Berita Banda Aceh

Niat Cari Suami di Banda Aceh, Seorang Ibu Muallaf dan Anaknya Terlantar di Halte Bus

Kondisi mereka yang memprihatinkan mengundang perhatian masyarakat setelah warga melihat seorang anak kecil tidur di halte. 

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/Dinsos Kota Banda Aceh
TERLANTAR - Seorang ibu muallaf berinisial F (40) bersama putrinya CD (8) ditemukan terlantar di halte bus Trans Kutaraja depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Keduanya sudah tiga hari berada di kota tersebut tanpa tempat tinggal sebelum akhirnya dievakuasi oleh Satpol PP dan WH ke Rumah Singgah Lamjabat Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Selasa (26/8/2025) dini hari. 

Niat Cari Suami di Banda Aceh, Seorang Ibu Muallaf dan Anaknya Terlantar di Halte Bus

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Seorang ibu muallaf berinisial F (40) bersama putrinya CD (8) ditemukan terlantar di halte bus Trans Kutaraja depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh

Keduanya sudah tiga hari berada di kota tersebut tanpa tempat tinggal sebelum akhirnya dievakuasi oleh Satpol PP dan WH ke Rumah Singgah Lamjabat Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Selasa (26/8/2025) dini hari.

Informasi yang dihimpun, F datang ke Banda Aceh dengan tujuan mencari suaminya yang sudah lama tidak memberi kabar. 

Sebelumnya, ia tinggal di Aceh Jaya bersama keluarganya yang telah memeluk Islam. 

Namun, pasca ditinggalkan suami, F mengalami depresi hingga nekat membawa anaknya ke Banda Aceh meski tanpa persiapan.

Baca juga: Kisah Lansia di Ulee Kareng, Sakit dan Terlantar Tanpa Keluarga, Kini Tempati Panti Jompo

Kondisi mereka yang memprihatinkan mengundang perhatian masyarakat setelah warga melihat seorang anak kecil tidur di halte. 

Laporan itu segera ditindaklanjuti oleh Dinas Sosial Kota Banda Aceh melalui Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehsos) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Setelah dilakukan asesmen awal, Dinas Sosial Kota Banda Aceh berkoordinasi dengan Dinas Sosial Aceh untuk memulangkan F dan anaknya kembali ke Aceh Jaya. 

Pemerintah juga memberikan bantuan berupa biaya pemulangan dan sandang sebagai bentuk perhatian terhadap keluarga tersebut.

Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Sukmawati menjelaskan, F yang merupakan muallaf asal Medan datang ke Banda Aceh untuk mencari suaminya yang sudah lama tidak memberi kabar.

Sebelumnya, ia tinggal di Aceh Jaya bersama keluarga suaminya yang muslim.

Namun, pasca ditinggalkan, ia mengalami depresi hingga nekat membawa anaknya ke Banda Aceh.

“Ibu ini seorang muallaf asal Medan yang ditinggalkan suaminya di Aceh Jaya bersama keluarganya yang muslim, dalam kondisi depresi ibu dan anaknya ini ke Banda Aceh tujuan mencari suaminya yang sudah lama tidak memberi kabar,"

"setelah dilakukan asesmen di Rumah Singgah ibu dan anaknya dikembalikan ke Aceh Jaya atas bantuan biaya pemulangan dan bantuan sandang oleh Dinas Sosial Provinsi Aceh,” ujar Sukmawati, Rabu (27/8/2025).

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved