Senin, 8 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Tim ZONAVEC FK USK Raih Silver Medal di Malaysia, Ini Inovasinya

Tim yang mengusung nama ZONAVEC tersebut terdiri atas Hikmatus Sabra sebagai ketua tim, bersama Anisatur Rahmi, Deena Nadheera, dan Hayfa Ramadhan

Tayang:
Penulis: Sara Masroni | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
FOTO BERSAMA - Tim FK USK foto bersama usai meraih Silver Medal pada kategori Health Essay dalam ajang 5th International Youth Summit (IYS) 2026 di Hotel Asto, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (30/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran USK yang tergabung dalam tim ZONAVEC meraih Silver Medal kategori Health Essay pada 5th International Youth Summit 2026 melalui karya tentang pencegahan dini penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes.
  • Karya berjudul “ZONAVEC” menawarkan platform berbasis data iklim untuk memprediksi risiko penyebaran dengue, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, serta mendukung tindakan pencegahan yang lebih efektif.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK-USK) meraih Silver Medal pada kategori Health Essay dalam ajang 5th International Youth Summit (IYS) 2026 yang diselenggarakan Sentosa Foundation bekerja sama dengan Centre of Entrepreneurial Development and Graduate Marketability (CEM), Universiti Putra Malaysia (UPM) di Hotel Asto, Kuala Lumpur, Malaysia, 30–31 Mei 2026.

Tim yang mengusung nama ZONAVEC tersebut terdiri atas Hikmatus Sabra sebagai ketua tim, bersama Anisatur Rahmi, Deena Nadheera, dan Hayfa Ramadhani Zainal.

Mereka berhasil meraih penghargaan melalui karya berjudul “ZONAVEC: A Climate-Informed Vector Risk Zoning Platform for Early Prevention of Aedes-Transmitted Diseases”. 

Ketua tim, Hikmatus Sabra, menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih, berharap gagasan yang diusulkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan solusi kesehatan yang lebih adaptif terhadap dampak perubahan iklim. 

“Perubahan iklim telah memengaruhi pola penyebaran penyakit menular melalui vektor, termasuk dengue.

Melalui ZONAVEC, kami ingin menawarkan sebuah gagasan yang tidak hanya berfokus pada prediksi risiko, tetapi juga menghubungkan data, kesiapsiagaan, dan partisipasi masyarakat sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan lebih dini dan lebih efektif,” ujar Hikmatus Sabra dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).

Baca juga: 392 Prajurit Kodam IM Tiba di Aceh, Usai Tuntaskan Misi Damai di Lebanon

Dalam esai tersebut, tim mengangkat isu meningkatnya risiko penyebaran penyakit dengue yang dipengaruhi oleh perubahan iklim.

Perubahan suhu, kelembaban, curah hujan, dan faktor lingkungan lainnya diketahui dapat memengaruhi pola distribusi nyamuk Aedes, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih proaktif untuk mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit.

Sebagai solusi, tim mengusulkan konsep inovatif bernama ZONAVEC, sebuah platform berbasis data iklim yang dirancang untuk mendukung deteksi dan pencegahan dini penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes, khususnya dengue.

Gagasan ini berfokus pada pemanfaatan indikator lingkungan untuk memprediksi risiko persebaran vektor sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan tenaga kesehatan terhadap potensi peningkatan kasus.

Dalam rancangan yang diusulkan, ZONAVEC terdiri atas empat fitur utama yang saling terintegrasi.

VEC-CAST dirancang sebagai sistem prediksi risiko dini yang memungkinkan intervensi dilakukan lebih cepat.

Baca juga: Perdamaian Berkelanjutan Perlu Keadilan dan Partisipasi Masyarakat, Ini Pesan Michael Beer di USK

VEC-ZONE, sebagai fitur utama, menyediakan data terverifikasi secara real-time yang menjembatani hasil prediksi dengan kondisi aktual di lapangan.

Selanjutnya, VEC-READY menawarkan panduan yang dipersonalisasi untuk mendukung tindakan pencegahan yang lebih tepat sasaran.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved