Selasa, 28 April 2026

Kesehatan

Sperma Bisa Berenang 3 Meter? Cek 10 Mitos Seks & Kehamilan yang Ternyata Salah! Ini Kata dr Boyke

Untuk meluruskan semua itu, dokter seksolog dr Boyke membuka banyak fakta penting dalam sebuah obrolan yang penuh edukasi.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
YouTube Bincang Bumil
Seksolog dr Boyke 

SERAMBINEWS.COM - Informasi seputar seks dan kehamilan masih dipenuhi mitos yang beredar di masyarakat, mulai dari sperma yang katanya bisa berenang hingga tiga meter sampai “cara-cara ajaib” setelah berhubungan agar tidak hamil.

Untuk meluruskan semua itu, dokter seksolog dr Boyke membuka banyak fakta penting dalam sebuah obrolan yang penuh edukasi.

Menurut dr Boyke, klaim bahwa sperma bisa berenang sampai 3 meter jelas bukan fakta ilmiah.

“Kalau sampai 3 meter mah enggak bisa sampai juga kecebong. Kalau kecebong mungkin bisa,” kata dr Boyke, sambil menegaskan bahwa dalam tubuh perempuan sperma hanya bergerak sekitar 12–17 sentimeter sampai ke saluran tuba falopi tempat pembuahan terjadi.

10 Mitos Seks & Kehamilan yang Dibongkar dr Boyke

Berikut 10 mitos seks dan kehamilan menurut dr Boyke, dikutip Serambinews.com dari YouTube Waktu Indonesia Hiburan, Kamis (25/12/2025).

1. Mitos Sperma Bisa Berenang 3 Meter

Dr Boyke menegaskan bahwa jarak gerak sperma itu terbatas dalam sistem reproduksi perempuan.

Klaim bahwa sperma mampu berenang 3 meter hanyalah omong kosong tanpa bukti.

Baca juga: Mual Berlebihan Saat Hamil Bisa Bahayakan Janin, dr Boyke Ungkap Risiko hingga Solusinya

“Itu mitos ya. Sperma itu paling jauh 12 sampai 17 cm, bukan 3 meter,” katanya.

2. Pipis, Mandi, atau Loncat-loncat Tidak Mencegah Kehamilan

Banyak perempuan percaya bahwa buang air kecil, mandi, atau melompat setelah berhubungan bisa mencegah sperma mencapai rahim.

Dr Boyke membantah dan menyebut kebiasaan itu tidak berdampak pada pembuahan.

“Mau mandi, pipis, loncat-loncat itu bohong semua. Kalau sperma sudah masuk, tindakan seperti itu tidak mencegah,” tegasnya.

3. Mengoleskan Odol/Toothpaste Tidak Bisa Menghentikan Pembuahan

Ada pula anggapan bahwa mengoleskan pasta gigi atau bahan tertentu pada organ intim bisa mencegah kehamilan.

Dr Boyke menyebut cara ini tidak hanya tidak efektif, tetapi juga berbahaya.

“Kalau sperma sudah masuk… mau dikasih odol seliter juga enggak akan bisa. Itu bukan fungsinya,” ujarnya.

Baca juga: Sering Stres? Waspada, Ini Alasan Haid Bisa Telat Menurut Dr Boyke

4. Kondom Bisa Robek Kalau Tidak Sesuai Ukuran

Kondom dianggap aman, tetapi tetap memiliki risiko jika digunakan dengan teknik yang salah atau ukuran tidak sesuai.

Dr Boyke menjelaskan bahwa robeknya kondom bisa terjadi karena faktor ini.

“Kadang pengaman itu juga robek apalagi kalau alatnya gede, kondomnya sempit. Pas nyemprot malah pecah,” terangnya.

5. Odol Tidak Bisa Cegah Penyakit Menular Seksual

Selain mitos soal kehamilan, ada pula anggapan odol bisa mencegah infeksi menular seksual. Dr Boyke membantah.

“Itu mitos. Odol itu bukan buat dioles-oles di situ. Tidak mencegah IMS,” jelasnya.

Baca juga: 5 Pemeriksaan Wajib Sebelum Program Hamil Menurut dr Boyke, Jangan Asal Promil Tanpa Cek Ini

6. Nanas Muda Bukan Cara Pasti untuk Menggugurkan

Banyak perempuan takut makan nanas saat hamil karena khawatir memicu keguguran.

Dr Boyke menjelaskan bahwa nanas memang mengandung senyawa tertentu, tapi tidak otomatis berdampak sama pada semua orang.

“Nanas muda itu mengandung oksitosin, tapi tergantung kekuatan rahimnya. Tidak selalu bikin gugur,” katanya.

7. Masturbasi Tidak Langsung Membuat Bodoh

Dr Boyke menyebut tidak ada kaitan langsung antara masturbasi dan kecerdasan.

Namun, kecanduan aktivitas seksual bisa mengganggu fungsi kognitif karena pengaruh hormon.

“Kalau sudah kecanduan, hormon dopaminnya tinggi. Itu bikin orang tidak tersambung lagi dan kelihatan bodoh,” tuturnya.

8. Impoten Bukan Cuma Dialami Pria Usia Tua

Ia juga menyebut kini disfungsi ereksi bisa terjadi di usia muda, terutama akibat gaya hidup tidak sehat.

“Dulu umur 40 ke atas. Sekarang 25, 26 juga sudah ada kasus,” jelasnya.

9. Wanita Merokok & Vape Bisa Terdampak Fertilitas

Merokok dan vape bukan hanya berdampak pada pria.

Dr Boyke menyebut perempuan juga bisa mengalami gangguan kesuburan karena kerusakan pembuluh darah.

“Sama saja. Wanita juga bisa kena,” katanya singkat.

10. Seks Tanpa Nikah Tetap Mengandung Risiko

Selain faktor fisik, hubungan seksual mengandung konsekuensi emosional dan kesehatan jika dilakukan tanpa edukasi dan pengaman.

“Yang namanya hubungan seks tanpa pengaman tetap punya risiko. Jangan percaya trik-trik aneh,” tutur dr Boyke.

Melalui penjelasan ini, dr Boyke menegaskan pentingnya edukasi seksual berbasis medis, bukan mitos atau rumor yang tidak berdasar.

“Pendidikan seks itu bukan tentang posisi atau trik, tapi bagaimana memahami tubuh dan tanggung jawabnya,” kata dr Boyke.

(Serambinews.com/Firdha)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved