Banjir Landa Aceh
Sudah 5 Hari, Sinyal Seluler Masih Hilang di Langsa Hingga Gayo, Banyak Keluarga belum Terhubung
Memasuki hari kelima banjir yang melanda wilayah Aceh, jaringan telekomunikasi belum pulih sepenuhnya. Sedangkan untuk wilayah Kota
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Ansari Hasyim
Laporan wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Memasuki hari kelima banjir yang melanda wilayah Aceh, jaringan telekomunikasi belum pulih sepenuhnya.
Hari ini, beberapa daerah memang sudah dapat mengakses jaringan seluler, namun kondisinya masih sangat terbatas dan sering terputus.
Sedangkan untuk wilayah Kota Langsa, Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Aceh Tengah, saat ini akses komunikasi masih putus total.
Sangat banyak warga masih kehilangan komunikasi dengan keluarga mereka, menimbulkan kecemasan bagi sanak saudara yang berada di luar daerah banjir, di Banda Aceh dan kota-kota lain di luar Aceh.
“Saya terakhir komunikasi dengan orang tua di Langsa Selasa (25 November) pagi, setelah itu tidak bisa tersambung lagi dan saya tidak tahu seperti kondisinya,”ujar Tata Muda Taqwa, warga Langsa di Banda Aceh.
Baca juga: Listrik Padam, Korban Banjir di Gosong Telaga Barat Singkil Utara Bersihkan Rumah Pakai Air Banjir
Hal serupa dialami oleh Ulfa, mahasiswa di Banda Aceh yang sangat mengkhawatirkan kondisi orang tuanya yang tinggal di Paya Bujok, Langsa.
Katanya, sejak awal banjir hingga saat ini ia belum bisa menghubungi keluarganya hanya untuk mengetahui kabar. Karena, katanay, di Langsa tidak ada jaringan seluler dan listrik.
“Sampai sekarang tidak masuk telepon,” ujar Ulfa menangis saat mengantar bantuan ke posko mahasiswa di depan gedung DPRA.
Rahmat Taufik, warga Aceh Utara yang saat ini menetap di Banda Aceh juga sudah berhari-hari mencari informasi mengenai kampungnya di Kecamatan Sawang.
Ia akhirnya menemukan informasi kondisi kampungnya dari video yang beredar di media sosial, meskipun ia tidak tahu kondisi rumah dan keluarganya.
Akhirnya, karena koneksi informasi tak kunjung pulih, ia memutuskan untuk nekat berjalan ke kampungnya. Meskipun ia tahu akses jalan darat terputus.
“Saya coba jalan saja terus, nanti kalau putus akses di tengah jalan, kita cari cara lagi,” ujarnya.
Kekhawatiran juga dirasakan Wawan Irawan yang terus berusaha menghubungi kerabatnya di Takengon, Aceh Tengah. Hingga sekarang belum ada satu pesan ataupun kabar mengenai kondisi kerabatnya tersebut.
Ia mendapat informasi bahwa rumah kerabatnya terdampak banjir dan longsor, namun tidak bisa memastikan keadaan mereka karena sambungan telepon sama sekali tidak dapat diakses.
| Jembatan Bailey Kala Ili Difungsikan |
|
|---|
| Sudah Enam Bulan Tinggal di Gubuk Darurat, Puluhan Penyintas Banjir di Aceh Utara Belum Terima DTH |
|
|---|
| Rp 380 M untuk Rehabilitasi Sawah, Pemerintah Aceh Percepat Pemulihan Pascabencana |
|
|---|
| Percepat Rehab Lahan Pertanian Pascabanjir Aceh, Dirjen LIP Apresiasi Peran TA Khalid |
|
|---|
| Bupati Al-Farlaky Salurkan Rp 118,9 Miliar, Perbaikan 5 Ribu Rumah Rusak Akibat Banjir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tower-bts-1.jpg)