Banjir dan Longsor di Aceh
54.199 Warga Masih Mengungsi, 21 Orang Meninggal dan 24 Hilang
Bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh Tengah menciptakan situasi darurat.
Ringkasan Berita:
- Bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh Tengah menciptakan situasi darurat
- Alhamdulillah, bantuan udara, khususnya logistik dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, sudah mulai masuk. Ini sangat membantu kami mendistribusikan kebutuhan pokok seperti beras dan minyak
- Sementara, Pemkab Bener Meriah terus berupaya memaksimalkan pasokan logistik magi masyarakat yg terisolir akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi
“Bantuan yang masuk masih sangat kurang.” HAILI YOGA, Bupati Aceh Tengah
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh Tengah menciptakan situasi darurat. Akses vital terputus di 14 kecamatan. Data terbaru, 24 orang masih dinyatakan hilang.
Hal itu diungkapkan Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga. Dikatakan, kerugian yang ditimbulkan akibat bencana tersebut sangat masif, dengan total 54.199 jiwa terpaksa mengungsi, dan korban meninggal dunia mencapai 21 jiwa.
“Data ini menunjukkan skala bencana yang kita hadapi. Prioritas pertama kami adalah mencari 24 saudara kita yang hilang dan memastikan semua pengungsi mendapatkan kebutuhan dasar,” ujar Haili Yoga dalam keterangan tertulis yang diterima TribunGayo.com, kemarin.
Meski tantangan akses masih besar, Bupati menyampaikan kabar baik terkait distribusi bantuan. Logistik dari pemerintah Aceh dan pusat sudah mulai masuk melalui jalur udara untuk menjangkau desa yang terisolir.
“Alhamdulillah, bantuan udara, khususnya logistik dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, sudah mulai masuk. Ini sangat membantu kami mendistribusikan kebutuhan pokok seperti beras dan minyak,” kata Haili.
Namun ia menegaskan, volume bantuan tersebut masih sangat kurang, jika dibandingkan dengan puluhan ribu warga yang terdampak. Selain itu, upaya penyaluran bantuan di lapangan terkendala. “Bantuan yang masuk masih sangat kurang,” ungkapnya.
Akibat bencana tanah longsor dan banjir yang melanda wilayah Aceh Tengah, sebanyak 779 rumah mengalami rusak berat. Putusnya jaringan listrik dan telekomunikasi sempat terjadi di 14 kecamatan, meski sebagian besar kini sudah mulai pulih dengan bantuan internet satelit.
Masih tertimbun longsor
Sementara dari Gayo Lues, sejumlah ruas jalan penghubung antarkabupaten di wilayah itu, hingga Senin (1/12/2025), masih tertimbun longsor. Satu-satunya jalur keluar dari Gayo Lues hanya melalui Babahrot Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya).
"Dari arah Blangkejeren menuju Ise-ise Takengon ada sekitar 52 titik longsor. Sejauh ini belum ada penanganan sama sekali," kata Fendi, seorang warga yang harus berjalan kaki dari Ise-ise menuju Blangkejeren, Senin (1/12/2025).
Hal serupa juga diakui Hasbi. Ia mengatakan, ruas jalan Blangkejeren menuju Kutacane juga masih lumpuh total, akibat tertutup material longsor. Di jalan nasional ini ada puluhan titik longsor, sehingga warga di Kecamatan Putri Betung, masih terkurung dan mulai kehabisan stok pangan.
Menurut Hasbi, ia sempat mengunjungi sejumlah desa dan Kecamatan di Gayo Lues untuk melihat keluarganya. “Puluhan rumah hanyut, seperti di Desa Pasir, Kecamatan Tripe Jaya dan Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren,” terangnya.
Banjir juga terjadi di Desa Tetumpum, Atu Sempit, dan sejumlah desa lain di Kecamatan Putri Betung. “Banyak rumah hanyut disapu banjir,” pungkasnya.(am/c40)
Maksimalkan Pasokan Logistik
SEMENTARA itu, Pemkab Bener Meriah terus berupaya memaksimalkan pasokan logistik magi masyarakat yg terisolir akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi.
Banjir dan Longsor di Aceh
54.199 Warga Masih Mengungsi
21 Orang Meninggal dan 24 Hilang
HAILI YOGA Bupati Aceh Tengah
Serambi Indonesia
Serambinews
Serambinews.com
| Jembatan Tenge Besi Gajah Putih Dikerjakan Alat Berat, Akses Ditutup Sementara karena Rawan Longsor |
|
|---|
| Jalur KKA Arah Kem Ditutup Sementara, Polisi Imbau Warga Gunakan Jalur Alternatif |
|
|---|
| 2 Jembatan Darurat Mulai Dibangun, Hubungkan Aceh-Sumut dan Bireuen-Takengon |
|
|---|
| Korban Meninggal Sudah 173 Orang, Pemerintah Aceh Buka Posko Pengaduan |
|
|---|
| Seribuan Bayi Terancam Kelaparan di Aceh Tengah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/54199-Warga-Masih-Mengungsi.jpg)