Breaking News

PON 2024

Selama PON, Transaksi Perbankan di Aceh Capai Rp 18,381 Triliun

Kepala OJK Aceh, Daddi Peryoga, mengungkapkan peningkatan ini terlihat jelas dalam laporan Data Transaksi Perbankan Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit U

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Mursal Ismail
FOR SERAMBINEWS.COM
Kepala OJK Provinsi Aceh, Daddi Peryoga 

Kepala OJK Aceh, Daddi Peryoga, mengungkapkan peningkatan ini terlihat jelas dalam laporan Data Transaksi Perbankan Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) pada periode 1 - 19 September 2024, yang mencatat transaksi perbankan total di Aceh mencapai Rp 18,381 triliun.

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat peningkatan drastis transaksi keuangan di wilayah Aceh selama pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 Aceh-Sumut.

Kepala OJK Aceh, Daddi Peryoga, mengungkapkan peningkatan ini terlihat jelas dalam laporan Data Transaksi Perbankan Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) pada periode 1 - 19 September 2024, yang mencatat transaksi perbankan total di Aceh mencapai Rp 18,381 triliun.

"Berdasarkan data yang kami himpun, volume transaksi tunai selama PON sangat signifikan. 

Penarikan tunai melalui ATM/CRM mencapai Rp 2,31 triliun, sementara penarikan melalui teller tercatat sebesar Rp 6,34 triliun. Total penarikan tunai mencapai Rp 8,65 triliun," ujar Daddi, Sabtu (21/9/2024).

Selain itu, lanjut Daddi, setoran tunai juga menunjukkan angka yang besar, dengan total setoran tunai melalui ATM/CRM dan teller sebesar Rp7,96 triliun.

Transaksi keuangan elektronik dan digital juga melonjak. Penggunaan Electronic Data Capture (EDC) mencapai Rp15,45 miliar, sementara transaksi melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mencapai Rp 65,58 miliar.

Baca juga: Nurul Akmal Ingin Gunakan Bonus Emas PON untuk Buka Usaha, Pemerintah Aceh Janjikan Rp 300 Juta

Ia juga menambahkan kehadiran Agen Laku Pandai Perbankan di kecamatan dan desa/gampong seluruh Aceh turut berkontribusi pada peningkatan transaksi. Setoran tunai melalui agen mencapai Rp 1,69 triliun.

Menanggapi isu negatif, Daddi menegaskan bahwa selama pemantauan periode pra-pembukaan 1-8 September 2024, pembukaan, 9 September 2024 hingga pasca-pembukaan, 10-19 September 2024, tidak ada permasalahan signifikan atau pengaduan terkait layanan perbankan dan penyediaan uang tunai di Aceh

Distribusi transaksi berjalan merata dan lancar.

"Perbankan di Aceh telah berhasil bersinergi dan berkolaborasi dengan baik untuk mendukung kelancaran transaksi keuangan selama PON XXI. 

Tingginya perputaran uang dan keterlibatan UMKM lokal dalam event ini diprediksi berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh pada kuartal III 2024," imbuhnya.

Di sisi lain, Kabid Promosi dan Pemasaran PB PON XXI wilayah Aceh, Rahmadhani, mengatakan, rilis tersebut menunjukkan  tren positif pada pelaksanaan multieven di Aceh. Ia menyatakan, PON XXI memberikan dampak besar terhadap perekonomian lokal, terutama melalui pelibatan UMKM dalam kegiatan pendukung.

Baca juga: Pemerintah Aceh Apresiasi Kepeduliaan BSI yang Sediakan Fasilitas Ibadah Selama Penyelenggaraan PON 

"PON XXI bukan hanya ajang olahraga, tetapi momentum peningkatan ekonomi melalui pergerakan transaksi masif, melibatkan pelaku usaha dari berbagai skala," tutupnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved