Senin, 1 Juni 2026

Banjir dan Longsor di Aceh

Warga Tiga Desa di Beutong Ateuh Terisolir, Bantuan Disalur Pakai Tali Kabel

“Kerusakan akibat banjir bandang di dataran tinggi Nagan Raya sangat parah. Banyak masyarakat kehilangan tempat tinggal. TR Keumangan

Tayang:
Editor: mufti
Serambinews.com/HO/COVER KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE SERAMBI BARAT EDISI SENIN 20251201 

Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Plh Camat Darul Makmur, Mawardi AN SE. Usai dari Kuta Trieng, rombongan Bupati menuju Alue Wakie untuk melihat langsung kondisi warga serta dampak kerusakan infrastruktur, termasuk jembatan rangka baja yang roboh dan terputus akibat banjir.

“Untuk infrastruktur dan fasilitas umum yang rusak akibat banjir di Kabupaten Nagan Raya, kami memohon dukungan dari pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh agar dapat dibantu pembangunannya kembali,” harap Bupati TRK.(riz)

Ratusan Rumah dan Jalan Rusak

Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Barat sejak lima hari terakhir telah menimbulkan kerusakan luas, mulai dari rumah warga, fasilitas umum, jalan, jembatan, serta sarana pendidikan di sepuluh kecamatan. 

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, Minggu (30/11/2025), mengatakan banjir dipicu oleh meluapnya Krueng Meureubo dan Krueng Woyla akibat intensitas hujan dan angin kencang yang melanda sejak 26 November.

Sejak hari pertama kejadian, debit air sungai terus meningkat dan merendam ribuan permukiman. Beberapa fasilitas ikut terendam, termasuk Kantor Camat Sungai Mas, sementara sejumlah akses jalan menjadi sulit dilalui. 

Di sejumlah titik, seperti Kajeng, air menutupi badan jalan hingga kendaraan tidak dapat melewati area tersebut. Tinggi genangan juga bervariasi, di Kecamatan Sungai Mas sekitar 130 Cm dan Woyla Timur satu meter. Warga di beberapa gampong terpaksa mengungsi ke daerah yang lebih aman.

Kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Pante Ceureumen, di mana ruas jalan di Gampong Jambak sepanjang 400 meter putus total, dan satu kilometer lainnya mengalami kerusakan berat. 

Enam rumah warga hanyut terbawa arus, sementara 17 rumah lainnya rusak. Irigasi sekunder sepanjang 2,5 kilometer rusak, dan 17 unit handtraktor milik warga ikut terseret banjir. 

Kerusakan pada jembatan dan akses jalan terjadi di banyak lokasi. Mislanya, jembatan gantung Canggai–Jambak, jembatan Buda Suci di Sikundo, jembatan gantung Lawet, dan jembatan Kajeung–Tungkop di Sungai Mas. 

Total 225 rumah dilaporkan terdampak, dengan 32 unit mengalami rusak berat, 99 rusak sedang, dan 94 rusak ringan. Kerusakan tersebar di berbagai kecamatan, termasuk Pante Ceureumen, Woyla Timur, Sungai Mas, dan Arongan Lambalek. 

Tak hanya rumah dan jalan, banjir juga merusak sarana pendidikan. Sebanyak 32 sekolah terdampak, mulai dari SDN Pasi Aceh, SDN Napai, SDN Lango, SDN Meunasah Ara, SDN Kajeung, hingga Ponpes Serambi Aceh. 

Banyak sekolah yang terendam air dan membutuhkan pembersihan serta perbaikan sebelum digunakan kembali. Tak hanya banjir, di beberapa lokasi seperti Pasi Janeng–Paya Baroe dan Bakat–Jawi–Sipot, longsor membuat jalan tidak dapat dilalui.(sb)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved