Minggu, 26 April 2026

Kesehatan

Nasi Dingin Vs Nasi Panas: Mana yang Lebih Baik untuk Diet dan Kontrol Gula Darah?

Salah satunya adalah potensi pengurangan kalori dan peningkatan kandungan serat yang dinilai bermanfaat bagi penderita diabetes serta mereka yang seda

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Amirullah
Freepik.com
Nasi Dingin Vs Nasi Panas: Mana yang Lebih Baik untuk Diet dan Kontrol Gula Darah? 

SERAMBINEWS.COM - Nasi, makanan pokok utama di Indonesia dan sejumlah negara Asia, biasanya dikonsumsi dalam kondisi panas atau baru dimasak.

Namun kini, muncul tren baru: mengonsumsi nasi dalam kondisi dingin.

Nasi dingin di sini bukan sekadar nasi yang dibiarkan mendingin di udara, melainkan nasi yang sengaja disimpan di kulkas atau mesin pendingin.

Tren ini populer terutama di kalangan orang yang sedang menjalani program diet atau perlu membatasi konsumsi gula.

Mengonsumsi nasi dingin bisa memiliki manfaat kesehatan. Nasi yang didinginkan dipercaya lebih rendah kalori, memiliki pati resisten lebih tinggi, dan memberikan rasa kenyang lebih lama.

Hal ini membuatnya bermanfaat bagi penderita diabetes dan mereka yang ingin menurunkan berat badan.

Lantas, benarkah demikian?

Apa perbedaan antara nasi panas dan nasi dingin serta mana yang lebih menyehatkan?

Baca juga: Apa Kata Medis: Nasi Dingin atau Nasi Panas yang Tinggi Gula? Penderita Diabetes Harus Tahu Ini

Nasi panas vs nasi dingin

Ahli Gizi Universitas Gadjah Mada (UGM), Toto Sudargo pernah memberikan penjelasannya mengenai perbedaan antara nasi panas dan nasi dingin.

Adapun nasi dingin yang dimaksud adalah nasi yang sengaja didinginkan melalui refrigerator, yaitu alat elektronik yang berfungsi untuk mendinginkan makanan dan minuman agar tetap awet dan segar.

Toto  menjelaskan, ada perbedaan pada keduanya, khususnya soal kandungan karbohidrat yang akan dicerna oleh tubuh.

"Mengonsumsi nasi yang didinginkan di dalam refrigerator ternyata memiliki kelebihan yang menguntungkan bagi tubuh dibandingkan mengonsumsi nasi panas," kata Toto,  dikutip dari Kompas.com 

Hal ini senada dengan temuan studi kecil yang dilakukan peneliti Polandia dari Universitas Ilmu Kedokteran Poznan dan diterbitkan di Nutrition and Diabetes pada 16 April 2022

Dilansir dari Bussiner Insider, studi yang mempelajari 32 pasien diabetes tipe 1 itu membandingkan kadar gula darah setelah partisipan mengonsumsi 46 gram nasi panas dan 46 gram nasi dingin yang sudah dimasukkan ke dalam lemari es selama 24 jam.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa partisipan yang mengonsumsi nasi dingin memiliki kadar gula darah yang lebih stabil.

Baca juga: Mana yang Lebih Bagus Antara Nasi Panas dan Nasi Dingin? Simak Penjelasn Ahli Gizi Berikut

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved