Kamis, 30 April 2026

Salam

Huntara di Ujung Waktu Ramadhan

6.211 unit huntara tersebut telah rampung dibangun dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat penerima manfaat,” kata Safrizal ZA

Tayang:
Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE SERAMBI INDONESIA EDISI SENIN 20260216 

KEPALA Posko Satgas PRR Wilayah Aceh, Safrizal ZA, menyampaikan bahwa sebanyak 6.211 unit hunian sementara (huntara) di Aceh telah selesai dibangun 100 persen. Ang-ka tersebut merupakan hasil rekapitulasi sementara pemba-ngunan huntara di sejumlah kabupaten/kota terdampak ben-cana, yang diperbarui per Sabtu (14/2/2026).

“6.211 unit huntara tersebut telah rampung dibangun dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat penerima manfaat,” kata Safrizal ZA sebagaimana diberitakan Serambi, Se-nin (16/2/2026).

Capaian ini tentu patut diapresiasi. Dalam waktu relatif singkat, progres melonjak tajam dari 1.810 unit pada 6 Feb-ruari, menjadi 6.211 unit per 14 Februari 2026. Artinya, terja-di percepatan signifikan hanya dalam sepekan terakhir.

Namun di balik angka yang menggembirakan itu, tersim-pan fakta penting yang tidak boleh diabaikan. Kebutuhan huntara di Aceh sebelumnya dilaporkan mencapai lebih dari 16.000 unit. Dengan realisasi 6.211 unit, berarti baru seki-tar 38 persen yang terpenuhi. Masih tersisa hampir 10.000 unit lagi yang harus dibangun.
Masalahnya, waktu kian menipis. Ramadhan diperkirakan mulai 19 Februari 2026. Jika mengacu pada data terakhir 14 Februari, maka waktu tersisa hanya sekitar lima hari.

Secara matematis, tantangan ini sangat berat. Untuk menun-taskan sisa hampir 10.000 unit dalam waktu sekitar lima hari, dibutuhkan pembangunan rata-rata sekitar 2.000 unit per hari. Padahal, jika progres sepekan terakhir dijadikan tolok ukur (se-kitar 4.400 unit dalam delapan hari} kecepatannya berada di ki-saran 550 unit per hari. Jauh dari angka yang dibutuhkan untuk menutup seluruh kekurangan sebelum Ramadhan.
Dengan hitungan sederhana ini, target huntara tuntas sebe-lum Ramadhan secara keseluruhan nyaris mustahil dicapai.

Akselerasi memang masih mungkin dilakukan, tetapi sa-ngat bergantung pada sejumlah faktor krusial, mulai dari ke-tersediaan dan distribusi material, cuaca yang masih berisiko hujan di sejumlah wilayah, koordinasi lintas daerah, hingga kesiapan tenaga kerja serta pengawasan mutu. Tanpa lom-patan logistik dan manajemen yang luar biasa, sisa target sulit dikejar.

Menjalani ibadah puasa di tenda pengungsian tentu jauh dari ideal, baik dari sisi kesehatan, kenyamanan, maupun psikologis. Karena itu, dorongan agar huntara tersedia se-belum Ramadhan bisa dipahami. Tetapi tekanan ini jangan sampai berubah menjadi sekadar perlombaan angka, yang berisiko menurunkan kualitas bangunan atau memicu distri-busi yang tidak merata.

Karena itu pula, kita memandang Pemerintah perlu bersi-kap realistis dan transparan. Jika seluruh kebutuhan hunta-ra tidak mungkin tuntas sebelum Ramadhan, sampaikan ke-pada publik secara jujur. Lebih baik mengumumkan capaian apa adanya, disertai skema prioritas yang jelas.

Kelompok paling rentan meliputi keluarga dengan balita, lansia, ibu hamil, serta warga dengan kondisi kesehatan ter-tentu, harus menjadi prioritas utama untuk dipastikan keluar dari tenda lebih dulu. Target boleh ambisius, tetapi keperca-yaan publik dibangun dari keterbukaan dan konsistensi. Ma-syarakat cenderung lebih menerima target yang direvisi de-ngan alasan rasional daripada janji besar yang tak terpenuhi.

Pada akhirnya, yang terpenting bukan sekadar klaim tun-tas sebelum Ramadhan, melainkan memastikan warga ter-dampak benar-benar memperoleh hunian yang layak, aman, dan manusiawi. Ramadhan adalah momentum empati, dan empati itu seharusnya tercermin dalam kebijakan yang ber-pijak pada realitas, bukan sekadar pada tenggat waktu.

POJOK

Pesawat edukasi haji diresmikan
Jadi jamaah nanti nggak bingung lagi cari nomor kursi, hehehe    

6.211 unit Huntara rampung dikerjakan 
Alhamdulillah rampung 39 persen, tapi lusa sudah Ra-madhan Pak

Basajan perlu dihidupkan kembali
Soalnya sudah berkali-kali Aceh ganti gubernur kan?

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

Tarif Angkutan Harus Rasional

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved