Kajian Islam
Sembuhkan Was-was Najis dengan Cara Ini, Diungkap Buya Yahya Islam Itu Mudah
Buya Yahya mencontohkan sebagian orang yang sampai mengupas kulit tangan hingga berdarah karena merasa najis belum hilang.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM - Ulama kharismatik Buya Yahya menegaskan agar umat Islam tidak berlebihan dalam menyikapi najis hingga menyiksa diri sendiri.
Buya Yahya mencontohkan sebagian orang yang sampai mengupas kulit tangan hingga berdarah karena merasa najis belum hilang.
Dalam ceramahnya yang diunggah di kanal YouTube resmi Buya Yahya berjudul “Sembuhkan Was-was Najis dengan Cara Ini”, beliau menegaskan bahwa tindakan seperti itu tidak dibenarkan dalam Islam.
“Anda ingin jadi orang baik, tapi caranya salah. Menyiksa diri dengan mengelupasi kulit sampai berdarah itu haram. Allah tidak menyiksa hamba-Nya dalam beribadah,” tegas Buya Yahya dikutip Serambinews.com dari YouTube Buya Yahya, Kamis (28/8/2025).
Buya Yahya menjelaskan, kotoran maupun kencing kucing memang termasuk najis. Namun cara membersihkannya sederhana, tidak perlu sampai menyakiti diri.
Baca juga: Minta Warisan Selagi Orang Tua Hidup Adalah Bentuk Durhaka & Kurang Ajar Kata Buya Yahya
- Hilangkan bentuk najisnya terlebih dahulu.
- Bersihkan area terkena najis, bisa dikerik atau digosok.
- Jika perlu, gunakan sabun.
- Setelah itu guyur dengan air mengalir hingga bersih.
Beliau juga menegaskan, jika setelah dibersihkan masih tertinggal warna, maka itu tidak lagi dihukumi najis.
“Warna bukan najis. Kalau bentuk dan zatnya sudah hilang, tersisa hanya warna, itu tidak perlu dipikirkan lagi,” jelasnya.
Solusi untuk Penderita Was-was Ekstrem
Buya Yahya juga memberi solusi khusus bagi orang yang mengalami was-was berlebihan hingga menyiksa diri.
Dalam kondisi tersebut, kata Buya Yahya, diperbolehkan mengambil pendapat dari mazhab lain agar tidak semakin tertekan.
“Untuk orang sakit yang sampai melukai diri, boleh mengambil pendapat Imam Malik bahwa kotoran dan kencing kucing tidak najis. Tapi ini fatwa khusus, tidak berlaku untuk orang sehat,” terang Buya Yahya.
Dengan fatwa itu, diharapkan orang yang sakit was-was tidak lagi terbebani hingga meninggalkan salat atau ibadah lain.
Baca juga: Siapa yang Jadi Wali Nikah Jika Ayah Sudah Tiada? Ini Penjelasan Buya Yahya
Agama Itu Mudah, Jangan Dipersulit
Menutup ceramahnya, Buya Yahya menegaskan kembali bahwa Islam adalah agama yang membawa kemudahan, bukan kesulitan.
“Anda ingin berbuat baik, tapi jangan sampai caranya menyiksa diri. Islam itu mudah, indah, dan penuh kasih sayang. Syaratnya ada ilmu. Maka belajarlah, supaya ibadah membawa ketenangan,” pesannya.
(Serambinews.com/Firdha Ustin)
| Hukum Meminjamkan Nama & KTP untuk Utang Riba ke Rentenir? Buya Yahya: Siap-Siap Ikut Tanggung Dosa! |
|
|---|
| Takut Hamil, Istri Diam-diam Pasang KB, Bolehkah Tanpa Sepengetahuan Suami? Ini Kata Buya Yahya |
|
|---|
| Janda Bertanya, Bolehkah Gunakan Alat Tertentu untuk Hindari Zina? Ini Jawaban Tegas Buya Yahya |
|
|---|
| Hukum Rambut Rontok Saat Haid, Perlukah Dikumpulkan? Ini Penjelasan Buya Yahya |
|
|---|
| Buya Yahya Ungkap Cara Didik Anak Sejak Kecil: Laki-laki Jadi Pelindung, Perempuan Jaga Kehormatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Buya-Yahya-menjelaskan-soal-hukum-menoleh-saat-shalat.jpg)