Kesehatan
Kebanyakan Gula Bisa Picu Penyakit Jantung, Ini 9 Cara Efektif Mencegahnya
Gula tambahan meliputi pemanis seperti gula putih, gula merah, madu, serta sirup jagung fruktosa tinggi yang banyak digunakan dalam produk olahan.
SERAMBINEWS.COM - Konsumsi makanan manis kerap dianggap sepele karena mampu memberikan sensasi nyaman dan meningkatkan suasana hati dalam waktu singkat.
Namun di balik rasa manis tersebut, terdapat risiko kesehatan yang tidak bisa diabaikan, khususnya terhadap kesehatan jantung.
Asupan makanan manis tidak hanya berpengaruh pada berat badan, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi jantung.
Konsumsi gula secara berlebihan dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius yang berkembang secara perlahan tanpa disadari.
Gula alami yang berasal dari buah dan makanan utuh umumnya masih relatif aman jika dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Berbeda halnya dengan gula tambahan yang kerap tersembunyi dalam makanan dan minuman sehari-hari, terutama produk olahan.
Jenis gula tambahan meliputi gula putih, gula merah, madu, hingga sirup jagung fruktosa tinggi yang banyak digunakan sebagai pemanis dalam makanan kemasan. Tanpa disadari, asupan gula tambahan dapat melebihi batas harian yang dianjurkan.
Konsumsi gula tambahan secara berlebihan berkontribusi pada peningkatan berat badan serta meningkatkan risiko diabetes.
Selain itu, dampaknya juga terasa pada profil kolesterol dalam tubuh.
Asupan gula yang tinggi diketahui dapat meningkatkan kadar LDL atau kolesterol jahat, sekaligus menurunkan kadar HDL yang berperan penting dalam melindungi kesehatan jantung. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Oleh karena itu, membatasi konsumsi gula tambahan menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung dan mencegah berbagai gangguan kesehatan di kemudian hari.
Melansir dari Health Shots, berikut beberapa cara efektif untuk membatasi konsumsi gula sehari-hari.
1. Batasi Makanan dengan Tambahan Gula
Mulailah mengurangi konsumsi makanan seperti permen, kue, biskuit, manisan, dan es krim yang tinggi gula tambahan.
Sebagai gantinya, pilih camilan yang lebih sehat seperti buah segar, kacang-kacangan, atau yogurt tanpa pemanis.
2. Kurangi Minuman Manis
Minuman ringan, soda, serta minuman kemasan merupakan sumber gula tambahan terbesar.
Bahkan jus buah dan smoothie tanpa pemanis tetap mengandung gula alami dalam jumlah tinggi.
Air putih atau teh herbal bisa menjadi pilihan yang lebih aman.
3. Hindari Karbohidrat Olahan
Roti putih, kue kering, dan pasta olahan dapat memicu lonjakan gula darah.
Pilih sumber karbohidrat kompleks seperti beras merah, quinoa, atau roti gandum utuh untuk energi yang lebih stabil.
4. Batasi Minuman Beralkohol
Sebagian besar minuman beralkohol mengandung gula, terutama koktail.
Pilih alternatif rendah gula atau minuman non-alkohol dengan tambahan air soda.
5. Ganti Menu Sarapan Manis
Sereal, panekuk, muffin, dan selai sering mengandung gula tambahan.
Oatmeal dengan buah, yogurt Yunani, atau telur dan sayuran bisa menjadi pilihan yang lebih sehat.
6. Pilih Pengganti Gula Nonkalori
Stevia dikenal sebagai pemanis nabati tanpa kalori dengan risiko kesehatan minimal. Namun, pemanis seperti madu dan agave tetap mengandung gula.
7. Periksa Label Makanan
Kenali istilah gula tambahan pada label, seperti sirup jagung, maltosa, atau bahan yang berakhiran “-osa”, termasuk glukosa dan fruktosa.
8. Tambahkan Asupan Protein
Makanan tinggi protein membantu menstabilkan gula darah dan mengurangi keinginan mengonsumsi makanan manis.
Ikan, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, dan produk susu dapat meningkatkan rasa kenyang.
9. Pantau Asupan Gula Harian
WHO menyarankan asupan gula tambahan tidak melebihi 10 persen dari total kalori harian, sementara American Heart Association merekomendasikan batas maksimal 6 sendok teh per hari untuk wanita dan 9 sendok teh untuk pria.
Artikel ini telah tayang di TribunHealth.com dengan judul Sering Makan Manis? Ini 9 Cara Efektif Menjaga Kesehatan Jantung
| Jangan Remehkan Basa-basi, Penelitian Ungkap Obrolan Sederhana Baik untuk Kesehatan Mental |
|
|---|
| 6 Manfaat Daun Pegagan untuk Kulit: Bantu Sembuhkan Luka hingga Cegah Penuaan Dini |
|
|---|
| Dokter Ungkap Bahaya Main HP Usai Bangun Tidur untuk Kesehatan Jantung Bagi yang Berusia 50 Tahun |
|
|---|
| Ini Bahaya Obat Diabetes Dipakai untuk Diet Instan |
|
|---|
| Masuk Usia 50 Tahun? Ini 7 Tips Kardio Agar Jantung Tetap Sehat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kesehatan-jantung-11.jpg)