Kamis, 7 Mei 2026

Banjir di Bener Meriah

Warga Bener Meriah Mulai Kelaparan, Pemerintah Didesak Segera Salurkan Bantuan 

Dampak ekses banjir bandang yang melanda Bener Meriah, warga terdampak kini mulai menjerit kelaparan dampak minimnya

Tayang:
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/HO
TINJAU BANJIR - Ketua PMI Banda Aceh, Ahmad Haiqal meninjau lokasi banjir di Bener Meriah. Foto Direkam Beberapa waktu lalu. 

 

Ringkasan Berita:
  • Haiqal berada di Bener Meriah setelah sebelumnya terkurung akibat bencana di Takengon.
  • Ia mengatakan, kondisi di lapangan sangat memprihatinkan, sementara distribusi logistik belum berjalan maksimal.
  • Haiqal, lambatnya proses penanganan menunjukkan kelemahan serius dalam kesiapan pemerintah menghadapi bencana.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dampak ekses banjir bandang yang melanda Bener Meriah, warga terdampak kini mulai menjerit kelaparan dampak minimnya pasokan logistik.

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh, Ahmad Haiqal, mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah cepat dalam menyalurkan bantuan darurat bagi korban bencana di Kabupaten Bener Meriah. 

Pasalnya hingga Minggu malam (30/11/2025), beberapa wilayah terdampak masih belum dapat diakses dan warga mulai mengalami kekurangan makanan.

“Harus segera, karena di beberapa titik sudah ada masyarakat yang kelaparan,” tulis Haiqal dari lokasi dalam keterangannya, Senin (1/12/2025).

Baca juga: BNPB Drop Bantuan ke Korban Banjir Bener Meriah Pakai Heli dan Pesawat, Pemkab Klaim tidak Tahu

Haiqal berada di Bener Meriah setelah sebelumnya terkurung akibat bencana di Takengon. Ia mengatakan, kondisi di lapangan sangat memprihatinkan, sementara distribusi logistik belum berjalan maksimal.

Menurut Haiqal, lambatnya proses penanganan menunjukkan kelemahan serius dalam kesiapan pemerintah menghadapi bencana.

Menurutnya, penanganan pasca banjir berlangsung sangat lambat, seakan-akan tidak pernah belajar dari pengalaman. 

“Situasi ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak memiliki kesiapsiagaan yang memadai. Rakyat membutuhkan aksi nyata, bukan sekedar janji, konferensi pers, ataupun kunjungan seremonial,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa keterlambatan distribusi bantuan dapat memperburuk kondisi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu-ibu yang saat ini sangat membutuhkan suplai makanan.

PMI Banda Aceh telah berkoordinasi dengan PMI Pusat, PMI Provinsi, dan juga PMI kabupaten/kota lain untuk memperkuat dukungan, namun pemulihan tetap tergantung pada percepatan pemerintah dalam membuka akses jalan serta menyalurkan bantuan ke kawasan yang masih terisolir.

“Intinya mendesak bantu segera bener meriah ada beberapa titik sudah kelaparan krn belum bs terakses bantuan,” pungkasnya.(*)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved