Senin, 20 April 2026

Kesehatan

Anak Sering Marah dan Tantrum? Ini 5 Cara Efektif Orang Tua Mengatasinya

Marah-marah merupakan salah satu cara anak-anak untuk meluapkan emosi yang sedang mereka rasakan. 

Editor: Amirullah
Image created by ChatGPT
Ilustrasi orang tua mendampingi anak yang sedang marah atau tantrum, dengan pendekka­tan tenang dan komunikasi hangat untuk membantu anak mengenali serta mengelola emosinya dengan lebih baik. 

SERAMBINEWS.COM - Marah-marah kerap menjadi cara anak mengekspresikan emosi yang sedang mereka rasakan.

Pada usia tertentu, perilaku mengamuk dan tantrum merupakan hal yang cukup umum terjadi, terutama ketika anak merasa kesal, lelah, lapar, atau tidak ingin melakukan sesuatu yang diminta oleh orang tuanya.

Meski demikian, jika perilaku marah muncul terlalu sering, disertai bentakan atau tantrum berlebihan, kondisi ini bisa membuat orang tua merasa kelelahan, bingung, bahkan khawatir terhadap perkembangan emosi anak.

Tidak jarang, orang tua menjadi terpancing emosi dan memilih memarahi atau menghukum anak sebagai bentuk respons.

Padahal, memarahi atau menghukum anak yang sedang marah bukanlah solusi yang tepat.

Saat emosi memuncak, anak cenderung belum mampu berpikir jernih dan memahami nasihat yang disampaikan. Sikap tersebut justru dapat membuat anak semakin tertekan dan sulit mengendalikan emosinya.

Dalam situasi ini, peran orang tua sangat penting untuk membantu anak mengenali penyebab kemarahannya. 

Cara Mudah untuk Menghadapi Anak yang Suka Marah

Berikut 5 cara mudah dan efektif untuk menghadapi anak yang suka marah-marah.

1. Bantu anak untuk menemukan penyebabnya

Jika si kecil suka marah-marah, cobalah untuk membantu mereka menemukan penyebab amarah tersebut. 

Tanyalah pada si kecil apakah mereka mengalami masalah di sekolah atau di tempat bermain. 

Selain adanya masalah di lingkungan si kecil, ada beberapa hal sederhana yang bikin anak-anak mudah marah, yaitu merasa lapar dan sedang tidak sehat.

Cobalah untuk menelusuri satu-satu agar mengetahui penyebab kenapa si kecil mudah marah. 

2. Jangan menasehati atau menghukum anak yang marah

Saat anak sedang marah atau tantrum, beberapa orang tua justru menasehati atau bahkan menghukumnya. 

Menasehati atau menghukum anak yang sedang marah tidak membuat si kecil menjadi lebih baik. 

Ini karena anak yang sedang emosi biasanya tidak mampu mendengar atau memahami apa yang orang tua sampaikan. 

Tunggulah hingga anak mulai tenang dan pastikan Anda dalam keadaan terkendali dan tidak ikut emosi. 

Dengan demikian, percakapan antara orang tua dan anak bisa lebih efektif tanpa ada emosi yang berlebihan. 

Anak-anak juga akan mudah menerima arahan atau penjelasan yang diberikan oleh orang tua. 

3. Bangun komunikasi yang hangat dengan anak

Menjalin komunikasi yang baik antara anak dan orang tua sangat diperlukan. 

Ini bisa dimulai dengan mendengarkan semua keluhannya, karena pada dasarnya anak memang selalu ingin diperhatikan. 

Jika ingin menasehati anak, cobalah untuk melihat situasi dan kondisi, jika memungkinkan cobalah untuk menasehati si kecil dengan halus. 

Ketika komunikasi antara anak dan orang tua terjalin dengan baik, maka si kecil bisa menyampaikan apa yang mereka rasakan dan ini bisa mencegah anak memendam emosi atau marah berlebihan. 

4. Berikan contoh yang baik pada anak

Anak-anak adalah peniru ulung, sehingga mereka banyak mencontoh apa yang dilakukan oleh orang tuanya. 

Oleh karena itu, berikan contoh yang baik pada anak, cobalah untuk tidak mudah marah di depan anak-anak. 

Jika orang tua bisa mengelola emosi dengan baik di depan anak-anak, mereka juga akan meniru hal tersebut dengan baik. 

Agar anak tidak mudah marah-marah, cobalah untuk tetap tenang saat menghadapi perilaku anak yang menguji kesabaran. 

Gunakan kesempatan ini untuk menunjukkan cara yang lebih sehat dalam mengelola emosi. 

5. Berusahalah untuk tetap sabar

Jika anak marah, biarkan mereka memiliki waktu untuk menenangkan dirinya sendiri. 

Jangan langsung merespons mereka dengan amarah, tapi berikan mereka ruang untuk menenangkan diri dan berbicara setelah mereka merasa lebih tenang. 

Cobalah untuk berbicara secara lembut dengan anak-anak dan berikan kata-kata yang menenangkan untuk mereka. 

Dengan demikian, si kecil akan mulai menceritakan apa yang mereka rasakan dan apa yang membuat mereka marah. 

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mengatasi anak-anak yang suka marah. 

 

Artikel ini telah tayang di TribunHealth.com dengan judul Anak Suka Marah-marah? Berikut 5 Cara Mudah untuk Menghadapinya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved