Salam
Iduladha, Momen Tingkatkan Kepedulian Sesama
Selain menjadi ajang memperkuat silaturahmi, hari raya kedua bagi umat muslim ini juga mengandung pesan agung tentang keikhlasan, pengorbanan
PADA Rabu (27/5/2026) besok, umat Islam di seantero Nusantara akan merayakan hari raya Iduladha 1447 Hijriah. Selain menjadi ajang memperkuat silaturahmi, hari raya kedua bagi umat muslim ini juga mengandung pesan agung tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama. Hal itu salah satunya terlihat dari penyembelihan hewan kurban oleh warga yang mampu secara ekonomi dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat di sekitar tempat tinggal mereka.
Seperti kita ketahui bersama, penyembelihan kurban merupakan salah satu bentuk ketaatan dan pengorbanan umat muslim kepada Sang Pencipta, Allah Swt. Di balik penyembelihan kurban, ada nilai sosial yang tersirat dalam pelaksanaan ibadah dimaksud. Nilai sosial itu menjadi momentum penguatan solidaritas erta meningkatkan kepedulian dan empati antarsesama. Dengan kata lain, kurban bukan hanya hanya soal menyembelih hewan ternak, melainkan bagaimana umat Islam belajar mengorbankan ego, sifat individualistis, dan rasa acuh terhadap penderitaan orang lain. Artinya, daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat menjadi simbol nyata bahwa kebahagiaan harus dirasakan bersama, terutama oleh mereka yang kurang mampu secara ekonomi.
Dengan kepedulian tersebut, warga yang masih hidup dengan ekonomi terbatas atau kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok, jelas akan terbantu. Karena itu, Iduladha harus menjadi alarm bagi orang-orang yang hidup berkecukupan bahwa mereka sudah seharusnya mempunyai tanggung jawab moral untuk membantu saudara-saudaranya yang membutuhkan. Meski demikian, yang harus diingat bahwa kepedulian sosial tak boleh berhenti saat Iduladha saja melalui pembagian daging kurban semata. Namun, kepedulian dan semangat berbagi antarsesama perlu terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari sepanjang masa. Adapun bentuk nyata dari nilai-nilai Iduladha yang harus terus dijaga oleh setiap muslim, antara lain, membantu tetangga yang kesusahan atau kesulitan, menyantuni anak yatim piatu, peduli terhadap kaum duafa, serta mempererat hubungan antarwarga di lingkungan tempat tinggalnya.
Dalam konteks yang lebih luas, momentum Iduladha hendaknya tidak berlalu begitu saja sebagai rutinitas tahunan. Semangat berbagi dan peduli terhadap sesama perlu terus dihidupkan dalam setiap aspek kehidupan. Sebab, masyarakat yang kuat adalah masyarakat yang saling membantu, saling menguatkan, dan tidak membiarkan saudaranya menghadapi kesulitan sendirian.
Tegasnya, dengan melaksanakan ibadah kurban, setiap muslim mendapat hikmah yang dapat menjadi pedoman spiritual dan sosial dalam memperdalam keimanan dan kepedulian terhadap sesama. Hikmah dimaksud, antara lain, ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan kita kepada Allah Swt, sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Allah, menumbuhkan jiwa sosial dan kepedulian, sebagai simbol pengorbanan dan keikhlasan, momen membersihkan hati dan jiwa, menumbuhkan ukhuah Islamiah, serta menjadi sarana pembersih harta dan jalan menuju keberkahan.
Dengan memahami hikmahnya, kita berharap semua umat muslim mampu menjalankan ibadah kurban sebagai bentuk cinta dan pengabdian kita kepada Allah Swt. Sebab, pada hakikatnya, kurban adalah simbol ketulusan hati dalam menegakkan ajaran Islam dan mewujudkan kehidupan yang penuh keberkahan. Karena itu, siapa saja yang sudah punya kemampuan untuk berkurban, jangan pernah menunda untuk melaksanakan ibadah tersebut. Mari kita berkurban agar semua saudara kita--terutama yang hidup di bawah garis kemiskinan--juga dapat merasakan kebahagiaan pada hari raya Iduladha tahun ini.
Akhirnya, kami ucapkan selamat hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Semoga ketulusan Nabi Ibrahim dan keikhlasan Nabi Ismail menjadi teladan bagi kita dalam menebar kebaikan serta Allah Swt menerima amal ibadah dan kurban kita semua. Aamiin! (*)
POJOK
Revisi UUPA untuk hindari potensi konflik masa depan
Tapi, kalau ‘konflik’ saat proses revisi undang-undang tersebut bisa aja terjadi Pak kan?
Puluhan pelanggar syariat terjaring
Pelanggar syariat terjaring tak kenal musim ya, beda dengan ikan? He..he..he…
MIN 27 Aceh Besar sabet 11 penghargaan
Kiban na lawan?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ucapan-Idul-Adha-2026.jpg)