Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Internasional

Tragis! Pengantin Pria di Turki Tewas di Hari Pernikahan, Terkena Peluru Kala Tembakan Perayaan

Ali K, seorang pengantin pria berusia 23 tahun, tewas setelah tertembak dalam insiden tembakan perayaan di hari pernikahannya sendiri.

Tayang:
Editor: Saifullah

Terutama di kawasan Laut Hitam, di mana tembakan perayaan dianggap sebagai bagian dari tradisi pesta pernikahan.

Sayangnya, ini bukan kali pertama tradisi tersebut menelan korban.

Hanya sepekan sebelumnya, sebuah pesta pernikahan di Provinsi Trabzon, Turkiye timur laut, juga berujung pada tragedi.

Seorang pria tewas dan dua lainnya luka-luka akibat tembakan perayaan yang dilakukan sebelum pesta dimulai.

Pernikahan itu akhirnya dibatalkan, dan dua orang--termasuk seorang polisi--ditahan atas keterlibatan mereka dalam insiden tersebut.

Baca juga: VIDEO 5.000 Tentaranya Dituding Bantu Israel, Turki Cabut Kewarganegaraan Prajurit yang Gabung IDF

Tradisi menembakkan senjata ke udara memang telah lama menjadi bagian dari budaya perayaan di beberapa komunitas.

Namun insiden-insiden tragis seperti ini menunjukkan bahwa kebiasaan tersebut tidak lagi bisa ditoleransi.

Ketika kegembiraan berubah menjadi duka, dan cinta berubah menjadi kehilangan, masyarakat Turkiye dihadapkan pada pertanyaan besar: sampai kapan tradisi ini akan terus dipertahankan?

Pemerintah dan aparat penegak hukum kini dihadapkan pada tantangan untuk mengedukasi masyarakat dan menegakkan hukum secara tegas agar tragedi serupa tidak kembali terulang.

Sebab, tak ada perayaan yang sepadan dengan nyawa yang hilang.

Baca juga: Megawati Hangestri Main di Liga 2 Voli Turki Musim Depan, Perkuat Klub Manisa BBSK

Asal Usul Tradisi Tembakan Saat Perayaan

Tradisi menembakkan senjata ke udara saat perayaan pernikahan di Turki, khususnya di wilayah pedesaan dan kawasan Laut Hitam, merupakan kebiasaan lama yang berakar dari budaya perayaan dan simbol kegembiraan.

Meski terlihat meriah, tradisi ini menyimpan sejarah panjang yang kompleks dan kontroversial.

Asal usul dan makna budaya tersebut bisa disimpulkan sebagai berikut:

·       Simbol Kemenangan dan Sukacita: Menembakkan senjata ke udara awalnya digunakan sebagai simbol kemenangan atau keberhasilan, mirip dengan letusan meriam dalam perayaan militer.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved