Jumat, 8 Mei 2026

Kesehatan

Kecepatan Berjalan Bisa Ungkap Usia Otak dan Kesehatan Tubuh

Aktivitas sederhana yang sering dilakukan setiap hari ternyata dapat memberikan gambaran tentang kesehatan otak

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
Dok Pribadi
Aktivitas sederhana yang sering dilakukan setiap hari ternyata dapat memberikan gambaran tentang kesehatan otak dan tubuh seseorang. 

Kecepatan Berjalan Bisa Ungkap Usia Otak dan Kesehatan Tubuh

SERAMBINEWS.COM-Aktivitas sederhana yang sering dilakukan setiap hari ternyata dapat memberikan gambaran tentang kesehatan otak dan tubuh seseorang.

Salah satunya adalah kecepatan berjalan.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa seberapa cepat seseorang berjalan dari satu tempat ke tempat lain dapat mengungkap laju penuaan otak, kondisi fisik, bahkan peluang hidup lebih panjang.

Penelitian menemukan bahwa orang yang berjalan lebih lambat cenderung memiliki otak yang lebih kecil dan perbedaan struktur pada bagian otak penting.

Baca juga: Minum Jus Seledri di Pagi Hari, Ini Manfaatnya bagi Jantung dan Pencernaan

Kecepatan berjalan juga dikaitkan dengan risiko penyakit serius, seperti penyakit jantung, kemungkinan dirawat di rumah sakit, hingga risiko kematian dini.

Tes kecepatan berjalan kerap digunakan untuk menilai kapasitas fungsional seseorang, yaitu kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.

Tes ini juga membantu memprediksi kondisi kesehatan secara umum serta respons seseorang terhadap rehabilitasi, misalnya setelah mengalami stroke.

Menurut Christina Dieli-Conwright, profesor kedokteran di Harvard Medical School, penurunan kecepatan berjalan yang signifikan tidak boleh dianggap sepele.

“Jika kecepatan berjalan menurun, sering kali itu berkaitan dengan penurunan kesehatan yang mendasarinya,” ujarnya.

Baca juga: Fakta Minum Jus Jeruk Nipis untuk Menurunkan Berat Badan, Dapat Mengurangi Nafsu Makan

Kondisi kronis dapat membuat seseorang kurang aktif, sehingga kekuatan otot dan mobilitas sendi ikut menurun dan berdampak pada kesehatan secara keseluruhan.

Tes kecepatan berjalan tergolong sederhana dan bisa dilakukan sendiri.

Seseorang cukup mengukur jarak, misalnya 4 atau 10 meter, lalu menghitung waktu yang dibutuhkan untuk berjalan dengan kecepatan normal.

 Kecepatan berjalan kemudian dihitung dengan membagi jarak dengan waktu tempuh.

 Selain itu, kecepatan berjalan juga dapat diukur menggunakan aplikasi kebugaran berbasis GPS seperti Google Fit atau Strava.

Penelitian dari Universitas Pittsburgh yang melibatkan lebih dari 34.000 orang dewasa berusia 65 tahun ke atas menunjukkan bahwa kecepatan berjalan berkaitan erat dengan harapan hidup.

Baca juga: Daftar Jus Buah dan Sayur yang Bagus untuk Melancarkan Darah, Penting untuk Kesehatan Jantung

 Orang dengan kecepatan berjalan paling lambat memiliki peluang hidup jauh lebih kecil dibandingkan mereka yang berjalan lebih cepat.

Menariknya, hubungan ini tidak hanya ditemukan pada lansia.

 Studi tahun 2019 dari Universitas Duke menemukan bahwa pada usia 45 tahun, kecepatan berjalan sudah dapat memprediksi laju penuaan otak dan tubuh.

 Peserta dengan kecepatan berjalan lebih lambat menunjukkan kondisi paru-paru, sistem kekebalan, serta fungsi kognitif yang lebih buruk. Hasil pemindaian otak juga menunjukkan otak yang lebih kecil dan lapisan neokorteks yang lebih tipis.

Baca juga: Jus Buah dengan Slow Juicer Tetap Berisiko Tingkatkan Gula Darah, Ini Tips Aman dari dr Zaidul Akbar

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa kecepatan berjalan masih dapat ditingkatkan.

Berjalan lebih sering, meningkatkan durasi dan intensitas secara bertahap, serta mengurangi waktu duduk terlalu lama dapat membantu menjaga kesehatan otak dan tubuh.

“Manfaatkan setiap kesempatan untuk bergerak,” kata Dieli-Conwright.

Bahkan berjalan lima menit secara rutin dinilai sudah memberikan manfaat penting bagi kesehatan jangka panjang.

Baca juga: Harga Jus Sari Apel yang Diminum Prabowo-Macron Saat Makan Malam, Rp290 Ribu per Botol

(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved