Citizen Reporter
Aceh Darussalam Aman: Dompet Hilang, Dikembalikan Utuh
Mahasiswi asal Thailand mengaku salut pada kejujuran warga Aceh usai dompetnya yang hilang dikembalikan utuh oleh warga.
Laporan: Veesam Samoh (Mahasiswi asal Thailand di FISIP Universitas Syiah Kuala Banda Aceh)
SERAMBINEWS.COM, Banda Aceh – Sebelum Indonesia terbentuk, nama Aceh adalah Kesultanan Aceh Darussalam.
Julukan “Darussalam” juga ditabalkan pada daerah asal saya, yaitu Kesultanan “Patani Darussalam” yang kini menjadi bagian Thailand.
Tidak hanya itu, gelar “Darussalam” terpasang juga pada Kesultanan Brunei Darussalam.
Terasa menjadi saudara segi tiga: Aceh Darussalam, Patani Darussalam, dan Brunei Darussalam.
Indah sekali kedengaran dan jejak peradaban Islam di tiga kerajaan Melayu Islam ini pada masa lampau.
Setelah saya tamat pendidikan menengah dari Pesantren Modern Tgk Chik Oemar Diyan Indrapuri dan kini lanjut kuliah di Universitas Syiah Kuala (USK), saya berkesimpulan Aceh ini memang layak berjuluk “Darussalam”.
Darussalam berasal dari dua kata dari Bahasa Arab: Daar dan Salaam. Artinya rumah (daerah, kawasan, wilayah, negeri) yang aman, damai, makmur, sentosa.
Wah! Bagus sekali kandungan makna yang dicita-citakan oleh leluhur pendiri negeri ini. Ia wajib dilestarikan.
Baca juga: Jangan Lewatkan 5 Amalan Hari Jumat, UAH Sebut Ada Waktu Doa Pasti Dikabulkan
Baca juga: Update Harga Pertalite per Liter di Tengah Kenaikan BBM, Pemerintah Jamin Tak Naik hingga Akhir 2026
Kisah Hilang Dompet
Sebuah dompet milik saya, mahasiswa asal Thailand, terjatuh di jalan raya di sekitar Jembatan Pango melewati putaran Kantor Serambi Indonesia pada Sabtu (2/5/2026) malam.
Saya pun kaget dan syok. Saya merasa ada benda jatuh dari tas samping yang saya bawa.
Ditemani sahabat saya, Dina Alya Hasan, kami berusaha mencarinya dengan bolak-balik mengendarai sepeda motor. Tapi dompet itu tak kami temukan pada malam itu.
Beruntung, dompet tersebut ditemukan oleh warga Aceh asal Lubuk, yang bernama Jamaluddin. Jamaluddin berusaha mencari pemiliknya untuk mengembalikannya dalam kondisi utuh.
Jamaluddin mengaku, dompet yang berisi uang tunai, kartu ATM dan kartu pustaka itu ditemukan di lokasi tersebut.
Jamaluddin berinisiatif untuk memposting berita penemuan dompet di Instagram (IG) untuk mencari pemiliknya.
Postingan awal ini kemudian dibantu disebarkan oleh akun IG lain, termasuk komunitas IG Aceh Besar, sehingga informasi itu tersebar luas, dan akhirnya terhubung dengan saya sebagai pemiliknya.
Kemudian pada esok harinya, dompet itu berhasil dikembalikan langsung kepada saya tanpa ada barang yang hilang.
Bahkan, Jamaluddin mengantar langsung ke rumah keluarga angkat saya di kawasan Pagar Air, Aceh Besar.
Saya salut pada kejujuran orang Aceh, yang bersusah payah mencari pemilik benda yang hilang.
Jamaluddin menjadi simbol kejujuran dan kebaikan orang Aceh, yang ingin menjaga martabat Aceh sebagai negeri yang Darussalam.
Kondisi Aceh yang baik, ramah, dan religius ini yang membuat kami para pelajar dari Thailand, Malaysia dan negara lain betah tinggal dan belajar di Aceh dalam jangka lama, bersambung dari pendidikan menengah hingga perguruan tinggi.
Keramahan orang Aceh yang dikenal dengan suka “Peumulia Jamee” memang luar biasa dan nyata. Bukan dongeng.
Pada awal ajaran 2025-2026, semua kami pelajar dari Thailand pernah diundang dan dijamu makan malam oleh Bapak Tarmizi A Hamid, Khalid (anggota DPRA) dan Hasan Basri M. Nur (dosen UIN Ar-Raniry) di Museum Rumoh Manuskrip Aceh Ie Masen Kayee Adang.
Aceh ini sangat aman dan warga Aceh juga sangat baik dan peduli terhadap sesama. Maka tinggal di Aceh tidak perlu khawatir lagi, dan saya sangat senang tinggal di Aceh.
Citizen Reporter
Aceh Darussalam
Thailand
Serambi Indonesia
mahasiswa thailand di aceh
Mahasiswa Thailand
| Akademisi UIN Ar-Raniry Soroti Pentingnya Etika dan Kompetensi dalam Komunikasi Islam |
|
|---|
| Dari Sopir Truk Menjadi Pengusaha: Raja Khatami Berbagi Waktu untuk Bisnis Sambil Kuliah di UNIKI |
|
|---|
| Student Exchange Ke Brunei: Melihat Langsung Negara yang Religius, Tertib, dan Lestarikan Hutan |
|
|---|
| Rahasia di Balik Kemajuan dan Keteraturan Singapura |
|
|---|
| Indonesia Kaya SDA, Tapi Mengapa Rakyat Miskin dan Bodoh? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Veesam-Samoh-Mahasiswi-asal-Thailand-di-FISIP-Universitas-Syiah-Kuala-Banda-Aceh.jpg)