Internasional
Gadis Aceh Korban Perdagangan Orang di Malaysia Dipulangkan Sabtu Pagi
Gadis Aceh M atau PAF menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di bawah umur di Malaysia
SERAMBINEWS.COM - Gadis Aceh M atau PAF menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di bawah umur di Malaysia.
Korban akan dipulangkan ke Aceh dengan menumpang pesawat Air Asia AK 423.
Pesawat berangkat dari
Bandara Internasional Kuala Lumpur atau Kuala Lumpur International Airport (KLIA) di Malaysia, Sabtu (4/1/2025) pukul 07.45 WS.
Maskapai Air Asia dijadwalkan akan tiba di bandara internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar, Sabtu (4/1/2025) pukul 08.10 WIB.
PAF akan didampingi langsung oleh anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam penerbangan ke Aceh.
Informasi terbaru yang diperoleh Serambinews.com, Jumat (3/1/2025) malam dari Ketua Sosialisasi Ummah Bansigoem Aceh (SUBA) Malaysia, Tgk Bukhari bin Ibrahim, korban sudah menjalani pemeriksaan dari anggota Polri yang menangani kasus TPPO di Malaysia.
"Kami berharap kasus ini dapat ditangani dengan tuntas sehingga tidak ada lagi korban lain di masa mendatang," harap Tgk Bukhari yang didampingi Jafar Insya Reubee melalui telepon.
Awal mula kasus terungkap
Gadis Aceh, PAF (17) diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau human trafficing di Malaysia.
Ia menjadi korban kekerasan seksual, dipaksa melayani pria hidung belang, bahkan pernah dirudapaksa berulangkali dan secara bergiliran.
Nasib tragis yang dialami PAF itu terungkap pada pada Selasa (24/12/2024), usai Ketua Umum Solidaritas Ummah Ban Sigom Aceh (SUBA), Tgk Bukhari Ibrahim menerima telpon masuk dari korban yang mengaku sedang dikurung di salah satu hotel di Malaysia.
“Korban menelpon saya hari Senin, tapi belum sempat saya datangi karena ada pekerjaan di luar Kuala Lumpur.
Sehingga kemarin, hari Selasa, baru saya datangi langsung,” kata Bukhari kepada Serambi, Rabu (25/12/2024).
Baca juga: Gadis Aceh Jadi Korban Perdagangan Orang di Malaysia
Tgk Bukhari mengungkapkan bahwa awalnya korban tidak tahu harus melaporkan ke mana untuk mengadukan hal yang dialaminya, sebab handphone yang dipegang diganti dengan nomor baru.
“Namun mungkin dia ingat salah satu nomor orang yang ada di kampungnya.
Lalu orang itu mencari nomor saya dan memberikan ke korban. Jadi korban akhirnya menelpon saya hari Senin kemarin,” lanjutnya.
| Blokade dan Ambil Alih Kapal Iran, Trump Sebut Angkatan Laut AS Seperti Perompak |
|
|---|
| Israel Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan Udara Tewaskan 10 Orang di Lebanon Selatan |
|
|---|
| India Buat Pagar Perbatasan dari Buaya dan Ular untuk Mencegah Imigran Bangladesh |
|
|---|
| Viral Pria Bawa Jenazah Ke Bank Untuk Urus Pencairan Dana Pensiun |
|
|---|
| Panik, Trump Terjatuh Saat Selamatkan Diri dari Upaya Pembunuhan, Jamuan Makan Malam Berubah Horor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Gadis-berusia-17-tahun-berinisial-PAF-asal-Kabupaten-Pidie-menjadi-korban-TPPO-di-Malaysia.jpg)