Breaking News

Sikap Asli Dwi Hartono Diungkap Satpam Komplek dan Tetangga: Tak Kenal dan Tidak Bertemu 1 Tahun

Namun, di balik citra glamour tersebut, Dwi Hartono ternyata dikenal sebagai pribadi yang sangat tertutup.

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Nur Nihayati
(Kolase Sripoku)
RUMAH DWI HARTONO - Dwi Hartono, pengusaha sukses dan motivatoryang terlibat dalam kasus pembunuhan Kacab Bank BUMN ternyata memiliki rumah mewah di kawasan elit Kota Wisata, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Satpam dan tetangga komplek ungkap sikap aslinya. (Kolase Sripoku) 

SERAMBINEWS.COM - Kasus penculikan dan pembunuhan tragis yang menimpa Kepala Cabang Bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta, telah menyeret nama besar pengusaha dan motivator, Dwi Hartono.

Pria yang disebut sebagai dalang utama di balik aksi keji ini kini menjadi sorotan publik.

Namun, di tengah perannya sebagai pelaku kejahatan, terkuak fakta mengejutkan dari para tetangga dan satpam di perumahan mewahnya.

Mereka mengaku tidak mengenal Dwi Hartono secara langsung, tetapi mengenalnya sebagai sosok yang rutin berbagi kepada warga sekitar.

Sikap Dwi Hartono di mata tetangga dan satpam

Dikenal sebagai pengusaha sukses, Dwi Hartono kerap menampilkan gaya hidup mewah.

Di akun media sosialnya, ia juga kerap mengunggah aktivitasnya dengan melibatkan fasilitas mewah.

Namun, di balik citra glamour tersebut, Dwi Hartono ternyata dikenal sebagai pribadi yang sangat tertutup.

Hal tersebut berdasarkan pengakuan dari satpam komplek di kediaman mewahnya di kawasan elit Kota Wisata, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dilansir dari Kompas.com, Kamis (28/8/2025), Ridwan (44, bukan nama sebenarnya), satpam di klaster Dwi Hartono, mengaku tidak mengenalnya secara pribadi.

Baca juga: Penampakan Rumah Mewah Dwi Hartono, Kini Tampak Sepi tanpa Aktivitas

“Saya enggak kenal (secara pribadi) kalau sosok pak Hartono seperti apa. Tapi iya, itu (rumah Dwi Hartono) jalurnya ke sana (Jalan Fransisco Blok Q1 Nomor 9),” kata Ridwan saat ditemui, Rabu (27/8/2025).

Hal serupa juga diungkapkan oleh Rudi, seorang tetangga yang mengaku baru mengetahui identitas Dwi Hartono setelah kasusnya viral di media sosial.

Ia bahkan baru mengetahui bahwa rumah yang selama ini berdekatan dengannya adalah milik Dwi Hartono.

Rudi juga mengaku, ia tidak pernah melihat langsung Dwi Hartono, meskipun sudah tinggal di wilayah sama selama hampir satu tahun.

RUMAH DWI HARTONO - Penampakan kondisi kediaman Dwi Hartono, otak penculikan dan pembunuhan Kacab Bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta (Kompas.com/Hafizh Wahyu Darmawan)
RUMAH DWI HARTONO - Penampakan kondisi kediaman Dwi Hartono, otak penculikan dan pembunuhan Kacab Bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta (Kompas.com/Hafizh Wahyu Darmawan) ()

“Enggak tau, Enggak pernah keluar, kita di sini sudah hampir satu tahun belom pernah lihat orangnya, baru tau pas ada kasus-kasus itu, ternyata rumahnya disitu Q9 ya. baru tau kemarin pas liat di IG,” kata Rudi.

Menurut Rudi, aktivitas yang lebih menonjol justru berasal dari rumah di sebelah Q9, yakni Q8, yang masih terhubung dengan kediaman Dwi Hartono.

Rumah tersebut dikenal warga sebagai tempat usaha bimbingan belajar (bimbel) bernama "Guruku".

Bimbel tersebut milik Dwi Hartono.

Baca juga: Profil Andreana Wulandari, Istri Dwi Hartono yang Habisi Ilham, Kondisi Rumah Tangganya Diungkap

Meski demikian, rumah Dwi Hartono justru dikenal warga sebagai tempat kegiatan sosial yang rutin. 

Rudi menjelaskan, rumah itu kerap membagikan nasi kotak dalam agenda Jumat Berkah.

Namun, kegiatan tersebut tidak pernah dilakukan oleh Dwi Hartono sendiri, melainkan oleh asisten rumah tangganya.

Kegiatan rutin ini, menurut Rudi, berhenti total sejak kasus Dwi Hartono mencuat ke publik pekan lalu.

Kondisi terkini kediaman Dwi Hartono

Rumah Dwi Hartono yang berlokasi di Jalan San Fransisco, Blok Q1, Nomor 9 Kompleks Perumahan Kota Wisata.

Menurut laporan Kompas.com, Kamis (28/8/2025), kondisi rumah Dwi Hartono saat ini terlihat sepi dan seperti tidak berpenghuni. 

Tampilan luar rumah mewah Dwi Hartono tersebut memiliki desain modern.

Bangunannya memiliki dua lantai. Bagian tembok luarnya seluruhnya dilapisi dengan cat warna putih.

Rumah tersebut memiliki pagar besi berwarna emas setinggi sekitar tiga meter yang membatasi halaman dengan jalan utama. 

Di sisi kanan pagar, tertera nomor rumah Q1/9 dengan plakat berbentuk rumah bertuliskan "Klan Hartono".

Sementara, jendela rumah dihiasi teralis bercorak besi hitam dengan ornamen emas berbentuk mahkota.

Di bagian garasi, tampak sejumlah barang tersusun, mulai dari ban mobil, sepeda anak-anak, hingga beberapa wadah plastik besar.

Baca juga: Dwi Hartono Buat Pinjaman Fiktif tapi Ditolak hingga Habisi Ilham Pradipta, Usahanya Diduga Bangkrut

Meski sepi dari aktivitas, sesekali terdengar suara mesin pompa air dari dalam rumah.

Lampu depan rumah juga masih menyala di siang hari, memberi kesan tak berpenghuni.

Suasana lingkungan sekitar pun relatif tenang. 

Tidak ada aktivitas warga di sekitar rumah, hanya lalu-lalang kendaraan umum dan pekerjaan konstruksi dari satu rumah tetangga yang sedang dibangun.

15 tersangka ditetapkan

Sejauh ini polisi telah menetapkan 15 tersangka dalam kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) sebuah bank BUMN di Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta (37)

Mereka terbagi dalam empat kluster, yakni kluster aktor intelektual, pengintai, penculik dan eksekutor serta pembuang jasad korban.

Dwi Hartono termasuk klaster aktor intelektual bersama C alias Ken, YJ dan AA.

Sementara kluster penculik yang sudah ditangkap adalah Eras, RS, AT dan RAH.

Adapun delapan lainnya identitasnya belum diungkap polisi. Termasuk peran-peran mereka.

Baca juga: Benarkah Motif Dwi Hartono Habisi Ilham Diduga Pinjaman Kredit 13 Miliar? Ini Gurita Bisnisnya

Polisi juga sejauh ini belum menjelaskan motif penculikan dan pembunuhan kacab bank BUMN ini.

Mohamad Ilham Pradipta diculik saat berada di area parkiran supermarket di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (20/8/2025.

Keesokan harinya, jasad kacab bank BUMN itu ditemukan di area persawahan sawah Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Kamis (21/8/2025), sekitar pukul 05.30 WIB.

Saat pertama ditemukan, saksi melihat kacab bank BUMN ini dalam kondisi tangan dan kaki terikat, serta mata terlilit lakban.

(Serambinews.com/Yeni Hardika)

BACA BERITA LAINNYA DI SINI

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved