Banjir dan Longsor di Aceh
Warga Tiga Desa di Beutong Ateuh Terisolir, Bantuan Disalur Pakai Tali Kabel
“Kerusakan akibat banjir bandang di dataran tinggi Nagan Raya sangat parah. Banyak masyarakat kehilangan tempat tinggal. TR Keumangan
Ringkasan Berita:
- Banjir yang melanda Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya menyebabkan tiga desa sudah 5 hari atau hingga Minggu (30/11/2025), masih terisolir.
- Kerusakan akibat banjir bandang di dataran tinggi Nagan Raya sangat parah. Banyak masyarakat kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam ini
- Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Barat sejak lima hari terakhir telah menimbulkan kerusakan luas, mulai dari rumah warga, fasilitas umum, jalan, jembatan, serta sarana pendidikan di sepuluh kecamatan.
“Kerusakan akibat banjir bandang di dataran tinggi Nagan Raya sangat parah. Banyak masyarakat kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam ini.” TR Keumangan, Bupati Nagan Raya
SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Banjir yang melanda Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya menyebabkan tiga desa sudah 5 hari atau hingga Minggu (30/11/2025), masih terisolir. Hal ini dikarenakan jembatan rangka baja di jalan nasional Beutong Ateuh putus diterjang banjir pada Rabu lalu.
Untuk menyalurkan bantuan ke tiga desa tersebut, harus menggunakan tali kabel karena arus sungai yang deras dan belum bisa diseberangi. Ketiga desa itu adalah Gampong Blang Puuk, Gampong Babah Suak, dan Gampong Kuta Teungoh.
Distribusi dilakukan dari Gampong Blang Meurandeh, salah satu desa yang masih bisa diakses. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya telah mendirikan posko bagi korban banjir dan menyalurkan bantuan masa panik kepada korban.
Bupati Nagan Raya, TR Keumangan atau akrab disapa TRK bersama Ketua DPRK Mohd Rizki Ramadhan, forkopimda, Plt Sekda Zulkifli, dan sejumlah kepala SKPK juga telah meninjau korban banjir di Beutong Ateuh.
Data kerusakan BPBD Nagan Raya mencatat sebanyak 250 unit rumah tidak bisa ditempati lagi, jalan nasional dan kabupaten putus, masjid jatuh ke sungai, dua sekolah rusak, termasuk Pos TNI/Polri, TPA dan beberapa fasilitas publik lainnya dan tiang listrik ikut tumbang.
TRK menyebut musibah ini mengakibatkan sekitar 85 persen bangunan hancur. “Kerusakan akibat banjir bandang di dataran tinggi Nagan Raya sangat parah. Banyak masyarakat kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam ini,” ujar Bupati TRK, Minggu (30/11/2025).
Saat ini, ribuan warga mengungsi ke dataran tinggi karena rumah mereka hancur. "Kondisi ini juga menyebabkan masyarakat mengalami trauma karena seluruh fasilitas publik, termasuk rumah, sekolah, dan sarana ibadah rusak berat," jelasnya.
Menindaklanjuti situasi darurat ini, Bupati TRK merespon dengan berbagai langkah cepat, antara lain penyaluran bantuan logistik kepada warga terdampak, penyediaan layanan dapur umum, dukungan BBM untuk pengoperasian alat berat.
Selain itu, pendirian posko kesehatan, pengupayaan jaringan Hp satelit di posko utama guna memperlancar komunikasi serta penyediaan bus untuk membantu mobilisasi warga.
Dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu dan situasi lapangan yang dinamis, Bupati TRK menegaskan bahwa seluruh sumber daya dikerahkan untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan mendesak masyarakat dapat tertangani secepatnya.
Pemerintah daerah juga masih terus melakukan pendataan terhadap seluruh kerusakan yang dialami masyarakat sekaligus memastikan ada atau tidaknya warga yang menjadi korban jiwa maupun hilang akibat bencana ini.
“Kami dari Pemkab telah membantu masyarakat semampu kami. Kami sangat mengharapkan bantuan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto, Kepala BNPB, dan Gubernur Aceh untuk dapat membantu masyarakat kami di Kabupaten Nagan Raya,” harapnya.
Kunjungi Kuta Trieng dan Alue Wakie
Bupati TR Keumangan juga mengunjungi sejumlah titik banjir sekaligus menyalurkan bantuan masa panik kepada warga terdampak. Pada Sabtu (29/11/2025), TRK menyasar dua lokasi, yakni Kuta Trieng dan Alue Wakie di Kecamatan Darul Makmur.
Banjir dan Longsor di Aceh
Desa di Beutong Ateuh Terisolir
Bantuan Disalur Pakai Tali Kabel
Bupati Nagan TRK
TR Keumangan
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Jembatan Tenge Besi Gajah Putih Dikerjakan Alat Berat, Akses Ditutup Sementara karena Rawan Longsor |
|
|---|
| Jalur KKA Arah Kem Ditutup Sementara, Polisi Imbau Warga Gunakan Jalur Alternatif |
|
|---|
| 2 Jembatan Darurat Mulai Dibangun, Hubungkan Aceh-Sumut dan Bireuen-Takengon |
|
|---|
| Korban Meninggal Sudah 173 Orang, Pemerintah Aceh Buka Posko Pengaduan |
|
|---|
| Seribuan Bayi Terancam Kelaparan di Aceh Tengah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Warga-Tiga-Desa-di-Beutong-Ateuh-Terisolir.jpg)