Pakar Ungkap Alasan Mi Instan Jadi Menu Harian di Jepang dan Korea, Bukan karena Lebih Sehat
Mi instan yang dikonsumsi di Indonesia, Jepang, dan Korea Selatan pada dasarnya memiliki kandungan yang relatif serupa.
Ia menegaskan bahwa kandungan mi instan di Indonesia, Jepang, maupun Korea Selatan pada dasarnya tidak jauh berbeda.
Namun, perbedaan terletak pada cara penyajian dan makanan pendampingnya.
Di Jepang dan Korea Selatan, mi instan umumnya dikonsumsi bersama sayuran, daging, ikan, telur, atau sumber protein lainnya sehingga kebutuhan gizi lebih seimbang.
Baca juga: Ibu Menyusui Boleh Makan Mi Instan? Ini Penjelasan dr Boyke Soal Risiko dan Kebutuhan Protein
Meski demikian, mi instan tetap mengandung natrium atau garam dalam jumlah tinggi yang berpotensi meningkatkan risiko hipertensi apabila dikonsumsi berlebihan.
Dampak tersebut dapat diminimalkan dengan pola makan yang lebih sehat, termasuk memperbanyak konsumsi sayur dan buah.
Toto juga menyoroti kebiasaan konsumsi mi instan di Indonesia yang terkadang kurang tepat.
Masih ditemukan anak-anak yang mengonsumsi mi instan tanpa dimasak atau tanpa tambahan lauk bergizi, sehingga nilai gizinya menjadi tidak seimbang.
Saat berkunjung ke Korea Selatan, Toto menemukan bahwa masyarakat setempat hampir selalu mengonsumsi mi bersama kimchi dan berbagai jenis sayuran.
Kebiasaan makan sayur yang tinggi dinilai membantu menjaga kesehatan tubuh meskipun mereka saangat sering mengonsumsi mi instan.
Selain pola makan, faktor gaya hidup turut berpengaruh. Masyarakat Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan dikenal memiliki aktivitas fisik yang tinggi, seperti berjalan kaki dalam kehidupan sehari-hari.
Sebaliknya, sebagian masyarakat Indonesia masih cenderung menggunakan kendaraan bermotor meskipun untuk jarak yang relatif dekat.
Dengan demikian, perbedaan dampak konsumsi mi instan antara Indonesia dan negara-negara Asia Timur tersebut tidak terletak pada produknya. '
Tetapi pada pola konsumsi, keseimbangan gizi, serta gaya hidup masyarakat yang menyertainya. (*)
| Berawal Geunta Alam ke Sibrok Blang Pha, Kisah Grup Rapai Pase Bertahan Saat Konflik hingga Banjir |
|
|---|
| Setelah Sempat Menguat, Harga Emas di Banda Aceh Terkoreksi Rp 40.000 per Mayam, Edisi 6 Juni 2026 |
|
|---|
| Dari Geunta Alam ke Sibrok Blang Pha, Kisah Grup Rapai Pase Bertahan Saat Konflik, Tsunami & Banjir |
|
|---|
| 69 Unit Huntara Rusak Akibat Dihantam Badai di Langkahan Aceh Utara, Data Terbaru |
|
|---|
| Hari Ini Harga Emas di Langsa Turun Tipis, Cek Rinciannya Edisi 6 Juni 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mi-instan-06062026.jpg)