Jumat, 8 Mei 2026

Berita Internasional

Tragis! Pengantin Pria di Turki Tewas di Hari Pernikahan, Terkena Peluru Kala Tembakan Perayaan

Ali K, seorang pengantin pria berusia 23 tahun, tewas setelah tertembak dalam insiden tembakan perayaan di hari pernikahannya sendiri.

Tayang:
Editor: Saifullah

Dalam konteks pernikahan, tembakan dianggap sebagai cara untuk mengekspresikan kebahagiaan dan kehormatan atas penyatuan dua keluarga.

·       Pengaruh Tradisi Kesukuan dan Pedesaan: Di banyak komunitas pedesaan Turki, terutama di wilayah timur dan utara seperti Trabzon dan Gaziantep, senjata api merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari.

Tradisi ini dipengaruhi oleh budaya kesukuan yang menjunjung tinggi keberanian dan maskulinitas, di mana kepemilikan senjata menjadi simbol status sosial.

·       Perayaan Kolektif: Dalam pesta pernikahan, tembakan ke udara sering dilakukan secara kolektif oleh para tamu pria, sebagai bentuk partisipasi aktif dalam merayakan momen sakral.

Sayangnya, dalam praktiknya, banyak yang tidak memahami risiko atau tidak memiliki pelatihan penggunaan senjata yang memadai.

Dampak dan Kontroversi

·       Korban Jiwa dan Luka-Luka: Tradisi ini telah berulang kali menimbulkan tragedi.

Seperti kasus terbaru di Laut Hitam, seorang pengantin pria tewas akibat peluru nyasar saat pesta pernikahan.

Bahkan pada 2010, seorang mempelai pria secara tak sengaja menewaskan tiga anggota keluarganya dan melukai delapan lainnya saat menembakkan senjata Kalashnikov dalam perayaan.

·       Upaya Pemerintah dan Penegakan Hukum: Pemerintah Turki telah berulang kali mengeluarkan peringatan dan larangan terhadap praktik ini.

Namun, lemahnya penegakan hukum di daerah terpencil dan kuatnya tekanan budaya membuat tradisi ini sulit diberantas sepenuhnya.

·       Perubahan Sosial dan Edukasi: Dalam beberapa tahun terakhir, kampanye edukasi dan kesadaran publik mulai digalakkan oleh media dan organisasi sipil.

Banyak keluarga muda di kota-kota besar mulai meninggalkan tradisi ini demi keselamatan dan modernitas.

Tradisi tembakan perayaan di Turki adalah contoh nyata bagaimana budaya bisa menjadi pedang bermata dua--di satu sisi mempererat komunitas, di sisi lain bisa merenggut nyawa.(*)

 

 

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved