Kamis, 21 Mei 2026

Banjir dan Longsor di Aceh

Korban Jiwa Tembus 100, Al-Farlaky Menangis Mohon Bantuan Presiden

“Kita mohon, bantu kami (Pak Presiden). Sekarang kami berjuang sendiri, dibantu TNI dan Polri lokal,” ISKANDAR USMAN AL-FARLAKY

Tayang:
Editor: mufti
Serambinews.com/HO/COVER KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE KORAN SERAMBI INDONESIA EDISI SENIN 20251201 

Ringkasan Berita:
  • Data BPBA jumlah korban meninggal dunia 102 jiwa, korban hilang sebanyak 116 jiwa. Sementara luka ringan sebanyak 1.286 dan luka berat 326 jiwa. Total pengungsi mencapai 62.141 KK atau 292.806 jiwa, yang tersebar di 403 titik lokasi.
  • Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan masyarakat masih terus melakukan pencarian serta penyisiran di wilayah berisiko tinggi.
  • Bupati Aceh Timur mohon bantuan Presiden RI agar segera mengirimkan bantuan logistik dan tenaga ke Aceh Timur.

“Kita mohon, bantu kami (Pak Presiden). Sekarang kami berjuang sendiri, dibantu TNI dan Polri lokal,” ISKANDAR USMAN AL-FARLAKY, Bupati Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Korban jiwa akibat banjir yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh dilaporkan terus bertambah. Hingga tadi malam, jumlah korban meninggal dunia telah menembus 100 jiwa, dan ratusan lainnya masih dilaporkan hilang.

Data yang diperoleh Serambi dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Minggu (30/11/2025) malam, pukul 21.12 Wib, jumlah korban meninggal dunia sudah mencapai 102 jiwa dan korban hilang sebanyak 116 jiwa. Sementara untuk luka ringan sebanyak 1.286 dan luka berat 326 jiwa. Total pengungsi mencapai 62.141 KK atau 292.806 jiwa, yang tersebar di 403 titik lokasi.

Data jumlah korban dari BPBA itu masih bersifat sementara karena pendataan masih terus dilakukan. Informasi dari sejumlah kabupaten/kota terdampak banjir dan tanah longsor juga belum seluruhnya masuk akibat dari putusnya jaringan komunikasi. 

Karena itu, jumlah korban jiwa dipastikan akan terus bertambah hingga beberapa hari ke depan. Dari Aceh Utara saja, update terbaru dilaporkan ada 48 orang yang meninggal dunia, termasuk di dalamnya 5 warga Sumatera Utara. Sementara data yang baru masuk ke BPBA baru sebanyak 10 orang.

“Posko Induk Pemkab Aceh Utara mencatat hingga saat ini sebanyak 48 warga meninggal dunia akibat terdampak banjir,” kata Kepala Posko Induk Pemkab Aceh Utara, Bupati H Ismail A Jalil, melalui Plt Sekretaris Daerah, Jamaluddin MPd. 

Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan masyarakat masih terus melakukan pencarian serta penyisiran di wilayah berisiko tinggi. Namun proses evakuasi berjalan sulit. Derasnya arus banjir, banyak jembatan yang putus, jalan terendam, serta longsoran di beberapa lokasi membuat akses menuju desa-desa terdampak sangat terbatas.

Tim penyelamat harus menggunakan perahu karet dan rakit darurat untuk menjangkau kawasan yang terisolasi setelah permukiman terendam dan jalur darat terputus. Kondisi cuaca yang masih tidak stabil turut memperlambat proses pencarian.

Sementara itu, pendirian pos pengungsian darurat masih berlangsung di sejumlah titik. Bantuan logistik berupa makanan siap saji, pakaian, air bersih, selimut, dan kebutuhan bayi terus disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar para penyintas.

Ribuan warga masih bertahan di pos pengungsian karena rumah mereka terendam atau mengalami kerusakan berat. Pemkab Aceh Utara memastikan data jumlah korban dan perkembangan situasi banjir akan diperbarui secara berkala seiring dengan proses pencarian dan pendataan yang masih berlangsung.

Demikian juga untuk Aceh Timur, data BPBA menyebutkan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 6 orang. Tetapi laporan dari Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky kepada media ini, jumlah korban jiwa diperkirakan mencapai puluhan orang. Ia belum bisa memastikan data tersebut karena akses komunikasi yang terputus total.

Aceh Timur Kolaps

Aceh Timur sendiri saat ini sudah diambang kolaps. Pelayanan publik lumpuh (kantor tutup, listrik padam, jaringan komunikasi mati). Akses transportasi terputus total sehingga distribusi logistik gagal. Keuangan daerah tidak mampu membiayai layanan dasar dan kondisi darurat bencana yang membuat Pemkab Aceh Timur tak bisa menjalankan fungsi koordinasi.

Gambaran tentang kondisi Aceh Timur baru diketahui pada Sabtu (29/11/2025), setelah Pemkab menyewa perangkat Starlink. Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky mengambarkan situasi Aceh Timur yang cukup parah dan nyaris kolaps.

Dalam suasana darurat yang mencekam, Al-Farlaky, tak mampu menahan tangis saat memohon bantuan Presiden RI, Prabowo Subianto. Dalam sebuah video rapat bersama Forkopimkab membahas penanganan darurat bencana, Al-Farlaky tampak beberapa kali mengusap air matanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved