Kesehatan
Tak Harus Stop Makan Daging Kurban, Cukup Imbangi dengan Ini agar Kolesterol Tak Naik
Terlalu banyak mengonsumsi daging merah dan olahan tanpa diimbangi pola makan sehat dapat meningkatkan risiko kolesterol hingga penyakit jantung.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM - Momen Idul Adha identik dengan aneka olahan daging kurban yang menggugah selera.
Namun, terlalu banyak mengonsumsi daging merah dan daging olahan tanpa diimbangi pola makan sehat dapat meningkatkan risiko kolesterol hingga penyakit jantung.
Karena itu, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi sayur dan makanan nabati agar tubuh tetap sehat usai menikmati hidangan daging kurban.
Melansir dari Meatless Monday Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Kamis (28/5/2026), mengurangi konsumsi daging merah dan daging olahan serta memperbanyak makanan nabati seperti sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, hingga kedelai disebut dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan menurunkan risiko berbagai penyakit.
Konsumsi daging merah dan daging olahan berlebih diketahui berkaitan dengan sejumlah penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, obesitas hingga beberapa jenis kanker.
Daging merah dan daging olahan juga memiliki kandungan lemak jenuh dan kolesterol yang lebih tinggi dibandingkan sumber protein lainnya.
Pola makan tinggi lemak jenuh dan kolesterol dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke.
Baca juga: 5 Makanan Pemicu Kolesterol Tinggi yang Sebaiknya Dibatasi, Gorengan hingga Junk Food
Selain itu, pola makan yang tinggi daging merah namun rendah sayuran dan makanan berserat juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung.
Karena itu, masyarakat tidak harus sepenuhnya berhenti mengonsumsi daging kurban saat Idul Adha. Namun, penting untuk menyeimbangkannya dengan konsumsi sayur dan makanan sehat lainnya.
Mengonsumsi lebih banyak makanan nabati dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap stabil. Produk hewani diketahui menjadi salah satu sumber kolesterol dalam makanan sehari-hari.
Tak hanya itu, memperbanyak konsumsi sayuran juga disebut dapat membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2.
Mengganti sebagian konsumsi daging dengan protein nabati seperti kacang-kacangan atau tahu dinilai baik bagi kesehatan tubuh.
Makanan nabati juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan ginjal, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga membantu menjaga berat badan tetap ideal karena umumnya mengandung lebih banyak serat dan lebih rendah kalori.
Baca juga: 6 Makanan Kaya Serat yang Baik untuk Jantung, Bisa Bantu Turunkan Kolesterol Jahat
Buah dan sayuran mengandung berbagai nutrisi dan fitokimia yang membantu melindungi sel tubuh dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Karena itu, di tengah melimpahnya olahan daging saat Idul Adha, masyarakat tetap dianjurkan untuk memperhatikan pola makan seimbang agar tubuh tetap sehat.
(Serambinews.com/Firdha)
| Sering Pesan Makanan Siap Saji? Penelitian Ungkap Tubuh Bisa Menua Lebih Cepat |
|
|---|
| Bahaya Camilan Viral Anak-anak Tinggi Gula & Pewarna, Sudah Tahu? |
|
|---|
| 5 Bahaya Camilan Viral Anak-anak yang Tinggi Gula & Pewarna, Dokter IPB : Risiko Jantung & Diabetes |
|
|---|
| Batuk Tak Kunjung Sembuh? Ini Daftar Makanan yang Dianjurkan dan Pantang Dikonsumsi agar Cepat Pulih |
|
|---|
| 7 Buah yang Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ahli Gizi Ungkap Manfaatnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/resep-sate-kambing-kecap-pedas-olahan-daging-saat-idul-adha.jpg)