Salam
Aceh Harus Siap Jadi Tuan Rumah MTQN 2028
Proposal pengajuan tersebut yang ditandatangani Gubernur Aceh itu diserahkan dalam Rapat koordinasi nasional (Rakornas) Lembaga Pengembangan
HARIAN Serambi Indonesia edisi Senin (13/10/2025) memberitakan, Aceh resmi mengajukan diri sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) Tahun 2028. Proposal pengajuan tersebut yang ditandatangani Gubernur Aceh itu diserahkan dalam Rapat koordinasi nasional (Rakornas) Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) bersama LPTQ provinsi se-Indonesia di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Sabtu (12/10/2025).
Proposal diserahkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Aceh, Drs H Azhari MSi, didampingi Kadis Syariat Islam Aceh, Zahrol Fajri SAg MH, dan Ketua LPTQ Aceh, Prof Armiadi Musa, kepada Ketua Umum LPTQ Nasional yang juga Dirjen Bimas Islam Kemenag RI. Selain proposal, turut diserahkan pula surat permohonan audiensi Pemerintah Aceh dengan Menteri Agama RI, yang ditandatangani Gubernur Aceh. H Muzakir Manaf.
Audiensi tersebut rencananya dilaksanakan dalam waktu dekat untuk membahas kesiapan dan dukungan Aceh sebagai calon tuan rumah MTQ Nasional 2028. Gubernur Aceh melalui Kadis Syariat Islam Aceh, Zahrol Fajri SAg MH, menegaskan kesiapan penuh Aceh untuk menjadi tuan rumah ajang keagamaan terbesar tingkat nasional tersebut. “Aceh memiliki pengalaman, dukungan masyarakat, dan infrastruktur yang memadai untuk menjadi tuan rumah MTQ Nasional. Bila dipercaya, kami siap menyambut seluruh kafilah dengan pelayanan terbaik,” ujar Zahrol.
Zahrol juga mengutip pesan Sekda Aceh, M Nasir SIP MPA, yang sebelumnya sudah menyampaikan dukungan penuh terhadap pengajuan ini. Jika disetujui, Aceh akan mencatat sejarah sebagai tuan rumah MTQ Nasional untuk kedua kali, setelah terakhir menggelarnya pada tahun 1981 silam di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.
Dengan mengajukan diri sebagai tuan rumah MTQN 2028 berarti Aceh dari sekarang harus sudah mulai melakukan berbagai persiapan yang dibutuhkan. Persiapan dimaksud, antara lain, mengalokasikan anggaran yang memadai, menyediakan prasarana dan sarana (seperti arena utama, tempat penginapan kafilah, lokasi perlombaan berbagai cabang, dan lain-lain), menyiapkan panitia daerah MTQN 2028, melakukan persiapan nonfisik dan sosial, serta menyiapkan promosi dan citra daerah hingga ke tingkat nasional melalui berbagai media massa (cetak dan elektronik).
Dengan melakukan persiapan sejak awal, Aceh akan terlihat lebih siap dan mampu saat diverifikasi oleh panitia pusat sebagai salah satu calon tuan rumah MTQN 2028. Untuk itu, Pemerintah Aceh, DPRA, dan pihak terkait lainnya harus berusaha maksimal agar provinsi yang berjulukan Serambi Makkah ini mendapat kepercayaan dari pusat untuk menyelenggarakan event keagamaan tingkat nasional dua tahunan ini. Apalagi, sepanjang sejarah pelaksanaan MTQN di Indonesia, Aceh baru sekali menjadi tuan rumah yakni pada tahun 1981 silam.
Sebagai satu-satunya provinsi yang melaksanakan syariat Islam di Indonesia, kembali menjadi tuan rumah MTQN setelah 47 tahun tentu menjadi hal yang sangat dinantikan dan diharapkan oleh pemerintah dan seluruh masyarakat Aceh. Karena itu, kita sangat berharap pemerintah pusat dapat memberikan kepercayaan itu kepada Aceh untuk menyelenggarakan event tersebut. Banyaknya agenda nasional yang sudah terlaksana dengan sukses di Aceh-- seperti PON XXI 2024 bersama Sumatera Utara--bisa menjadi garansi bahwa provinsi di ujung barat Indonesia ini mampu menjadi tuan rumah yang baik bagi tamu dari seluruh Nusantara.
Tegasnya, tuan rumah MTQN 2028 akan menjadi kesempatan emas untuk mengangkat citra Aceh di level nasional. Jika mendapat kepercayaan itu dan persiapan dilakukan dengan baik, maka MTQN ini akan makin memperkuat jati diri Aceh sebagai provinsi yang religius, serta berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pariwisata masyarakat dan daerah ini. Semoga! (*)
POJOK
Puluhan ribu warga Gaza kembali ke rumah
Semoga zionis Israel tak lagi berulah ya?
Satpol PP kembali robohkan baliho ilegal
Makin teliti diperiksa, pasti makin banyak baliho ilegal kan?
Antrean haji capai 5,5 juta orang
Ini artinya masa tunggu berangkat ke Tanah Suci mencapai 30 tahun ya?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/aceh-ajukan-tuan-rumah-MTQ-Nasional-2028_.jpg)