Konflik Amerika vs Iran
Profil Mohammad Bagher Ghalibaf, Diduga Diincar Trump untuk Pimpin Iran
Dalam karier sipil, Ghalibaf pernah menjabat sebagai Wali Kota Teheran dan sejak 2020 menjadi Ketua Parlemen Iran.
Ghalibaf merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam politik Iran saat ini.
Lahir pada 1961, ia memulai kariernya di Korps Garda Revolusi Islam sejak awal pembentukannya pada 1980.
Selama Perang Iran-Irak, ia dikenal sebagai komandan militer yang menanjak cepat.
Ia kemudian menjabat sebagai Komandan Angkatan Udara IRGC, sebelum ditunjuk oleh Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei sebagai Kepala Kepolisian.
Dalam karier sipil, Ghalibaf pernah menjabat sebagai Wali Kota Teheran dan sejak 2020 menjadi Ketua Parlemen Iran.
Ia juga beberapa kali mencalonkan diri sebagai presiden, namun belum berhasil memenangkan pemilu.
Analis menyebut Ghalibaf sebagai figur “orang dalam” yang kuat, dengan koneksi luas, termasuk dengan tokoh militer berpengaruh seperti Qasem Soleimani.
Hal ini memberinya kredibilitas di kalangan elite keamanan Iran.
Meski begitu, kariernya tidak lepas dari kontroversi, termasuk tuduhan korupsi saat menjabat sebagai wali kota.
Di sisi lain, ia juga dikenal sebagai konservatif pragmatis yang mampu mengelola birokrasi kompleks.
Baca juga: VIDEO Detik-detik Anggota Parlemen Israel Dihujani Rudal Iran saat Rapat
Peran di Tengah Konflik
Di tengah eskalasi konflik Iran-AS, Ghalibaf disebut memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan strategis di Teheran, terutama setelah sejumlah tokoh penting dilaporkan tewas dalam serangan militer.
Ia juga dipandang sebagai figur yang berpotensi menjembatani kelompok garis keras Iran dengan kemungkinan jalur negosiasi.
Namun, retorikanya terhadap Barat tetap keras.
Dalam pernyataan terbaru, ia menegaskan bahwa tidak hanya pangkalan militer, tetapi juga entitas finansial yang mendukung militer AS dapat menjadi target sah.
Situasi ini menunjukkan bahwa meski namanya mencuat dalam berbagai spekulasi internasional, posisi dan peran Ghalibaf tetap berada dalam kerangka kepentingan domestik Iran yang kompleks dan sulit dipengaruhi pihak luar.
| Negosiasi Mandek, AS Batal Kirim Utusan ke Pakistan, Iran Aktifkan Sistem Pertahanan Udara |
|
|---|
| Trump Dievakuasi Usai Terdengar Tembakan di Jamuan Makan Malam Gedung Putih |
|
|---|
| Persenjataan AS Menipis, Biaya Perang Lawan Iran Tembus Rp 17 Triliun per Hari |
|
|---|
| AS Siapkan 5 Skenario Militer untuk Lumpuhkan Pertahanan Iran Jika Gencatan Senjata Gagal |
|
|---|
| Jika Gencatan Senjata Gagal, AS Targetkan Pemimpin Militer Iran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Mohammad-Bagher-Ghalibaf.jpg)