Rabu, 6 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Sudah 5 Hari, Sinyal Seluler Masih Hilang di Langsa Hingga Gayo, Banyak Keluarga belum Terhubung

Memasuki hari kelima banjir yang melanda wilayah Aceh, jaringan telekomunikasi belum pulih sepenuhnya. Sedangkan untuk wilayah Kota

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Ansari Hasyim
Google.com
Ilustrasi tower BTS. 

Laporan wartawan Serambi Indonesia  Muhammad Nasir I Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Memasuki hari kelima banjir yang melanda wilayah Aceh, jaringan telekomunikasi belum pulih sepenuhnya.

Hari ini, beberapa daerah memang sudah dapat mengakses jaringan seluler, namun kondisinya masih sangat terbatas dan sering terputus.

Sedangkan untuk wilayah Kota Langsa, Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Aceh Tengah, saat ini akses komunikasi masih putus total.

Sangat banyak warga masih kehilangan komunikasi dengan keluarga mereka, menimbulkan kecemasan bagi sanak saudara yang berada di luar daerah banjir, di Banda Aceh dan kota-kota lain di luar Aceh.

“Saya terakhir komunikasi dengan orang tua di Langsa Selasa (25 November) pagi, setelah itu tidak bisa tersambung lagi dan saya tidak tahu seperti kondisinya,”ujar Tata Muda Taqwa, warga Langsa di Banda Aceh.

Baca juga: Listrik Padam, Korban Banjir di Gosong Telaga Barat Singkil Utara Bersihkan Rumah Pakai Air Banjir

Hal serupa dialami oleh Ulfa, mahasiswa di Banda Aceh yang sangat mengkhawatirkan kondisi orang tuanya yang tinggal di Paya Bujok, Langsa.

Katanya, sejak awal banjir hingga saat ini ia belum bisa menghubungi keluarganya hanya untuk mengetahui kabar. Karena, katanay, di Langsa tidak ada jaringan seluler dan listrik.

“Sampai sekarang tidak masuk telepon,” ujar Ulfa menangis saat mengantar bantuan ke posko mahasiswa di depan gedung DPRA.

Rahmat Taufik, warga Aceh Utara yang saat ini menetap di Banda Aceh juga sudah berhari-hari mencari informasi mengenai kampungnya di Kecamatan Sawang.

Ia akhirnya menemukan informasi kondisi kampungnya dari video yang beredar di media sosial, meskipun ia tidak tahu kondisi rumah dan keluarganya.

Akhirnya, karena koneksi informasi tak kunjung pulih, ia memutuskan untuk nekat berjalan ke kampungnya. Meskipun ia tahu akses jalan darat terputus.

“Saya coba jalan saja terus, nanti kalau putus akses di tengah jalan, kita cari cara lagi,” ujarnya.

Kekhawatiran juga dirasakan Wawan Irawan yang terus berusaha menghubungi kerabatnya di Takengon, Aceh Tengah. Hingga sekarang belum ada satu pesan ataupun kabar mengenai kondisi kerabatnya tersebut.

Ia mendapat informasi bahwa rumah kerabatnya terdampak banjir dan longsor, namun tidak bisa memastikan keadaan mereka karena sambungan telepon sama sekali tidak dapat diakses.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved