Selasa, 9 Juni 2026

Berita Internasional

Saman Getarkan Busan: Ketika Warisan Gayo Menjadi Bahasa Dunia

Indonesia diwakili Tari Saman dari Provinsi Aceh.  Menghadirkan sebuah pertunjukan yang lahir dari pegunungan Gayo. 

Tayang:
Editor: Subur Dani
Dok SERAMBINEWS.COM/HO
Penampilan Tim Saman Gayo Provinsi Aceh di Busan 

Saman hanya mengandalkan suara manusia, tepukan tangan, gerak tubuh, dan kekompakan.
Namun justru dari kesederhanaan itulah lahir daya magis yang mampu menembus batas bahasa dan kebangsaan.

Penampilan di Haeundae Beach Stage hanyalah awal dari rangkaian misi budaya Aceh di Korea Selatan.

Tim Saman  kembali tampil pada 7 Juni di panggung yang sama, menggelar Workshop Saman di Chungriyeoul Elementary School pada 8 Juni, serta tampil pada acara penutupan BIDF di Geoje Arts Centre Grand Theater pada 9 Juni 2026.

Keikutsertaan Aceh mewakili Infonesia dalam festival ini merupakan bagian dari perjalanan panjang diplomasi budaya yang selama ini dilakukan para pegiat seni Aceh di berbagai negara.

Di Busan, Tari Saman sekali lagi membuktikan dirinya sebagai bahasa universal.Bahasa yang tidak memerlukan penerjemah.

Bahasa yang dipahami melalui rasa.

Bahasa yang membuat penonton Korea, Kanada, Indonesia, dan berbagai bangsa lainnya duduk bersama dalam kekaguman yang sama.

Dari dataran tinggi Gayo hingga tepian Laut Busan, Saman kembali menegaskan satu hal: warisan budaya yang lahir dari sebuah kampung kecil dapat berbicara kepada dunia, selama ia dijaga dengan cinta dan dipersembahkan dengan sepenuh hati.

Untuk diketahui, Keberangkatan delegasi Saman ke Busan difasilitasi sepenuhnya oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Pemuda dan Olahraga atas atensi Gubernur Aceh dan Sekda Aceh M Nasir.(*)

 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved