Banjir Bireuen
Ramai Warga Bireuen Berburu BBM di SPBU, Suplai Air PDAM Putus, Gas Sulit Didapat
Dampak besar musibah banjir bandang di Bireuen tidak hanya merusak jembatan dan fasilitas umum, tetapi juga membuat warga kesulitan mendapatkan
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
Ringkasan Berita:
- Selain BBM, pasokan air bersih melalui PDAM Krueng Peusangan yang mati sejak Rabu (27/11/2025) hingga Sabtu (29/11/2025) masih belum normal.
- Banyak warga terpaksa mencari air ke rumah atau meunasah yang memiliki generator, meski biasanya mengandalkan jaringan PDAM.
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen,
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Dampak besar musibah banjir bandang di Bireuen tidak hanya merusak jembatan dan fasilitas umum, tetapi juga membuat warga kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok.
Beberapa di antaranya, rumah terendam, BBM harus antre panjang, PDAM mati, dan gas tabung sulit diperoleh.
Amatan Serambinews.com, ratusan kendaraan roda dua mengular panjang untuk mengisi BBM di SPBU Cot Gapu Bireuen, antreannya mencapai lebih dari 500 meter dari depan SMAN 2 Bireuen hingga SPBU.
Tidak hanya roda dua, kendaraan roda empat juga harus berlapis-lapis antre.
Kondisi serupa terjadi di SPBU Juli Bireuen, di mana para pengendara harus menunggu hingga delapan jam untuk mendapatkan minyak.
Rusli, warga Bireuen, mengaku terpaksa antre karena tangki Honda miliknya hampir kosong. "Saya sudah antre sejak pukul 15.00 WIB, ini belum ada kepastian ada atau tidaknya minyak," ujarnya.
Tarmizi, warga Blang Rheum, Kota Juang, dengan mobil pikap Carry, juga mengaku sudah antre sejak pukul 16.00 WIB, namun belum mendapat kepastian.
"Kalau minyak tidak dapat, ya terpaksa matikan mobil di SPBU," katanya.
Baca juga: Akses Jalan Lumpuh:Kisah Warga Terisolir, Gagal Pulang & Sulit Kontak Keluarga Korban Banjir Bireuen
Selain BBM, pasokan air bersih melalui PDAM Krueng Peusangan yang mati sejak Rabu (27/11/2025) hingga Sabtu (29/11/2025) masih belum normal.
Banyak warga terpaksa mencari air ke rumah atau meunasah yang memiliki generator, meski biasanya mengandalkan jaringan PDAM.
Serambinews.com berupaya menghubungi pihak PDAM untuk memastikan penyebab gangguan, namun belum mendapat informasi resmi. Informasi berkembang, lokasi pengambilan air atau pompa di kawasan Teupin Mane ambruk akibat banjir bandang.
Krisis juga terjadi pada pasokan gas. Gas melon ukuran 3 kilogram maupun tabung 12 kilogram sulit diperoleh.
Hasballah, pemilik warung kopi di Cot Gapu, mengaku harus menutup warungnya karena dua kendala utama: sulit mendapatkan air dan tidak ada gas untuk memasak.(*)
Warga Bireuen
Warga Bireuen Berburu BBM
Berburu BBM
Suplai Air PDAM Putus
Serambinews
Serambi Indonesia
| Warga Teupin Mane Bireuen Seberangkan Orang & Logistik dalam Drum Pakai Seutas Tali di Atas Sungai |
|
|---|
| Personel Satlantas Polres Bireuen Atur Lalu Lintas di Lokasi Banjir Peudada |
|
|---|
| Bupati Bireuen Tinjau Dampak Banjir Pandrah dan Jeunieb |
|
|---|
| Cot Geulumpang Baroh Jeunieb Bireuen Buka Dua Dapur Umum untuk Korban Banjir |
|
|---|
| Krueng Sawang Aceh Utara Meluap Dini Hari, 34 KK Warga Gandapura Dijemput ke Rumah untuk Mengungsi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/banjir-ygbnm.jpg)