Jumat, 8 Mei 2026

Berita Bireuen

Ribuan Korban Banjir di Bireuen Bertahan di Pengungsian, Makan 2 Kali Sehari

Ribuan warga Bireuen masih bertahan di pengungsian pasca banjir bandang karena rumah rusak dan terendam.

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Yusmandin Idris
PENGUNGSI BANJIR - Ratusan warga dari sejumlah desa mengungsi ke Mesjid Ulee Tutue, Kutablang, Bireuen. Foto direkam pada Minggu (30/11/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Ribuan warga Bireuen masih bertahan di pengungsian pasca banjir bandang karena rumah rusak dan terendam.
  • Mereka hanya makan dua kali sehari dengan keterbatasan logistik, sementara listrik dan air bersih belum tersedia. 
  • Warga berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan tambahan, membuka saluran air, dan memulihkan akses desa terisolir.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Ribuan warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bireuen masih bertahan di lokasi pengungsian pasca banjir bandang yang melanda wilayah tersebut sejak beberapa hari lalu.

Hingga Minggu (30/11/2025), kondisi para pengungsi belum banyak berubah.

Rumah-rumah warga ada yang hilang terseret arus, hancur diterjang banjir, tertimbun lumpur, atau masih tergenang air, sehingga tidak memungkinkan untuk ditempati kembali.

Sejumlah titik pengungsian tersebar di meunasah, masjid, dan tempat aman lainnya.

Amatan wartawan Serambinews.com, Yusmandin Idris di Masjid Ulee Tutue, Kecamatan Kutablang, terlihat ratusan warga dari berbagai desa berkumpul bersama para tamu yang tertahan di dekat jembatan Kutablang.

Selain itu, tenda-tenda pengungsi juga berdiri di Desa Meuse, Pante Pisang, dan beberapa desa lain.

Baca juga: Ini Data Lengkap Kerusakan dan Jumlah Pengungsi Banjir di Aceh Utara Hingga 30 November 2025

Di sekitar lokasi pengungsian, rumah-rumah warga masih terendam banjir dan dipenuhi lumpur.

Beberapa pria terlihat berusaha membersihkan lumpur dari dalam rumah mereka, meski kondisi masih sulit.

Desa Terisolir

Kepala Desa Blang Panjoe, Iksan yang turut mengungsi di Masjid Ulee Tutue menyampaikan, bahwa hingga kini akses menuju desanya belum bisa ditembus.

“Kemarin saya pulang dengan susah payah, genangan air masih mencapai 70–80 cm. Masih ada warga yang terisolir di kampung dan belum sempat dievakuasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, banyak harta benda warga yang rusak atau hilang.

Kendaraan roda empat dan roda dua tertanam lumpur, sementara ternak milik warga banyak yang mati.

Baca juga: BNPB Drop Bantuan ke Korban Banjir Bener Meriah Pakai Heli dan Pesawat, Pemkab Klaim tidak Tahu

Kondisi ini semakin memperburuk keadaan masyarakat yang sudah kehilangan tempat tinggal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved