Salam
Mari Bersama Berantas Kasus Khalwat
bertamu ke kos lawan jenis hendaknya cukup di te-ras rumah saja, tidak perlu masuk ke dalam rumah apalagi ke kamar.
HARIAN Serambi Indonesia edisi Senin (16/3/2026) memberitakan, Kasatpol PP dan WH Banda Aceh, Mu-hammad Rizal SSTP MSi, meminta pemilik tempat kos untuk mengawasi tepat usahanya, menyusul maraknya kasus khalwat (berdua-duaan di tempat sepi) yang terjadi di Banda Aceh. “Kami minta kepada pemilik kos agar menga-wasi secara rutin, membina, dan membimbing anak kosnya agar menjaga diri dan tidak melakukan khalwat. Pemilik kos yang me-nyediakan fasilitas atau mempromosikan jarimah khalwat dian-cam dengan cambuk paling banyak 15 kali dan/atau denda pa-ling banyak 150 gram emas murni dan/atau penjara paling lama 15 bulan,” tandasnya.
Selama ini, menurutnya, khalwat marak ditemukan di loka-si terbuka yang gelap seperti kawasan Pantai Ulee Lheue, Kilo-meter Nol Banda Aceh, Taman Tepi kali, dan Tanggul Lamnyong. “Kasus halwat juga dominan ditemukan di rumah-rumah kos, terutama rumah kos yang tanpa pengawasan dari pemiliknya,” jelas Rizal saat dihubungi, Minggu (15/3/2026).
Ia menjelaskan, bertamu ke kos lawan jenis hendaknya cukup di te-ras rumah saja, tidak perlu masuk ke dalam rumah apalagi ke kamar. Rizal juga menyinggung soal masih kurangnya pengawasan dari ma-syarakat sekitar dan pemerintah gampong terhadap rumah kos. Kondi-si ini membuka ruang bagi pelanggar untuk terus mengulangi perbuat-annya. Selama ini, Satpol PP dan WH Banda Aceh terus berkoordinasi dengan aparat gampong dalam meningkatkan pengawasan. Hal ini se-bagai upaya preventif mencegah perbuatan melanggar syariat Islam.
Meningkatnya kasus khalwat dalam beberapa waktu terakhir di Banda Aceh tentu saja menjadi sebuah ironi di ibu kota pro-vinsi yang melaksanakan syariat Islam secara kaffah. Hal ini jelas harus mendapat perhatian serius dari semua pihak dan menjadi alarm bagi kabupaten/kota lain di Aceh. Yang lebih mengkhawatirkan lagi, meski berbagai upaya penegakan syari-at Islam sudah dilakukan oleh pihak berwenang, tapi pelanggar-an yang berkaitan dengan pergaulan bebas ini tetap saja terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa penanganan kasus khalwat tak bisa hanya berfokus pada penindakan semata, tapi butuh keterlibat-an dari seluruh elemen masyarakat.
Dalam banyak kasus di Banda Aceh atau daerah lain, khal-wat sering terjadi di tempat-tempat sepi atau lokasi yang jauh dari pengawasan masyarakat. Hal ini menandakan bahwa tem-pat-tempat yang minim kontrol sosial sering menjadi celah terja-dinya pelanggaran. Karena itu, pengawasan lingkungan oleh ma-syarakat sangat penting untuk mencegah perbuatan melanggar norma dan aturan yang berlaku.
Meski demikian, penanganan kasus khalwat juga perlu dilaku-kan secara bijak, adil, dan proporsional. Penegakan hukum me-mang perlu, tapi pembinaan dan edukasi tentang dampak buruk dari khalwat merupakan hal yang tak bisa diabaikan. Masya-rakat khususnya generasi muda harus mendapat pemahaman yang baik tentang nilai-nilai agama, etika pergaulan, dan tang-gung jawab moral. Orang tua harus lebih aktif memberi perhati-an, pengawasan, dan pendidikan agama kepada anak-anak me-reka. Jika fondasi moral dari rumah sudah kuat, maka potensi pelanggaran dapat diminimalisasi.
Di sisi lain, pemerintah dan aparat penegak hukum juga perlu te-rus meningkatkan sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat. Penegakan hukum harus berjalan konsisten dengan tetap menge-depankan prinsip keadilan dan kemanusiaan. Tegasnya, pembe-rantasan khalwat tak mungkin hanya dibebankan pada pemerintah. Namun, ini adalah tanggung jawab seluruh masyarakat. Karena itu, sudah saatnya semua pihak bersatu memperkuat komitmen men-jaga marwah Aceh sebagai daerah yang menjunjung tinggi syariat Islam. Dengan kebersamaan, kesadaran, serta kepedulian semua pihak, maka upaya pemberantasan kasus khalwat dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Semoga! (*)
POJOK
THR untuk guru di Pidie belum dapat dica-irkan
Kalau begini kondisinya berarti itu bukan tunjangan hari raya kan?
Tujuh pelaku narkoba dicokok
Hampir cukup untuk satu klub sepak bola ya?
Kepedulian sosial harus diperkuat, kata Bupati Aceh Selatan
Sayangnya, tak semua orang mau melaku-kan hal itu kan?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ilustrasi-penggerebekan-pasangan-khalwat-di-kosan-Banda-Aceh-belum-lama-ini.jpg)