza

Militer Israel berdalih bahwa operasi yang dilakukan bertujuan menghancurkan kemampuan militer Hamas.

Mereka mengeklaim sudah mengambil tindakan pencegahan guna mengurangi korban jiwa sipil.

Namun, hingga saat ini, pembatasan media dan sulitnya akses ke berbagai wilayah Gaza membuat informasi korban sulit diverifikasi secara independen, termasuk oleh AFP.

Pada Rabu sebelumnya, Kepala Staf Militer Israel menyatakan, pihaknya menyetujui rencana operasi baru di Gaza.

Serangan ini ditargetkan untuk menundukkan Hamas dan membebaskan seluruh sandera yang tersisa.

Sasaran militer Israel mencakup Kota Gaza dan kamp-kamp pengungsi di sekitarnya—wilayah paling padat di Gaza yang kini porak-poranda akibat perang hampir dua tahun.

Baca juga: VIDEO - Anak-Anak Israel Tak Diizinkan Masuk ke Taman Rekreasi di Prancis

Warga setempat mengaku kepada AFP bahwa dalam beberapa hari terakhir, serangan udara Israel kian intensif menyasar permukiman.

Awal pekan lalu, Hamas pun mengecam serangan darat Israel yang dinilai semakin agresif.

 Masih pada Jumat itu, militer Israel mengonfirmasi bahwa pasukannya menjalankan berbagai operasi militer di pinggiran Kota Gaza.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved