Jumat, 15 Mei 2026

Banjir Bireuen

Ramai Warga Bireuen Berburu BBM di SPBU, Suplai Air PDAM Putus, Gas Sulit Didapat

Dampak besar musibah banjir bandang di Bireuen tidak hanya merusak jembatan dan fasilitas umum, tetapi juga membuat warga kesulitan mendapatkan

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
ANTRE BBM - Ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat, Sabtu (29/11/2025) malam, sedang antre untuk mendapatkan minyak di SPBU Cot Gapu Bireuen. 

Ringkasan Berita:
  • Selain BBM, pasokan air bersih melalui PDAM Krueng Peusangan yang mati sejak Rabu (27/11/2025) hingga Sabtu (29/11/2025) masih belum normal.
  • Banyak warga terpaksa mencari air ke rumah atau meunasah yang memiliki generator, meski biasanya mengandalkan jaringan PDAM. 

 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen, 

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Dampak besar musibah banjir bandang di Bireuen tidak hanya merusak jembatan dan fasilitas umum, tetapi juga membuat warga kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok.

Beberapa di antaranya, rumah terendam, BBM harus antre panjang, PDAM mati, dan gas tabung sulit diperoleh.

Amatan Serambinews.com, ratusan kendaraan roda dua mengular panjang untuk mengisi BBM di SPBU Cot Gapu Bireuen, antreannya mencapai lebih dari 500 meter dari depan SMAN 2 Bireuen hingga SPBU.

Tidak hanya roda dua, kendaraan roda empat juga harus berlapis-lapis antre. 

Kondisi serupa terjadi di SPBU Juli Bireuen, di mana para pengendara harus menunggu hingga delapan jam untuk mendapatkan minyak.

Rusli, warga Bireuen, mengaku terpaksa antre karena tangki Honda miliknya hampir kosong. "Saya sudah antre sejak pukul 15.00 WIB, ini belum ada kepastian ada atau tidaknya minyak," ujarnya.

Tarmizi, warga Blang Rheum, Kota Juang, dengan mobil pikap Carry, juga mengaku sudah antre sejak pukul 16.00 WIB, namun belum mendapat kepastian.

"Kalau minyak tidak dapat, ya terpaksa matikan mobil di SPBU," katanya.

Baca juga: Akses Jalan Lumpuh:Kisah Warga Terisolir, Gagal Pulang & Sulit Kontak Keluarga Korban Banjir Bireuen

Selain BBM, pasokan air bersih melalui PDAM Krueng Peusangan yang mati sejak Rabu (27/11/2025) hingga Sabtu (29/11/2025) masih belum normal.

Banyak warga terpaksa mencari air ke rumah atau meunasah yang memiliki generator, meski biasanya mengandalkan jaringan PDAM. 

Serambinews.com berupaya menghubungi pihak PDAM untuk memastikan penyebab gangguan, namun belum mendapat informasi resmi. Informasi berkembang, lokasi pengambilan air atau pompa di kawasan Teupin Mane ambruk akibat banjir bandang.

Krisis juga terjadi pada pasokan gas. Gas melon ukuran 3 kilogram maupun tabung 12 kilogram sulit diperoleh.

Hasballah, pemilik warung kopi di Cot Gapu, mengaku harus menutup warungnya karena dua kendala utama: sulit mendapatkan air dan tidak ada gas untuk memasak.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved