PT Trans Continent
PT Trans Continent Gorontalo Resmi Jadi Pusat Logistik Berikat
PLB merupakan fasilitas fiskal dari Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Zaenal
Keberadaan PLB diproyeksikan memberi dampak positif bagi sektor pertambangan, agroindustri, peternakan, serta sektor produktif lainnya.
Fasilitas penimbunan dan distribusi yang lebih dekat ke sumber produksi diyakini dapat menekan biaya logistik, mengurangi waktu tunggu, dan meningkatkan kepastian usaha.
Saat ini PT Trans Continent memiliki sekitar 400 karyawan, lebih dari 300 armada darat, serta jaringan 22 cabang di Indonesia dan tiga cabang luar negeri (Australia, Filipina, Malaysia).
Perusahaan ini juga tercatat sebagai pionir logistik di Indonesia yang memperoleh sertifikasi pengangkutan sianida untuk kebutuhan industri pertambangan emas.
Selain PLB, PT Trans Continent mengelola lahan seluas 18 hektare di Gorontalo untuk berbagai kegiatan usaha, mulai dari penggemukan sapi, pembangunan pabrik virgin coconut oil (VCO), pengolahan nilam, hingga industri berbasis kelapa seperti arang dan karbon aktif.
Baca juga: PT Trans Continent Salurkan Rp 100 Juta untuk Korban Banjir di Aceh
Prospek Gorontalo
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai ekspor Provinsi Gorontalo pada November 2025 mencapai sekitar US$8,35 juta, meningkat dibanding bulan sebelumnya.
Komoditas utama adalah pelet kayu dan produk turunan pertanian, sementara sektor pertambangan dan penggalian turut menopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan dukungan infrastruktur logistik yang semakin kuat, Gorontalo diharapkan mampu mempertegas perannya sebagai simpul perdagangan dan distribusi di kawasan Indonesia Timur.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/PT-Trans-Continent-resmikan-operasional-PLB-di-Gorontalo.jpg)