Kesehatan
Masuk Usia 30-an, Perut Mudah Buncit? Waspadai 6 Penyebab Ini
Seiring bertambahnya usia, kadar hormon seperti testosteron dan estrogen menurun, sementara hormon stres kortisol justru meningkat.
SERAMBINEWS.COM - Lingkar perut cenderung bertambah seiring bertambahnya usia akibat penumpukan lemak di area perut.
Kondisi ini kerap terjadi meskipun pola makan atau diet seseorang tidak mengalami perubahan yang signifikan.
Fenomena tersebut paling sering dialami setelah memasuki usia 30 tahun. Pada fase ini, tubuh mulai mengalami berbagai perubahan biologis yang memengaruhi cara lemak disimpan dan dibakar.
Salah satu faktor utama penyebab perut buncit adalah perubahan hormonal.
Seiring bertambahnya usia, kadar hormon seperti testosteron dan estrogen menurun, sementara hormon stres kortisol justru meningkat. Perubahan ini mendorong tubuh menyimpan lemak lebih banyak di area perut.
Selain itu, laju metabolisme tubuh juga cenderung melambat. Akibatnya, pembakaran kalori menjadi kurang efisien sehingga kelebihan energi lebih mudah diubah menjadi lemak, terutama di bagian perut.
Pilihan gaya hidup turut berperan penting. Aktivitas fisik yang berkurang, pola tidur yang tidak teratur, serta tingkat stres yang tinggi dapat mempercepat penumpukan lemak perut.
Di sisi lain, faktor genetik juga menentukan bagaimana tubuh mendistribusikan lemak seiring bertambahnya usia.
Melansir kanal kesehatan NDTV, berikut ini kemungkinan penyebabnya.
1. Perubahan hormonal
Faktor pertama adalah penyebab hormonal.
Seiring bertambahnya usia, hormon pertumbuhan dan testosteron/estrogen menurun, sementara kadar kortisol meningkat.
Kombinasi ini memicu penyimpanan lemak perut bagian dalam.
Sebagai informasi, transisi hormonal selama menopause menyebabkan penurunan kadar estrogen pada wanita, yang dapat mengakibatkan redistribusi lemak ke area perut.
Pada pria, penuaan juga disertai penurunan testosteron, yang dapat menyebabkan peningkatan lemak perut dan hilangnya massa otot.
2. Gaya hidup
Sebagian besar individu menjadi kurang aktif seiring bertambahnya usia.
Dampaknya jadi lebih sedikit kalori yang terbakar dan kecenderungan yang lebih tinggi untuk mengalami penambahan berat badan.
3. Metabolisme melambat
Seiring bertambahnya usia, tingkat metabolisme basal seseorang cenderung menurun.
Ini berarti tubuh membakar lebih sedikit kalori saat istirahat, sehingga lebih mudah untuk menambah berat badan, terutama di area perut.
Beberapa tandanya termasuk perut yang cenderung membesar meski berat badan stabil.
4. Kehilangan massa otot
Massa otot dapat menurun tanpa latihan yang memadai.
Ini pada akhirnya turut berkontribusi pada penurunan metabolisme dan penumpukan lemak di area perut.
Ini karena otot menangani 70-80 persen pembuangan glukosa.
Ketika massa otot berkurang, glukosa tetap berada dalam darah lebih lama dan lebih mungkin disimpan sebagai lemak perut.
5. Stres dan kurang tidur
Stres kronis dapat meningkatkan kadar kortisol, hormon yang terkait dengan penyimpanan lemak perut.
Selain itu, kurang tidur dapat mengganggu proses metabolisme dan menyebabkan penambahan berat badan.
6. Faktor genetik
Faktor genetika dapat memainkan peran penting dalam distribusi lemak dan kecenderungan untuk menambah berat badan di area perut seiring bertambahnya usia.
Artikel ini telah tayang di TribunHealth.com dengan judul 6 Penyebab Perut Buncit setelah Usia 30-an, Faktor Hormonal Berperan
| 8 Makanan Terbaik untuk Kulit, Rambut dan Kuku Sehat, Dari Alpukat hingga Ikan Berlemak |
|
|---|
| Heboh Kasus PNJ, Bisakah LGBT Sembuh? dr Boyke Ungkap Faktor 'Gifted' hingga Trauma Masa Kecil |
|
|---|
| 5 Alasan Wanita Lebih Rentan Mengalami Resistensi Insulin, Nomor 2 Sering Tak Disadari |
|
|---|
| Selain Kombucha, Ini 4 Minuman Probiotik yang Baik untuk Pencernaan dan Kesehatan Usus |
|
|---|
| Dosen Poltekkes Aceh Edukasikan Deteksi Dini Diabetes ke Kader Kesehatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kompascom-ilustrasi-perut-buncit.jpg)