Banjir Landa Aceh
Kerusakan Tanggul Krueng Pase di Aceh Utara Capai 17 Titik, Keureuto 6 Titik, Ancaman Bagi Warga
“Jika tidak cepat diperbaiki, ini sangat berbahaya. Warga di sepanjang sungai hidup dalam ketakutan setiap kali hujan turun,” ujar Hadi.
Penulis: Jafaruddin | Editor: Nurul Hayati
Ringkasan Berita:
- 25–28 November 2025, banjir besar di Aceh Utara menyebabkan kerusakan parah pada puluhan titik tanggul sungai, terutama di aliran Krueng Pase & Krueng Keureuto.
- Jebolnya tanggul jadi pemicu banjir bandang di Samudera, Geudong & Syamtalira Aron.
- Ribuan rumah terendam, akses jalan putus, sawah & tambak rusak.
- Warga di bantaran sungai hidup dalam ketakutan setiap hujan
- Pemerintah daerah menetapkan status Tanggap Darurat & warga mendesak pemerintah provinsi & pusat mempercepat rehabilitasi tanggul.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Utara pada 25–28 November 2025, memicu kerusakan parah di puluhan titik tanggul sungai.
Informasi tersebut diperoleh Serambinews.com, Sabtu (29/11/2205), dari Daftar Identifikasi Kerusakan Infrastruktur Sumber Daya Air yang dikeluarkan Dinas PUPR Aceh Utara.
Aliran Krueng Pase dan Krueng Keureuto tercatat sebagai lokasi dengan kerusakan terberat, di mana sebagian besar tanggul jebol atau dalam kondisi kritis.
Kerusakan paling masif terjadi di sepanjang sungai Krueng Pase, khususnya di Kecamatan Syamtalira Aron dan Samudera.
Data pemerintah menunjukkan 17 titik tanggul mengalami jebol total atau masuk kategori rusak berat.
Beberapa lokasi kerusakan antara lain, kawasan Desa Teupin Jok, Kecamatan Syamtalira Aron – 100 meter tanggul jebol (rusak berat).
Kemudian di Desa Teungoh, Kecamatan Syamtalira Aron kerusakan 200 meter tanggul jebol (rusak berat).
Desa Mesjid dan Pante, Kecamatan Syamtalira Aron – tanggul kritis (rusak berat). Kemudian di Mancang dan Meucat, Kecamatan Samudera – 200–300 meter tanggul kritis (rusak berat).
Selanjutnya, Desa Teupin Beulangan, Paya Terbang, Kitou, Tanjong Mesjid, Tanjong Hagu, Tanjong Awe – 100–200 meter tanggul jebol, rusak berat
Robohnya tanggul-tanggul ini menjadi salah satu penyebab utama banjir bandang yang menerjang Samudera, Geudong, Syamtalira Aron, dan kawasan sekitarnya.
Baca juga: Puluhan Dapur Garam dan Pondok Wisata di Lancok-Aceh Utara Disapu Banjir, Satu Warga Terseret Arus
Selain Krueng Pase, sungai Krueng Keureuto yang mengalir melalui Tanah Luas, Lhoksukon, Tanah Pasir, dan Lapang juga mengalami kerusakan sangat parah.
Titik yang terdampak meliputi Desa Geumata, Lhoksukon kerusakan 100 meter tanggul jebol (rusak berat).
Lalu di Desa Serba Jaman Tunong, Kecamatan Tanah Luas dengan kondisi tanggul kritis (rusak berat).
Lalu di Desa Alue Drien, Mancang, Merbo Jurong dengan kondisi tanggul kritis (rusak berat).
Tanggul Sungai
tanggul sungai rusak
tanggul sungai jebol
Tanggul Krueng Pase
Krueng Keureuto
Aceh Utara
Serambinews.com
Serambinews
Serambi Indonesia
| Sudah Enam Bulan Tinggal di Gubuk Darurat, Puluhan Penyintas Banjir di Aceh Utara Belum Terima DTH |
|
|---|
| Rp 380 M untuk Rehabilitasi Sawah, Pemerintah Aceh Percepat Pemulihan Pascabencana |
|
|---|
| Percepat Rehab Lahan Pertanian Pascabanjir Aceh, Dirjen LIP Apresiasi Peran TA Khalid |
|
|---|
| Bupati Al-Farlaky Salurkan Rp 118,9 Miliar, Perbaikan 5 Ribu Rumah Rusak Akibat Banjir |
|
|---|
| Pemerintah Aceh Kembali Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Jalan-nasional-atau-lintasan-Banda-Aceh-Medan-rusak-parah-di-kawasan-Desa-Blang-Peuria.jpg)