Pimpinan DPRA Datangi Pemilik Obligasi Tahun 1950, Ini Tujuannya
Obligasi yang dimiliki masyarakat Aceh itu, jenisnya bermacam-macam, ada obligasi untuk beli pesawat, kapal laut, dan lainnya.
Penulis: Herianto | Editor: Yusmadi
Laporan Herianto | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH -- Ketua DPRA, Tgk Muharuddin dan Wakil Ketua I Drs Sulaiman Abda MSi, Senin (16/4/2018) siang mendatangi sejumlah rumah penduduk yang memiliki sertifikat obligasi tahun 1950.
Tujuan dari kunjungan Ketua DPRA, Muharuddin dan wakilnya, Sulaiman Abda mendatangi pemilik obligasi sertifikat utang negara itu adalah menindaklanjuti persoalan itu secara serius.
“Pansus Dana Obligasi Masyarakat Aceh untuk sumbangan kepada pemerintah pusat pada tahun 1950-1959 itu, akan ditangani serius,” kata Ketua DPRA, Muharuddin kepada Serambinews.com.
Baca: Di Obligasi Tertulis Tahun 1950, Pesawat Dibeli Tahun 1948, Begini Jawaban Pemegang Obligasi
Muharuddin menjelaskan, Pansus Dana Obligasi Masyarakat Aceh kita bentuk, pertama untuk menjelaskan kepada publik, bahwa pada tahun 1950 – 1959, benar ada masyarakat Aceh, banyak membantu krisis keuangan yang dialami pemerintah pusat, baik dalam membeli sertifikat obligasi, hibah maupun lainnya.
Obligasi yang dimiliki masyarakat Aceh itu, kata Muharuddin, jenisnya bermacam-macam, ada obligasi untuk beli pesawat, kapal laut, dan lainnya.
Baca: Pemegang Obligasi Diminta Melapor
Contohnya, seperti obligasi yang dimiliki Nyak Sandang, di Lamno Aceh Jaya, dengan nilai 100 rupiah.
Selain Nyak Sandang, kata Muharuddin, masih banyak lagi masyarakat Aceh yang memiliki dokumen obligasi seperti yang dimiliki Nyak Sandang.
Kepada Pemerintah, Nyak Sandang, tidak meminta obligasinya itu diganti, atau dibayar, meskipun membayar utang negara kepada masyarakata itu wajib dilakukan.
Tapi yang ia minta adalah perhatian pemerintah terhadap dirinya.
Nyak Sandang, minta diberangkatkan naik haji, kemudian minta matanya dioperasikan dan ketiga pemerintah membangun masjid di Kampungnya.
Baca: Kisah Pesawat RI-001 Selundupkan Senjata Pasca Kemerdekaan, Berkat Sumbangan Nyak Sandang
Dari sejumlah permintaan yang dimintak Nyak Sandang, satu telah dikabulkan Presiden Joko Widodo, yaitu mengoperasi mata Nyak Sandang yang tidak bisa melihat, karena katarak, sekarang sudah dioperasi dan beliau sudah kembali bisa melihat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pimpinan-dpra-datangi-pemilik-obligasi_20180416_180921.jpg)