Air Bersih

Air Bersih Hanya Khayalan di Gampong Naleung Aceh Timur

Warga Gampong Naleung harus membeli air bersih di pasar dengan harga Rp 5.000 per galon, dan setelah diangkut ke Gampong, harganya meningkat menjadi 8

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/Maulidi Alfata
Mahyuddin warga Gampong Naleung mengeluh ketiadaan air bersih di tempatnya, Jumat (31/5/2024). 

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Gampong Naleung, yang terletak di Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, telah menghadapi tantangan yang serius dalam hal akses air bersih, Jumat (31/5/2024).

Selama 35 tahun, warga Gampong Naleung mengandalkan air asin untuk mandi dan mencuci pakaian, karena tidak ada pasokan air bersih atau layanan PDAM sejak tahun 1989.

Bagi mereka, air bersih hanyalah khayalan tinggi.

"Air bersih itu khayalan kami saja, untuk konsumsi minum kami membeli air bersih di pasar, air galon dengan harga Rp 5.000 per galon, kalau sudah di masukkan ke Gampong air galon harganya jadi 8 ribu rupiah, karena dibawa menggunakan rakit agak sedikit susah," ungkap salah satu Warga Gampong Naleung Mahyuddin.

Warga Gampong Naleung harus membeli air bersih di pasar dengan harga Rp 5.000 per galon, dan setelah diangkut ke Gampong, harganya meningkat menjadi 8 ribu rupiah karena pengangkutan menggunakan rakit yang memerlukan usaha ekstra.

Baca juga: Mesin Pompa Terbakar, Sumur Minyak Ilegal Meledak

Meskipun Gampong tetangga seperti Simpang Lhe memiliki akses air bersih melalui pipa PDAM, Gampong Naleung masih belum mendapatkan layanan serupa.

"Katanya tidak ada anggaran, untuk penyambugan pipa ke desa kami," tuturnya.

Sekretaris Gampong Naleung, Ridwan, menjelaskan bahwa ada 303 kepala keluarga di Gampong Naleung yang mengandalkan air asin untuk keperluan sehari-hari.

Meskipun ada PDAM di Gampong Seuneubok Seuntang, akses ke Gampong Naleung terhambat oleh jarak yang cukup jauh dan minimnya penduduk di sepanjang jalur tersebut.

"Ada sedikit jauh aksesnya ini yang kemudian mereka beralasan bahwa untuk aksesnya menakan bayangan biaya," ungkap Ridwan

Direktur Utama Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Peusada Iskandar menyatakan bahwa penyaluran air bersih ke Gampong Naleung memang memerlukan koordinasi dengan pemerintah setempat.

"Meskipun prosesnya tidak mudah, upaya ini penting untuk memastikan bahwa masyarakat di Aceh Timur memiliki akses yang setara dengan warga lainnya," jelas Iskandar.

Dengan adanya sumur air baru, diharapkan kesehatan dan kesejahteraan warga Gampong Naleung akan meningkat. Selain itu, warga juga berkomitmen untuk membiayai pipanisasi ke rumah mereka sendiri setelah sumur selesai dibangun.

"Situasi ini mengingatkan kita tentang pentingnya akses air bersih dan sanitasi yang layak," pungkasnya.

Semoga langkah-langkah seperti ini dapat membantu mewujudkan kampung-kampung bebas buang air besar sembarangan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Aceh Timur.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved