Banjir Langsa
Pemko Langsa Mulai Salurkan Bantuan Masa Panik ke Posko Sementara
Pasca banjir surut di Kota Langsa pada Kamis (27/11/2025), Pemerintah Kota Langsa mulai menyalurkan bantuan masa panik ke sejumlah
Penulis: Zubir | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Zubir | Kota Langsa
SERAMBINEWS.COM, KOTA LANGSA – Pasca banjir surut di Kota Langsa pada Kamis (27/11/2025), Pemerintah Kota Langsa mulai menyalurkan bantuan masa panik ke sejumlah posko, termasuk kantor camat, pada Sabtu (29/11/2025).
Plt Kadinsos Langsa, Sopian Hamid, mengatakan bantuan yang disalurkan berupa mi instan, telur ayam, minyak goreng, dan beras.
Bantuan ini dikirim ke 13 titik posko sementara seperti masjid dan lokasi pengungsian lainnya, di antaranya Gampong Blang Seunibong, Gampong Blang, Karang Anyar, Sungai Paoh Pusaka, Km 5, Simpang 4 Sei Paoh, PB Seulemak, Simpang Pase, Gampong Jawa, Pabrik (Ponsok) Pabrik, Keumuning, Sidorejo, dan beberapa titik lainnya.
Baca juga: Langsa Minta Bantuan Pusat, 170 Ribu Terdampak
Selain itu, bantuan juga didistribusikan ke lima kantor camat di wilayah Kota Langsa:
Camat Langsa Timur
Camat Langsa Lama (dititipkan di Kantor Camat Langsa Baro)
Camat Langsa Kota (dititipkan melalui BNPB)
Camat Langsa Baro
Camat Langsa Barat
Penyaluran bantuan dipimpin Sekda Kota Langsa, Suhartini, didampingi Plt Kadinsos Sopian Hamid, Kalak BPBD Nursal Syahputra, Kadis PUPR Muzammil, Ketua DPRK Melvita Sari, dan pejabat lainnya.
“Besok bantuan kepada korban banjir akan kembali dilanjutkan,” ujar Sopian.
Sebelumnya dilaporkan, hujan tanpa henti menyebabkan Kota Langsa dilanda banjir besar yang memuncak pada Selasa–Rabu (25–26/11/2025). Aktivitas masyarakat lumpuh total.
Puluhan ribu warga harus mengungsi karena tinggi air berlumpur mencapai 1–3 meter. Hingga Sabtu (29/11/2025), korban jiwa belum terdata akibat putusnya jaringan internet dan listrik sejak Rabu.
Sekitar 90 persen fasilitas umum dan akses jalan rusak berat. Rumah warga juga rusak atau ambruk serta terendam lumpur setebal hampir sejengkal tangan orang dewasa.
Saat air mulai surut Kamis (27/11/2025), sebagian warga pulang, namun banyak di antara mereka harus menahan lapar. Toko modern seperti Indomaret dan Alfamart tidak beroperasi hingga Sabtu (29/11/2025). Toko sembako di pasar mulai buka, tetapi banyak barang rusak akibat terendam banjir.
Stok pangan masyarakat menipis karena beras dan bahan makanan lainnya terendam. Jaringan internet yang putus membuat warga tak bisa menarik uang di ATM. Telur ayam sulit ditemukan dan harganya naik hingga Rp90.000 per papan. Ikan pun langka dan dijual mahal.
Hampir semua kantor pemerintahan termasuk Pendopo Wali Kota ikut terendam dan lumpuh.
Akses bantuan dari Provinsi Aceh belum dapat masuk karena jalan dari Aceh Timur hingga Bireuen terputus.
RSUD Langsa Lumpuh, Ratusan Pasien Dievakuasi
Sejak Rabu (26/11/2025), RSUD Langsa terendam hingga dua meter. Pelayanan rumah sakit lumpuh total dan banyak alat medis rusak.
Ratusan pasien dievakuasi ke Puskesmas Langsa Barat dan RSCM Langsa.
KRI Sutedi Senoputra-378 Bawa Logistik ke Langsa
Pemko Langsa mengambil langkah cepat dengan mengirimkan stok makanan dari Medan berupa 2.000 kotak mi instan (8 ton) dan 30.000 butir telur (2 ton).
“Saat ini saya membawa bantuan melalui laut dari Belawan menuju Langsa menggunakan KRI Sutedi Senoputra-378 milik TNI AL,” ujar Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S Putra.
Jeffry menegaskan kapal perang tersebut datang bukan untuk misi militer, tetapi untuk mengangkut bantuan pangan.
Menurutnya, penggunaan jalur laut merupakan solusi paling efektif karena akses darat terputus akibat banjir di berbagai titik.
Jika cuaca mendukung, KRI Sutedi Senoputra-378 diperkirakan tiba di Kuala Langsa pada Sabtu malam, setelah perjalanan sekitar 7–8 jam dari Belawan.
Selain bahan pangan, kapal juga membawa perangkat komunikasi Starlink Router untuk pemulihan jaringan pasca-banjir.
“Kami harus bertindak cepat. Banjir membuat banyak wilayah terisolir dan logistik terhambat. Penggunaan KRI ini adalah upaya bersama Pemko Langsa dan TNI AL agar bantuan segera sampai,” jelas Jeffry.
Banjir yang terjadi selama lima hari telah membuat ribuan warga mengungsi, puluhan ribu rumah terendam, dan perekonomian lumpuh. Daerah pesisir dan sekitar sungai menjadi titik paling terdampak.
“Kami memohon doa agar kapal segera tiba di Pelabuhan Langsa. Kami menargetkan listrik dan internet bisa kembali normal besok,” tutup Wali Kota.(*)
| Pascabanjir, Jalan Umum di Kota Langsa Masih Dipenuhi Lumpur dan Sampah Bekas Alat Rumah Tangga |
|
|---|
| Kota Lumpuh, Langsa Tetapkan Status Darurat Banjir, Wali Kota Fokus Selamatkan Warga |
|
|---|
| Kota Langsa Lumpuh! Banjir Besar Landa Seluruh Wilayah Permukiman |
|
|---|
| Curah Hujan Tinggi, Krueng Langsa Mulai Meluap, Ini Data Sementara Dirilis BPBD |
|
|---|
| Kapolres Langsa Pimpin Evakuasi Lansia Terjebak Banjir di Langsa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bantuan-656tyui.jpg)