Video

VIDEO Kisah Korban Serangan Buaya di Aceh Singkil, Mengais Nafkah dengan Tangan tak Sempurna

Kaetek perempuan 51 asal Desa teluk Rumbia, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, merupakan penyintas serangan buaya. 

|
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Fadia Azzahara

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Kekuatan untuk bertahan hidup terpancar dari mata Kaetek, seorang perempuan berusia 51 tahun dari Desa Teluk Rumbia, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil.

Ia adalah seorang penyintas yang selamat dari serangan buaya yang mengerikan, namun kini harus berjuang dengan keterbatasan fisik dan harapan yang tipis untuk bisa mandiri kembali.

Peristiwa nahas itu terjadi di sungai yang terletak persis di belakang rumahnya, tempat ia biasa beraktivitas. Kaetek menceritakan bagaimana buaya itu tiba-tiba menyerang dan melukainya. "Tiba-tiba saja, tak ada tanda-tanda, buaya itu sudah di depan mata," kenangnya dengan nada getir.

Baca juga: VIDEO - Irdam Iskandar Muda Cek Kualitas Jembatan TMMD di Aceh Singkil

Meskipun berhasil lolos dari maut, serangan tersebut meninggalkan luka permanen. Tangan Kaetek tak lagi normal, membuatnya tidak bisa melakukan pekerjaan berat seperti sedia kala.

Kondisi ini sangat memukulnya, terutama karena ia kini kesulitan untuk mencari nafkah. Sebagai tulang punggung bagi dirinya sendiri, Kaetek kini merasa terhimpit. "Saya tidak bisa lagi bekerja keras, tangan ini tidak kuat," ujarnya sambil menatap tangannya yang tak lagi sempurna.

Baca juga: Rumah Dinas Guru SD Lentong Aceh Singkil yang Terbakar Ditempati Warga

Di tengah keterbatasan ini, Kaetek tidak patah arang. Ia memiliki satu harapan sederhana: mendapatkan bantuan modal untuk memulai usaha jualan kecil-kecilan. Baginya, modal tersebut bukan sekadar uang, melainkan sebuah jembatan untuk kembali mandiri dan mempertahankan hidupnya.

"Saya berharap ada yang bisa bantu modal, sedikit saja, supaya bisa jualan. Cukuplah untuk mempertahankan hidup," harapnya.

Kisah Kaetek adalah potret nyata perjuangan masyarakat di daerah yang rentan terhadap konflik dengan satwa liar. Cerita ini bukan hanya tentang serangan buaya, tetapi juga tentang kegigihan seorang perempuan untuk terus berjuang meskipun dihadapkan pada cobaan yang berat.

Baca juga: VIDEO - Dua Unit Rumah Dinas Guru SD Lentong Aceh Singkil Terbakar 

Saat ini, Kaetek hanya bisa berharap uluran tangan dari pihak terkait atau siapa pun yang terketuk hatinya, agar ia bisa kembali menata hidupnya dan berdiri di atas kaki sendiri.  (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved