Kamis, 30 April 2026

Salam

Mengulurkan Tangan di Tengah Banjir Aceh

Langkah Pemerintah Aceh menurunkan sekitar 3.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai relawan ke wilayah terdampak banjir patut diapresiasi.

Tayang:
Editor: mufti
Serambinews.com/HO
PIMPIN APEL - Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir SIP MPA, memimpin Apel Pelepasan Penugasan 3000 Relawan ASN Pemerintah Aceh ke kabupaten/kota terdampak bencana banjir hidrometeorologi, di Lapangan Upacara Setda Aceh, Minggu (28/12/2025). 

Langkah Pemerintah Aceh menurunkan sekitar 3.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai relawan ke wilayah terdampak banjir patut diapresiasi. Soalnya, di tengah kondisi masyarakat yang masih bertahan di pengungsian, kehadiran negara dalam bentuk nyata menjadi penguat harapan bahwa mereka tidak berjuang sendirian.

Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di Aceh sejak akhir November lalu telah meninggalkan dam-pak besar, tidak hanya pada kerusakan fisik, tetapi juga pada sendi-sendi kehidupan masyarakat. Aktivitas terganggu, layan-an dasar terhambat, dan ribuan warga harus menjalani hari-hari sulit dalam keterbatasan. 

Dalam situasi seperti ini, respons cepat dan empati peme-rintah menjadi sangat berarti. Penurunan ribuan ASN tidak se-mata soal jumlah personel, tetapi mencerminkan kepedulian dan tanggung jawab pemerintah daerah terhadap warganya. 

Keterlibatan ASN dalam pembersihan lingkungan, pemulih-an fasilitas umum, hingga pendampingan layanan kesehatan dan sosial diharapkan dapat meringankan beban para korban banjir yang kini masih berjuang di pengungsian.

Kebijakan ini juga menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada aspek darurat, tetapi juga pada upa-ya menjaga martabat dan kesejahteraan masyarakat terdampak. Kehadiran ASN di lapangan memberi pesan kuat bahwa pemerin-tah hadir, mendengar, dan bekerja bersama rakyat.

Untuk itu, kita berharap langkah ini dapat memberikan dam-pak nyata bagi percepatan pemulihan dan menjadi contoh bahwa solidaritas serta gotong-royong masih menjadi kekuat-an utama dalam menghadapi bencana. 
Lebih dari itu, kebijakan seperti ini perlu terus dijaga kon-sistensinya agar masyarakat terdampak benar-benar merasa-kan manfaatnya, hingga mereka mampu kembali bangkit dan menjalani kehidupan secara normal.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Aceh menurunkan sekitar 3.000 relawan ASN ke berbagai daerah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh dalam rangka membantu pemulihan fisik pascabencana. Penglepasan relawan ASN di-lakukan melalui apel di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Aceh, Minggu (28/12/2025).

Para ASN tersebut dikerahkan tidak hanya untuk membantu pemulihan fisik pascabencana, tetapi juga memastikan layan-an kebutuhan dasar masyarakat tetap berjalan, mulai dari ke-bersihan lingkungan, akses fasilitas umum, hingga dukungan pelayanan kesehatan dan sosial bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor sejak akhir November lalu.

Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, selaku Ketua Posko Pena-nganan Bencana Hidrometeorologi Aceh, mengatakan, hingga akhir Desember 2025, kondisi darurat masih dirasakan di berba-gai daerah Aceh. Bencana banjir, longsor, dan cuaca ekstrem ti-dak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak pada ter-ganggunya layanan dasar dan aktivitas keseharian masyarakat.

“Penugasan ASN ini merupakan bagian dari upaya memasti-kan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan dasar di masa sulit. Pemerintah hadir, bekerja, dan peduli,” kata Nasir. Ribu-an relawan ASN dijadwalkan bertugas selama dua hari, pada 29-30 Desember 2025.

Menurut Nasir, kehadiran ASN di lokasi bencana merupakan bentuk empati pemerintah kepada masyarakat yang terdampak. “Kita tidak hanya datang membawa alat dan tenaga, tetapi juga kepedulian. ASN turun langsung untuk mendengar, melihat, dan merasakan apa yang dialami warga,” katanya. Semoga!. 

POJOK

Warga Tangse buru penambang emas, sisir kawasan pegunungan
Jika negara tidak adil, masyarakat akan mencari hu-kum sendiri..

Hunian hotel dan homestay di Kota Sabang turun tajam
Semua pada turun memang, yang mudah naik cuma darah tinggi, tahu?

Jembatan Kutablang terapkan sistem buka tutup per satu jam
Artinya, tersedia cukup waktu untuk makan siang di lokasi, kan?

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved