Rabu, 20 Mei 2026

Kesehatan

Anda Penyuka Kol Goreng? Waspada Bahayanya bagi Kesehatan, Simak Penjelasan Ahli Gizi

Konsumsi kol goreng secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.

Tayang:
Editor: Amirullah
Freepik
ILUSTRASI KOL GORENG - Ilustrasi kol goreng diambil dari laman Freepik pada Kamis (11/9/2025). Konsumsi kol goreng secara berlebihan ternyata berpotensi memberikan dampak negatif bagi kesehatan, berikut adalah bahaya kol goreng bagi kesehatan. 

SERAMBINEWS.COM - Kol goreng sering menjadi pilihan lauk pendamping karena rasanya yang gurih dan teksturnya renyah.

Sayuran ini memang dikenal kaya vitamin C, serat, serta antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Namun, cara pengolahan dengan menggoreng justru bisa mengurangi kandungan gizi dalam kol.

Proses pemanasan minyak pada suhu tinggi dapat merusak zat gizi mikro, terutama vitamin yang larut dalam air.

Konsumsi kol goreng secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.

Risiko muncul ketika pola makan didominasi oleh sayuran yang digoreng, sementara kebutuhan gizi seimbang dari sayuran segar tidak terpenuhi.

Menurut Dr. Zuraidah Nasution, dosen Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia IPB University, proses menggoreng dapat merusak kandungan zat gizi mikro pada sayuran, terutama vitamin yang larut dalam air.

"Cara terbaik mengolah sayuran adalah dengan menggunakan prinsip pemaparan panas yang minimal dan penggunaan air yang tidak berlebih, seperti ditumis atau dikukus," jelasnya, dilansir dari situs resmi IPB University, Kamis (11/9/2025).

Menggoreng sayuran, terutama dengan teknik deep frying, menyebabkan air dalam sayuran menguap.

Hal ini menciptakan rongga yang kemudian terisi oleh minyak goreng, sehingga menambah asupan lemak dan kalori ke dalam tubuh.

"Tanpa disadari, kita menambahkan lemak ekstra ke tubuh hanya karena ingin mendapatkan tekstur renyah dari sayur yang digoreng," tambah Dr. Zuraidah.

Selain meningkatkan kandungan lemak, proses penggorengan dengan suhu tinggi juga dapat memicu oksidasi lemak dalam minyak goreng.

Oksidasi ini menghasilkan senyawa berbahaya, termasuk senyawa karsinogenik yang berpotensi meningkatkan risiko kanker jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Meskipun kol goreng sebagai pelengkap pecel lele terasa nikmat dan menambah selera makan, perlu diingat bahwa sayuran sebaiknya diolah dengan cara yang lebih sehat.

Sayur tetap dapat memiliki tekstur renyah tanpa harus digoreng, yakni dengan cara mengukus atau menumis dengan waktu singkat dan sedikit air.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved