Rabu, 3 Juni 2026

Maulid Nabi Muhammad SAW

Warga Aceh di Bali Gelar Maulid Nabi SAW, Ini Jadwal dan Agendanya

Samsul Bahri cukup terkenal di kalangan para pesepakbola lokal di Bali, terutama di Kota Denpasar dan sekitarnya

Tayang:
Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Subur Dani
DOK SERAMBINEWS
BERSAMA WARGA ACEH DI BALI - Pemred Serambi Indonesia Zainal Arifin (dua dari kiri) berfoto bersama pengurus Masyarakat Aceh Bali (MAB) di Musholla Teuku Umar, Denpasar Bali, Rabu (25/9/2025) malam 

Penelusuran Serambinews.com, Desa Pemecutan Kelod tempat Meunasah Aceh berdiri, terletak di daerah strategis dari segi ekonomi dan pariwisata. 

Baca juga: Peringati Maulid, Warga Aceh Potong 9 Lembu dan Santuni Anak Yatim di Meunasah Aceh, Klang Malaysia

Desa yang memiliki 15 dusun ini memiliki struktur adat yang kuat, dengan pembagian wilayah berdasarkan banjar adat seperti Catur Asrama, Darsana, Eka Utama, Sapta Guna, dan Eka Dasi.

Kehidupan masyarakatnya sangat dipengaruhi oleh ikatan agama, adat, dan sosial kemasyarakatan.

Sementara Denpasar Barat merupakan kawasan urban yang padat, dengan perpaduan antara pemukiman, pusat bisnis, dan fasilitas umum.

Wilayah ini juga memiliki nilai budaya tinggi, dengan banyak banjar adat dan pura yang aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial.

Amatan Serambinews.com, meunasah dua lantai yang diberi nama Mushalla Teuku Umar ini, berdiri gagah di tengah-tengah pemukiman padat.

Wakil Ketua Masyarakat Aceh Bali (MAB) Samsul Bahri bercerita panjang lebar tentang suka duka warga Aceh di Bali untuk mendirikan meunasah ini.

Bangunan Mushalla Teuku Umar ini berdiri di atas lahan seluas 3,3 are (33x10 meter).  “Luas bangunan meunasah 20x10 meter dua lantai, dengan IMB 3 lantai,” ungkap Samsul yang juga mengemban amanah sebagai Takmir Mushalla Teuku Umar Denpasar. 

Baca juga: Delegasi Aceh Bertemu Otoritas Pelabuhan Pulau Pinang Malaysia, Terkait Rute Krueng Geukueh - Penang

Sehari-hari, mushalla yang dibangun di atas lahan wakaf perantau Aceh di Bali ini diurus oleh Julianto, seorang marbot yang berasal dari Kediri, Jawa Timur. 

Selain shalat berjamaah lima waktu dan shalat Jumat, di mushalla ini juga terdapat Tempat Pengajian Al-Qur’an (TPA) yang berada di lantai bawah.

Sementara tempat shalat berada di lantai atas, dilengkapi dengan AC dan kipas angin.

Selain pengajian anak-anak yang berlangsung dari Senin – Jumat, pengurus mushalla juga menggelar pengajian untuk masyarakat umum yang berlangsung dua kali seminggu, yakni pada Senin malam Selasa dan Kamis malam Jumat. 

“Pengajian ini diikuti masyarakat sekitar, dengan mengundang ustaz dari berbagai wilayah di Bali, NTB, hingga ke Jawa Timur,” ujar Samsul.

Baca juga: VIDEO - Belasan Ribu Orang Hadiri Maulid Agung di Kedah Dilaksanakan Komuniti Aceh Malaysia

Ia juga mengatakan, sejak meunasah ini beroperasi, setiap tahun pihaknya melaksanakan kegiatan hari-hari besar keagamaan yakni, Maulid Nabi SAW, Israk Mikraj, bukan puasa bersama sebulan penuh, hingga halal bi halal dan qurban.

Hidup dalam komunitas nonmuslim membuat MAB dan pengurus mushalla mengundang warga sekitar yang nonmuslim untuk hadir pada setiap acara kenduri yang digelar di lingkungan mushalla.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved