Selasa, 28 April 2026

Kesehatan

4 Makanan Wajib Dikonsumsi Tiap Hari, dr Zaidul Akbar: Perbaiki Usus, Turunkan Risiko Penyakit

Menurut dr Zaidul Akbar, kunci utama kesehatan tubuh terletak pada keseimbangan probiotik (bakteri baik) dan prebiotik.

|
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Nurul Hayati
Tangkapan layar kanal YouTube dr. Zaidul Akbar Official
dr Zaidul Akbar menjelaskan empat jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi setiap hari karena berperan besar meningkatkan populasi bakteri baik, memperkuat imun, dan mencegah penyakit metabolik sejak usia muda. 

SERAMBINEWS.COM – Dokter sekaligus pendakwah kesehatan, dr Zaidul Akbar, kembali mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan usus sebagai pusat metabolisme tubuh.

Dalam kajian terbarunya, dr Zaidul Akbar menjelaskan empat jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi setiap hari karena berperan besar meningkatkan populasi bakteri baik, memperkuat imun, dan mencegah penyakit metabolik sejak usia muda.

Menurut dr Zaidul Akbar, kunci utama kesehatan tubuh terletak pada keseimbangan probiotik (bakteri baik) dan prebiotik (makanan untuk bakteri baik).

“Kalau bakteri baik berkembang biak ketika masuk ke pencernaan kita, maka dia akan perbaiki isi ususnya,” ujarnya dikutip dari YouTube dr Zaidul Akbar Official, Jumat (14/11/2025).

1. Madu: Prebiotik Alami yang Memperkuat Bakteri Baik

Dalam penjelasannya, dr Zaidul Akbar menyebut madu sebagai makanan pertama yang wajib dikonsumsi setiap hari. Ia menekankan pentingnya memilih madu asli dan jelas sumbernya.

“Madu itu prebiotik. Makanan bakteri baik,” katanya. Prebiotik dalam madu membantu memperbanyak bakteri baik dalam usus sehingga sistem pencernaan bekerja lebih optimal.

Baca juga: Bukan Digoreng, Ini Cara Lain Olah Tempe Sehat Kaya Asam Amino, Resep dr Zaidul Akbar

Dirinya juga menekankan agar masyarakat mengonsumsi madu berkualitas, yang jelas asal-usulnya dan tidak dicampur bahan lain.

2. Kurma: Energi Alami yang Lebih Baik daripada Gula dan Gorengan

Makanan kedua adalah kurma, yang menurutnya jauh lebih bermanfaat dibandingkan camilan harian yang tinggi minyak atau gula.

“Daripada Anda beli gorengan tiap hari, lebih enak makan kurma. Jelas jauh lebih berkualitas,” ujarnya.

Kurma mengandung gula alami, serat, mineral, dan antioksidan yang baik bagi metabolisme tubuh. Dr Zaidul Akbar juga menyarankan kurma sebagai pengganti gula pasir pada minuman atau sambal rumahan.

3. Rempah: Sumber Mineral yang Sering Diremehkan

Selanjutnya, dr Zaidul Akbar menyebut rempah sebagai makanan wajib ketiga. Ia mencontohkan jahe, kayu manis, ketumbar, cengkeh, dan kapulaga sebagai rempah yang dapat dikonsumsi setiap hari.

“Rempah itulah bahan bakunya tubuh, mineral penting sel,” jelasnya.

Baca juga: Ingin Otak Cerdas dan Fokus? dr Zaidul Akbar Sarankan Konsumsi 13 Makanan Ini!

Rempah mengandung senyawa antiinflamasi dan antioksidan yang membantu meringankan beban metabolisme, memperbaiki pencernaan, serta meningkatkan daya tahan tubuh. 

Ia menganjurkan rempah dicampurkan dalam teh, minuman herbal, atau olahan makanan sehari-hari.

4. Rimpang: Jahe, Lengkuas, Temulawak, hingga Kunyit

Makanan keempat yang ditekankan adalah rimpang, seperti jahe, lengkuas, temulawak, atau kunyit.

“Rimpang itu tanaman yang batangnya ada di dalam tanah… jahe, lengkuas, temulawak, kunyit,” ujarnya.

Rimpang bersifat hangat, membantu meredakan inflamasi, dan menjaga keseimbangan mikroba dalam pencernaan. Konsumsi harian rimpang juga diyakini membantu menjaga metabolisme tetap stabil.

Baca juga: Suka Ngemil Karbo Saat Galau? dr Zaidul Akbar: Itu Bukan Lapar, Tapi Tanda Tubuh Stres

Probiotik: Tempe hingga Kimchi

Selain empat makanan utama, dr Zaidul Akbar menambahkan pentingnya konsumsi probiotik dari makanan fermentasi.

Ia menyebut tempe sebagai contoh, bahkan mendorong inovasi pembuatan tempe dari bahan lokal lain seperti biji rambutan, biji anggur, biji semangka, hingga biji durian.

Menurutnya, masyarakat harus lebih kreatif mengolah bahan lokal menjadi probiotik karena manfaatnya sangat besar untuk kesehatan usus.

Ia juga menyebut kimchi sebagai salah satu makanan sehat dunia karena kandungannya yang kaya bakteri baik.

Prebiotik tidak hanya berasal dari madu atau kurma.

dr Zaidul Akbar menjelaskan bahwa sayuran dan buah-buahan kaya serat juga sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan bakteri baik.

“Makanannya probiotik itu adalah prebiotik,” tegasnya.

Modifikasi Nasi Putih agar Tidak Tinggi Gula

Dr Zaidul Akbar kemudian membahas kebiasaan masyarakat mengonsumsi nasi putih yang tinggi karbohidrat sederhana. Ia mengakui nasi putih sulit dihindari, tetapi masih bisa dimodifikasi agar tidak membebani tubuh.

Ada dua cara yang ia sarankan:

1. Menambahkan Tumisan Rempah ke Nasi

Tumis cabe rawit, bawang putih, serai, garam laut, minyak kelapa/zaitun, dan lada hitam. Campurkan ke nasi putih.

Cara ini membuat nasi lebih tinggi serat, mineral, dan lebih ringan dicerna.

2. Mencampur Nasi dengan Sambal Kurma dan Tempe

Sambal dibuat dari:

  • cabe rawit
  • kurma
  • bawang putih
  • garam

“Tempenya dihancurkan masukin ke nasinya. Nasi Anda full serat, full probiotik,” jelasnya.

Ia bahkan menyebut rasa sambal kurma + tempe ini “aneh tapi enaknya minta ampun”.

Biji-Bijian dari Buah Lokal: Jangan Dibuang!

Dalam penjelasannya, dr Zaidul juga menyoroti pentingnya biji buah sebagai sumber gizi tinggi, seperti biji manggis dan biji durian.

“Semakin banyak perlindungan di situ, Allah ciptakan serat dan cangkang biasanya semakin tinggi gizinya,” ungkapnya. 

Ia menyarankan biji buah tertentu dikonsumsi atau diolah menjadi makanan untuk menambah asupan nutrisi dan asam amino.

Dr Zaidul menyoroti maraknya kedai minuman manis modern yang digandrungi anak muda. Ia mengingatkan bahwa konsumsi gula berlebihan dapat memicu diabetes pada usia sangat muda.

“Saya agak was-was dengan begitu banyaknya kedai minuman. Jangan sampai 15–20 tahun sudah kena diabet,” ingatnya.

(Serambinews.com/Firdha)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved