Konflik Amerika vs Iran
Profil Mohammad Bagher Ghalibaf, Diduga Diincar Trump untuk Pimpin Iran
Dalam karier sipil, Ghalibaf pernah menjabat sebagai Wali Kota Teheran dan sejak 2020 menjadi Ketua Parlemen Iran.
Ringkasan Berita:
- Nama Mohammad Bagher Ghalibaf mencuat di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
- Ia dikaitkan dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengaku tengah berkomunikasi dengan “tokoh paling dihormati” di Iran, meski tanpa menyebut nama secara langsung.
- Sejumlah laporan media internasional kemudian mengaitkan sosok tersebut dengan Ghalibaf.
SERAMBINEWS.COM, TEHERAN – Nama Mohammad Bagher Ghalibaf mencuat di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Ia dikaitkan dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengaku tengah berkomunikasi dengan “tokoh paling dihormati” di Iran, meski tanpa menyebut nama secara langsung.
Sejumlah laporan media internasional kemudian mengaitkan sosok tersebut dengan Ghalibaf.
Bahkan, laporan dari Politico menyebut bahwa pemerintah AS tengah mempertimbangkan Ghalibaf sebagai figur potensial dalam skenario kepemimpinan Iran ke depan.
Trump sebelumnya mengklaim bahwa pembicaraan antara kedua pihak berlangsung “baik dan produktif”, serta berkontribusi pada penundaan rencana serangan militer AS terhadap infrastruktur energi Iran.
Ia juga menyebut tengah berhubungan dengan sosok yang sangat dihormati di Iran.
Namun, Ghalibaf dengan tegas membantah kabar tersebut.
Ia menyebut isu negosiasi dengan Washington sebagai “berita palsu” yang bertujuan memanipulasi pasar keuangan dan energi, serta mengalihkan perhatian dari kebuntuan yang dihadapi AS dan Israel.
Di Washington, sejumlah pejabat disebut tengah mengkaji berbagai opsi, termasuk menjalin komunikasi dengan tokoh internal Iran yang dinilai berpengaruh.
Ghalibaf masuk dalam daftar tersebut dan disebut sebagai salah satu “opsi terbaik”, meski belum ada keputusan final.
Pendekatan ini disebut-sebut terinspirasi dari strategi AS di Venezuela, yang melibatkan tokoh internal seperti Delcy Rodríguez dalam dinamika politik pasca-tekanan terhadap Nicolás Maduro.
Meski demikian, tidak semua pihak di AS sepakat dengan strategi tersebut.
Sejumlah analis menilai pendekatan itu terlalu dini dan sulit diterapkan mengingat kompleksitas struktur kekuasaan Iran.
Analis dari International Crisis Group, Ali Vaez, menyebut Ghalibaf sebagai bagian dari sistem yang ada dan kecil kemungkinan akan memberikan konsesi besar kepada AS.
Baca juga: Sosok Mohammad Bagher Zolghadr, Kepala Dewan Keamanan Nasional Baru Iran Gantikan Ali Larijani
Profil Mohammad Bagher Ghalibaf
| AS Resmi Akhiri Kampanye Militer ‘Operasi Epic Fury’ Terhadap Iran: Kami Telah Mencapai Tujuan |
|
|---|
| Presiden Iran Tegaskan Tolak Tuntutan AS soal Program Nuklir: Kami Tidak Akan Tunduk |
|
|---|
| Iran Terapkan Sistem Navigasi Baru di Selat Hormuz, Kapal Wajib Izin Sebelum Melintas, Ini Syaratnya |
|
|---|
| Senator Amerika Serikat Sebut Trump dan Netanyahu sebagai Pemicu Konflik Timur Tengah |
|
|---|
| Operasi Militer AS ke Iran Berakhir, Fokus Amankan Selat Hormuz |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Mohammad-Bagher-Ghalibaf.jpg)