Berita Aceh Barat

Berbulan-bulan Konflik dengan Gajah, Warga Aceh Barat Kini Bisa Bernapas Lega

“Biasanya mereka datang malam hari. Kami sudah berkali-kali berjaga untuk menghalau, tapi gajah itu tidak mau menjauh, Namun...

Penulis: Sadul Bahri | Editor: Nurul Hayati
Foto/dok BPBD.
PASANG GPS COLLAR - Tim BKSDA dan BPBD Aceh Barat saat mendekati kawanan gajah liar melalui penelusuran jejaknya di kawasan Lango, Kecamatan Pante Ceureumen, Minggu (27/7/2025), untuk pemasangan GPS Collar pada salah satu gajah liar. 

“Biasanya mereka datang malam hari. Kami sudah berkali-kali berjaga untuk menghalau, tapi gajah itu tidak mau menjauh. Namun, untuk saat ini dalam kondisi aman, dan untuk kedepannya kita tidak tau,” tambah T Sulaiman.

Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Setelah berbulan-bulan dilanda kekhawatiran akibat serangan kawanan gajah liar, warga di kawasan Canggai, Lawet, dan Lango di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, untuk sementara waktu dapat bernapas lega.

Konflik antara manusia dan gajah yang selama ini meresahkan masyarakat setempat, kini dilaporkan mulai mereda di tiga gampong tersebut.

Keuchik Gampong Canggai, T Sulaiman, saat dikonfirmasi Serambinews.com, Kamis (28/8/2025), mengatakan bahwa dalam beberapa pekan terakhir tidak lagi terlihat keberadaan kawanan gajah liar yang sebelumnya kerap merusak tanaman warga.

“Saat ini konflik gajah sudah mereda sejak beberapa pekan belakangan ini,” ujar Keuchik Canggai.

Dikatakannya, bahwa gangguan dari kawanan gajah liar ini sebenarnya telah berlangsung sejak tahun lalu.

Gajah-gajah tersebut diketahui sering memasuki pemukiman dan area perkebunan dan perumahan warga untuk mencari makan, menyebabkan kerusakan pada berbagai tanaman seperti pohon kelapa sawit, padi, pisang, hingga kelapa.

“Biasanya mereka datang malam hari. Kami sudah berkali-kali berjaga untuk menghalau, tapi gajah itu tidak mau menjauh. Namun, untuk saat ini dalam kondisi aman, dan untuk kedepannya kita tidak tau,” tambah T Sulaiman.

Baca juga: Diduga Minum Racun Rumput, Seekor Gajah Jantan Ditemukan Mati di Ladang Warga Aceh Timur

Meski situasi saat ini relatif aman, aparat desa dan pihak terkait tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.

“Kami harap warga tetap siaga dan melapor, jika melihat tanda-tanda kemunculan gajah kembali, karena ini bisa terjadi kapan saja,” pungkas Keuchik T Sulaiman.

Sementara menanggapi konflik tersebut, pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat sebelumnya telah melakukan upaya pelacakan dan pengawasan terhadap pergerakan kawanan gajah.

Salah satu langkah yang diambil adalah rencana pemasangan GPS Collar pada salah satu gajah, dengan harapan dapat memantau pergerakan mereka secara lebih akurat.

Namun, sayangnya, upaya tersebut terpaksa ditunda setelah tim menghadapi perlawanan dari kawanan gajah yang semakin menjauh ke dalam hutan.

Misi pemasangan GPS Collar harus ditunda, demi menjaga keselamatan petugas, karena kondisi di lapangan tidak memungkinkan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved