Supiati Abdullah dan Muhammad Syawal Wakili Aceh dalam Konfrensi HAM Internasional
Acara tersebut merupakan rangkaian dari peringatan 75 tahun Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM).
Laporan Yocerizal | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Penyuluh Agama Madya Kota Banda Aceh, Supiati Abdullah dan Guru SMA Sukma Bangsa Pidie Muhammad Syawal menjadi peserta Konfrensi HAM Internasional (ICCRL) yang diselenggarakan di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, 14- 15 November 2023.
Acara tersebut mengangkat tema ‘Human Dignity and Rule of Law for a Peaceful and Inclusive Society’, yang merupakan rangkaian dari peringatan 75 tahun Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM). Sedikitnya ada 30 narasumber terkemuka di dunia yang akan dihadirkan.
Konferensi ini didasarkan atas kerja sama antara Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Institut Leimena, untuk memperkuat penghormatan terhadap supremasi hukum, melalui program pelatihan bagi guru, dosen, penyuluh agama/pendidik, tentang Literasi Keagamaan Lintas Budaya.
Program yang diluncurkan oleh Institut Leimena pada tahun 2021 ini telah melatih lebih dari 4.500 guru di seluruh Indonesia bekerja sama dengan 18 lembaga keagamaan dan pendidikan.
Peserta yang diundang untuk menghadiri konferensi ini secara langsung adalah para pemimpin masyarakat sipil, cendekiawan, dan guru terpilih dari program ini. Namun, untuk menjangkau peserta yang lebih luas, sesi pleno juga akan dibuka untuk peserta di seluruh dunia secara online melalui Zoom.
Supiati Abdullah dan Muhammad Syawal menjadi bagian dari 100 peserta seluruh Indonesia yang diundang dalam konferensi internasional ini. Mereka berdua sebelumnya juga ikut terlibat dalam pelatihan Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB).
“Alhamdulillah, saya mengikuti pelatihan LKLB pada tahun 2022 dan aktif mengikuti upgrading course secara intensif, karena banyak ilmu dan pencerahan yang saya dapat dari setiap sesi dari narasumber hebat di bidangnya, hingga mendapatkan undangan ini langsung dari Institut Laimena,” kata Supiati.
Demikian juga dengan Muhammad Syawal Djamil selaku guru yang berprestasi dalam literasi penulisan. Ia mendapat undangan setelah menjadi bagian dari tim mentoring dalam pelatihan menulis bagi ratusan alumni LKLB yang dilaksanakan Juli hingga September 2023.
“Alhamdulillah, saya tidak menyangka mendapat undangan dari Leimena Istitute untuk hadir, berdiskusi, dan menyerap ilmu dalam acara yang bergengsi dan berguna bagi keberagaman,” kata Syawal.
Syawal juga menambahkan bahwa di Sekolah Sukma Bangsa Pidie, siswanya sangat beragam.
“Makanya konferensi ini penting bagi saya. Jadi selain ikut mentoring kawan-kawan dalam program LKLB menulis, saya juga menuliskan satu praktik baik saya dalam menjaga keberagaman. Insya Allah buku itu akan dilaunching dalam konferensi ini,” ungkap Syawal.(*)
Baca juga: Penderita Kanker, Bolehkah Berobat Kampung?
Baca juga: Euforia Puncak Shopee 11.11 Big Sale: Brand Lokal & UMKM Berhasil Cetak Rekor Transaksi 7 Kali Lipat
Baca juga: Komplotan Pencuri Sepeda Motor di Pidie Ditangkap, Penadahnya juga Dibekuk
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Konfrensi-HAM-Internasional.jpg)