Tips Keluarga Harmonis
Anda Suka Kirim Reels ke Pasangan? dr Aisah Dahlan: Boleh Tapi Harus Main Cantik, Begini Caranya!
Tenang, kamu tidak sendirian. Fenomena saling mengirim video pendek kini sedang marak di kalangan pasangan suami istri.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM – Pernah kirim video pendek atau reels di Instagram ke pasangan sebagai “kode halus”?
Tenang, kamu tidak sendirian. Fenomena saling mengirim video pendek kini sedang marak di kalangan pasangan suami istri.
Banyak yang menggunakan potongan video atau reels sebagai cara menyampaikan pesan, sindiran lembut, atau ungkapan perasaan, tanpa harus berbicara langsung.
Di era digital, kebiasaan seperti ini bahkan sudah menjadi pola komunikasi baru dalam hubungan.
Lewat satu kiriman video, seseorang bisa menunjukkan perhatian, memberi isyarat, atau sekadar mengingatkan pasangan dengan cara yang lebih halus.
Menariknya, fenomena ini ikut disorot oleh dr Aisah Dahlan, praktisi kesehatan mental, pakar neurosains, sekaligus pembicara keluarga, dalam podcast Denny Sumargo yang tayang baru-baru ini.
Baca juga: Anak Umur 3 Tahun Suka Lempar Barang? dr Aisah Dahlan Ungkap Alasannya, Jangan Langsung Dimarahi!
Menurut dr Aisah Dahlan, komunikasi lewat media sosial seperti video pendek atau pesan WhatsApp tidak salah dan boleh dilakukan, asalkan dilakukan dengan cara "cantik" yang bijak dan penuh empati.
“Kalau perlu, perlu banget ya. Laki-laki juga perlu belajar soal rumah tangga. Cuma memang otak perempuan itu senang belajar tentang kerumahtanggaan, kalau laki-laki lebih senang belajar hal-hal yang kaitannya dengan pekerjaan. Memang begitu nature-nya,” ujar dr Aisah membuka pembahasan dikutip Rabu (12/11/2025).
Fenomena Kirim Video: Antara Kode dan Komunikasi
dr Aisah menyoroti tren baru di mana pasangan saling berbagi potongan video edukatif di media sosial.
Biasanya, istri mengirim video berisi nasihat tentang peran suami, dan sebaliknya suami mengirim video tentang cara istri seharusnya bersikap.
“Sekarang kan ada fenomena ya, karena ada video yang bisa dipotong-potong pendek. Istri kasih ke suami, suami kasih ke istri. Itu juga cara (berkomunikasi),” ungkapnya.
“Cuma hati-hati, harus main cantik. Kalau istri terlalu sering kirim video bertubi-tubi, suami bisa tersinggung. Begitu juga sebaliknya.”
Baca juga: 5 Cara Menghadapi Suami yang Keras pada Anak Menurut dr Aisah Dahlan, Nomor 3 Kuncinya di Doa!
Menurutnya, bentuk komunikasi semacam ini bisa jadi jembatan di tengah kesibukan, tapi kalau berlebihan justru terasa seperti sindiran.
“Main Cantik” Itu Seperti Apa?
Istilah “main cantik” yang diucapkan dr Aisah bukan sekadar gaya bicara.
Ia menjelaskan, yang dimaksud adalah menyampaikan pesan dengan halus, penuh empati, dan tahu waktu yang tepat.
“Kadang suami lagi pengin santai, terus kita bilang ‘Mas, dengerin aku,’ bisa jadi malah marah. Tapi kalau dikirim lewat WA, dia baca dalam kondisi rileks, malah lebih masuk,” tuturnya.
dr Aisah bahkan mengaku, ia sendiri kerap menulis pesan lewat WhatsApp untuk menyampaikan sesuatu yang sulit diucapkan langsung.
“Saya sering juga ungkapkan perasaan ke suami lewat WA. Malah suami lebih senang baca itu, daripada dengar saya langsung,” ujarnya sambil tersenyum.
Baca juga: 5 Cara Hadapi Mertua yang Mulutnya Tajam & Suka Ngatur, dr Aisah Dahlan: No 3 Bikin Hati Auto Tenang
Selain itu, dr Aisah juga menegaskan, yang dimaksud dengan “main cantik” adalah menyampaikan pesan tanpa menyalahkan atau menyerang pasangan.
Menurutnya, banyak orang berniat menasihati pasangan dengan cara kirim video pendek, tapi karena caranya kurang tepat, pesan baik itu justru terdengar seperti tuduhan.
“Main cantik itu jangan pakai kalimat yang menyalahkan. Kadang tone-nya saja sudah bikin tidak enak didengar, seperti "makanya". Padahal maksudnya mau menasihati, tapi kalau penyampaiannya salah, bisa menyinggung,” ujar dr Aisah.
Ia menambahkan, komunikasi yang baik bukan tentang siapa yang paling benar, melainkan bagaimana pesan bisa diterima dengan hati yang tenang.
Karena itu, penting bagi pasangan untuk memilih waktu, nada, dan cara bicara yang tepat, termasuk ketika menyampaikan pesan lewat video pendek atau chat di media sosial.
Meski komunikasi digital semakin populer, dr Aisah mengingatkan agar pasangan tidak kehilangan momen berbicara langsung.
“Zaman dulu orang kirim surat, sekarang medianya gawai. Enggak apa-apa juga. Tapi idealnya, tetap paling asik itu ngobrol langsung,” jelasnya.
Ia menambahkan, kirim video atau chat bisa jadi pilihan ketika salah satu pihak sedang lelah atau butuh ruang.
Namun jika keduanya sedang dalam kondisi “fit”, bertemu langsung dan berbicara tetap menjadi cara paling sehat.
dr Aisah menegaskan, setiap pasangan punya gaya komunikasi masing-masing.
Yang penting bukan medianya, melainkan niat dan cara menyampaikannya.
“Semua itu boleh dipakai, yang penting tahu kapan waktunya. Kadang bisa ngomong langsung, kadang lewat chat, kadang lewat video. Asal pakai perasaan,” pungkasnya.
(Serambinews.com/Firdha)
dr Aisah Dahlan
Video Pendek
video reels
kirim video reels ke suami
pasangan
Tips Keluarga Harmonis
cara komunikasi dengan pasangan
pasangan suami istri
Serambinews.com
| 7 Cara Mengajak Suami Sholat Tanpa Menyinggung, Tips dr Aisah Dahlan untuk Para Istri |
|
|---|
| dr Aisah Dahlan Ungkap Dua Cara Menyambut Suami Pulang Kerja agar Rumah Tangga Tetap Adem |
|
|---|
| Bukan Sok Tahu, dr Aisah Dahlan : Ini 4 Alasan Ilmiah Kenapa Laki-Laki Suka Terlihat ‘Paling Bisa’ |
|
|---|
| 5 Cara Hadapi Mertua yang Mulutnya Tajam & Suka Ngatur, dr Aisah Dahlan: No 3 Bikin Hati Auto Tenang |
|
|---|
| 7 Gaya Bicara yang Bikin Suami & Anak Tak Nyaman, dr Aisah Dahlan: Nomor 3 Sering Tak Disadari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dr-aisah-dahlan-podcast-denny-sumargo.jpg)