SALAM SERAMBI
Sudah Bolos Merokok Pula, Siswa Pantas Ditindak
HARIAN Serambi Indonesia edisi Minggu kemarin, antara lain, memberitakan ulah sejumlah siswa di Blangpidie, ibu kota Kabupaten Aceh Barat Daya
HARIAN Serambi Indonesia edisi Minggu kemarin, antara lain, memberitakan ulah sejumlah siswa di Blangpidie, ibu kota Kabupaten Aceh Barat Daya yang bolos pada jam sekolah dan berkeliaran di luar. Mereka juga dipergoki sedang pesta rokok.
Ulah mereka terungkap saat dirazia oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh Barat Daya saat bolos pada jam belajar, Jumat (8/11/2019) di kompleks perkantoran pemkab setempat.
Dalam razia yang dipimpin oleh Sekretaris Satpol PP dan WH Aceh Barat Daya, Nazaruddin MM, itu para siswa yang kepergok sedang merokok langsung lari pontang-panting menghindar dari sergapan petugas.
Begitupun, petugas berhasil mengamankan dua siswa yang tak sempat lari. Mereka ditemukan dalam keadaan masih berseragam Pramuka dan di jari mereka masing-masing ada rokok yang sudah tersulut.
Setelah diamankan sebentar, kedua siswa yang bolos itu kemudian diserahkan kepada orang tua masing-masing untuk dibina.
Upaya ini merupakan tindak lanjut dari permintaan Wakil Bupati Aceh Barat Daya agar Satpol PP aktif mengatasi anak sekolah yang berkeliaran pada jam belajar. Apalagi kalau mereka melakukan hal-hal yang tidak terpuji saat bolos, misalnya merokok, main judi online, nonton video porno, atau bahkan mengonsumsi narkoba.
Pembaca yang budiman. Kisah yang tersaji dalam pemberitaan Serambi Indonesia ini bukanlah peristiwa besar dan baru, mengingat hal serupa kerap terjadi di hampir seluruh kabupaten/kota di Aceh. Namun, kalau kita terus abai dan menganggap hal ini persoalan kecil atau sepele, maka jangan heran kalau peristiwa serupa akan terus terulang. Ada kalanya anak orang lain yang kedapatan merokok saat bolos sekolah dan di lain waktu jangan kaget kalau pelakunya adalah anak kita sendiri.
Rokok memang sesuatu yang masih debatable. Tapi anak sekolah yang belum punya penghasilan lalu merokok, itu sungguh hal yang sulit diterima akal sehat.
Bukan saja mereka secara sadar meracuni hidupnya, tapi juga memaksakan diri untuk memperoleh rokok dengan cara-cara tidak terhormat. Misalnya, meminta kepada teman, diam-diam mencuri rokok ayahnya di rumah, atau bahkan menahan diri tak jajan di kantin sekolah lalu uangnya dibelikan rokok.
Kebiasaan seperti ini bila terus terpupuk dengan konsisten, maka yang kita tuai kelak adalah generasi perokok. Bagi Aceh, perokok adalah komunitas yang, maaf, tercitrakan buruk. Secara nasional, hanya di Aceh perokoknya luar biasa bernafsu. Mereka rata-rata mengisap rokok 19,5 batang per hari. Lebih dari 70 persen perokok berat di Aceh adalah orang miskin.
Ini sebab, BPS bersama Bank Indonesia, bahkan Bappeda, selalu mengklaim bahwa konsumsi rokok di Aceh berkorelasi dengan kemiskinan. Orang miskin yang merokok tak sempat menabung, karena uang ekstranya dihabiskan untuk rokok.
Di sisi lain, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh sudah lama mendapat fakta bahwa rokok adalah pintu gerbang jadi narkobais. Jangan kaget bahwa jumlah pelajar dan mahasiswa di Aceh saat ini yang terpapar narkoba sudah mencapai 69.066 orang. Angka ini lebih tinggi dari jumlah pekerja/pegawai di Aceh yang positif narkoba, hanya sekitar 48.000 orang.
Artinya, pelajar dan mahasiswa yang umumnya belum punya penghasilan tetap, tapi justru paling banyak mengonsumsi narkoba. Kalau kita biarkan mereka terus merokok dan bolos sekolah, mau jadi apa mereka kelak? Tak mungkinlah Aceh yang termiskin di Sumatra kita serahkan estafet kepemimpinannya kepada generasi pencandu rokok dan sudah rusak karena narkoba.
Maka, kalau sekarang dipergoki ada siswa yang bolos dan petentang-petenteng merokok di ruang publik, tindak saja! Panggil orang tuanya agar serius melakukan pembinaan. Semua ini demi kebaikanmasa depan mereka dan kemaslahatan bersama. Kalau kita tak tegas memerangi rokok dan narkoba, juga siswa malas, jangan pernah berharap Aceh Hebat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/hahaha.jpg)