Berita Aceh Utara
Ini Data Lengkap Kerusakan dan Jumlah Pengungsi Banjir di Aceh Utara Hingga 30 November 2025
Banjir besar di Aceh Utara sejak 22–30 November 2025 berdampak pada 119.830 jiwa, dengan 107.305 di antaranya harus mengungsi di 221 titik.
Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Banjir besar di Aceh Utara sejak 22–30 November 2025 berdampak pada 119.830 jiwa, dengan 107.305 di antaranya harus mengungsi di 221 titik.
- Sebanyak 48 orang meninggal dunia, sementara kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas sangat membutuhkan perhatian khusus.
- Kerusakan meluas mencakup 193 rumah, 12.782 hektare sawah, 571 hektare tambak, serta 18 jembatan dan puluhan titik irigasi.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Banjir besar yang melanda 22 dari 27 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, sejak 22 hingga 30 November 2025, terus menunjukkan dampak yang semakin meluas.
Pusat Informasi Posko Bencana Banjir merilis laporan terbaru pada Minggu, 30 November 2025 pukul 16.00 WIB, berdasarkan data resmi dari BPBD Aceh Utara.
Dalam laporan tersebut disampaikan, bahwa bencana ini telah menimbulkan kerusakan signifikan pada permukiman, fasilitas umum, dan infrastruktur, sekaligus menyebabkan meningkatnya jumlah warga terdampak dan pengungsi.
Dalam laporan tersebut, tercatat sebanyak 41.135 kepala keluarga (119.830 jiwa) terdampak banjir di berbagai kecamatan.
Dari jumlah itu, 32.547 KK (107.305 jiwa) harus mengungsi karena rumah mereka terendam air, akses jalan terputus, dan kondisi lingkungan yang tidak lagi aman.
“Para pengungsi kini tersebar di 221 titik pengungsian, sebagian di antaranya berada di fasilitas umum seperti meunasah, sekolah, dan gedung pemerintah yang difungsikan sementara,” ujar Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil kepada Serambinews.com, Minggu (30/11/2025).
Baca juga: Pj Bupati Aceh Utara Instruksikan SKPK Segera Update Data Banjir
Bencana ini juga menelan korban jiwa.
Hingga data terkini dirilis, 48 orang dilaporkan meninggal dunia akibat terseret arus, tertimpa reruntuhan, atau tidak sempat dievakuasi dari wilayah yang terendam.
“Selain korban meninggal, kelompok rentan yang terdampak banjir juga cukup besar, yakni 71 ibu hamil, 573 balita, 582 lansia, dan 12 penyandang disabilitas, yang saat ini memerlukan perhatian dan bantuan khusus di lokasi pengungsian,” ungkap Ayahwa--sapaan Bupati Aceh Utara.
Kerusakan rumah warga juga cukup parah.
Hingga saat ini, sudah 193 unit rumah tercatat mengalami kerusakan, dengan rincian 66 rumah rusak berat, 67 rusak sedang, dan 60 rusak ringan.
Selain merusak permukiman, banjir juga menghancurkan sektor pertanian dan perikanan. BPBD Aceh Utara melaporkan, bahwa 12.782 hektare sawah terendam air, sementara 571 hektare tambak terdampak, menyebabkan kerugian ekonomi besar bagi petani dan petambak di daerah tersebut.
Baca juga: Kapolda Seberangi Sungai Tingkeum untuk Tembus Aceh Utara, Temui Warga Terjebak di Kutablang
Infrastruktur publik ikut terkena dampak berat, yaitu empat ruas jalan rusak berat dan 1 ruas jalan rusak sedang, sehingga menghambat mobilitas warga dan distribusi bantuan.
banjir
data banjir
data banjir Aceh Utara
korban banjir
pengungsi banjir
posko banjir
Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil
Aceh Utara
Serambinews.com
Serambi Indonesia
| Jadi Pengedar Sabu, Tiga Perempuan di Aceh Utara Ditangkap Polisi dalam Sebulan Terakhir |
|
|---|
| Personel Polres Aceh Utara Ikuti Tes Kesamaptaan Jasmani, Lari 12 Menit hingga Push Up Satu Menit |
|
|---|
| Menteri PU Resmikan Bendung Krueng Pase Aceh Utara |
|
|---|
| Gaji dan Pesangon 935 Karyawan KKA Belum Dibayar, Senator Azhari Cage: Segera Lunasi Hak Mereka |
|
|---|
| Dampak 5 Tahun Rusaknya Bendung Krueng Pase, Petani Aceh Utara 13 Kali Gagal Panen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/data-bencana-banjir-Aceh-Utara-hingga-30-November.jpg)